Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Soroti Potensi Kebocoran Anggaran, Mahfud MD Kritik Konsep Tata Kelola Kopdes Merah Putih

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By John Moore - beritahitam.com

Foto : John Moore - beritahitam.com

Mahfud MD Soroti Potensi Kebocoran Anggaran Kopdes Merah Putih

Beritahitam.com – Soroti Potensi Kebocoran Anggaran Mahfud MD kembali menyoroti isu krusial dalam program pembangunan ekonomi nasional. Mantan Menko Polhukam ini menyampaikan kritik tajam mengenai konsep serta tata kelola program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menilai bahwa model bisnis dan mekanisme pendanaan yang diterapkan saat ini telah menyimpang dari prinsip-prinsip dasar gerakan koperasi. Tanpa evaluasi yang tepat, program ini berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran negara yang signifikan.

Kritik tersebut disampaikan Mahfud MD sebagai respons terhadap berbagai masukan yang masuk dari publik seputar tata kelola program pembangunan ekonomi di tingkat desa. Ia mengakui bahwa niat awal untuk membangun perekonomian dari kawasan pedesaan merupakan langkah yang positif. Namun, pelaksanaan beserta struktur permodalannya justru bertolak belakang dengan nilai-nilai filosofis koperasi yang telah dirumuskan oleh Mohammad Hatta, sang Bapak Koperasi Indonesia.

Perbandingan dengan Konsep Asli Bung Hatta

Mahfud MD menjelaskan bahwa esensi utama koperasi menurut gagasan Bung Hatta adalah asas gotong royong. Modal yang digunakan haruslah dihimpun dari bawah oleh para anggotanya sendiri. Sebaliknya, Kopdes Merah Putih menerapkan pendekatan top-down dengan mengandalkan pinjaman dana dari bank-bank milik negara (Himbara) yang dibebani bunga tahunan.

"Koperasi Desa Merah Putih ini kan modalnya dari atas, pinjam dari uang negara, pinjam dari bank-bank Himbara, kemudian dijatuhi bunga 6 persen."

"Nah, di mana pula modal koperasi itu sampai ada bunga lalu bayar 6 persen dibayar ke negara setiap tahun? Terus yang kita tanyakan juga, terus nanti dividennya itu siapa?"

Peringatan agar Tidak Terjerembap Seperti MBG

Dalam pernyataannya yang dikutip dari kanal YouTube Mahfud MD Official pada Senin (10/8/2026), Mahfud MD menyampaikan pandangannya secara terbuka. Ia menyambut baik program pemerintah yang telah dijanjikan tersebut karena bertujuan membangun ekonomi desa-desa. Namun, ia mengingatkan agar program ini tidak mengalami kegagalan serupa dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis).

"Soal Koperasi Desa, ya silakanlah. Menurut saya itu sebuah program dari pemerintah yang memang sudah dijanjikan, menurut saya baik idenya, karena dia mau membangun ekonomi dari desa-desa. Tapi hati-hati agar tidak terjerembap seperti MBG (Makan Bergizi Gratis)."

"Karena memang konsepnya koperasi ini aneh, tidak seperti yang dikonsepkan dan dibicarakan oleh Bung Hatta selama belasan tahun sebelum merdeka dan belasan tahun pula sesudah Indonesia merdeka."

Ketidakjelasan Struktur Keuntungan dan Risiko

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini juga mempertanyakan kejelasan struktur pembagian keuntungan serta penanggungan risiko kerugian dalam model koperasi semacam ini. Dalam prinsip koperasi konvensional, dividen disalurkan kepada anggota yang menyimpan dana dan aktif berpartisipasi, tanpa adanya hierarki pimpinan yang mendominasi.

"Kalau koperasi itu dividennya itu mereka yang menabung atau menyimpan uang di situ dan melakukan peran masing-masing, tidak ada pimpinan, tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah, kan itu konsepnya Bung Hatta. Nah sekarang ini kalau dividennya mau dibagi ke siapa? Bunganya setiap tahun itu dan beban bunganya kalau rugi selama enam tahun itu siapa anggotanya? Ini bukan konsep koperasi sebenarnya."

Selain itu, terdapat kekhawatiran mengenai utang Kopdes yang mencapai Rp240 triliun dan akan dicicil melalui APBN setiap tahun. Hal ini menambah beban pertanyaan mengenai keberlanjutan program dan akuntabilitas pengelolaan dananya. Pemerintah perlu segera melakukan transparentisasi dalam pengelolaan dana-dana tersebut agar tidak terjadi duplikasi program atau pemborosan anggaran.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kopdes Merah Putih

Apa itu Kopdes Merah Putih? Kopdes Merah Putih adalah program Koperasi Desa/Kelurahan yang bertujuan membangun ekonomi pedesaan melalui mekanisme koperasi dengan dukungan modal dari negara.

Berapa besar utang Kopdes Merah Putih? Utang Kopdes Merah Putih mencapai Rp240 triliun yang akan dicicil melalui APBN setiap tahunnya.

Apa kritik utama Mahfud MD terhadap Kopdes? Mahfud MD mengkritik konsep Kopdes yang menggunakan pendekatan top-down dengan pinjaman dari bank Himbara dan dibebani bunga 6 persen, berbeda dengan konsep koperasi asli Bung Hatta.

Bagaimana solusi yang disarankan untuk Kopdes? Solusi yang disarankan adalah melakukan evaluasi ulang terhadap konsep koperasi, memastikan transparansi pengelolaan dana, dan menghindari duplikasi program yang dapat menyebabkan kebocoran anggaran.

Related Reading