Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sosok Adriano Padama, Mahasiswa Undip Suarakan Harga Beras di Alor NTT ke Mentan Amran

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By David Lopez - beritahitam.com

Foto : David Lopez - beritahitam.com

Beritahitam.com – Momen haru dan keberanian mewarnai pelaksanaan Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026). Mahasiswa baru Undip asal Kabupaten Alor , Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Jeconia Padama, nekat menyela sesi dialog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dengan suara bergetar, Adrian membeberkan realitas pahit yang dialami sekitar 300 ribu warga di tanah kelahirannya terkait tingginya harga beras.

Adriano menjelaskan, harga beras di wilayah kota Alor berada di kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogramnya. Harga tersebut berbeda dengan area pedalaman, menjadi Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogramnya, bahkan bisa menembus Rp30.000 per kilogram jika kondisi cuaca sedang buruk. "Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13.000 sampai Rp15.000 per kilogram.

Tapi, di pedalaman bisa Rp17.000 sampai Rp18.000. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras. Harganya bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Adriano.

Aksi emosional Adriano yang menangis saat membeberkan krisis distribusi pangan di wilayah kepulauan NTT tersebut, langsung direspons tegas oleh Mentan Amran. Di hadapan ribuan mahasiswa, Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog di lokasi acara dan memutuskan terbang langsung ke Alor guna memastikan ketersediaan serta stabilitas harga beras di daerah tersebut. "Pak Dirut, itu Kabupaten Alor , ada gak gudang di sana?

Bangun satu gudang sana ya. Kirim utusannya, kirim beras di sana dulu hari ini. Saudara kita 300 ribu jiwa ini butuh beras murah.

Kita kirim hari ini," kata Amran melalui sambungan telepon. Tak hanya menaruh perhatian pada persoalan pangan yang dihadapi daerah asal Adriano, Amran Sulaiman juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi mahasiswa tersebut. Mengetahui Adriano merupakan mahasiswa perantau yang tinggal di kos dan harus berjuang secara mandiri untuk menempuh pendidikan di Undip , Amran pun memberikan kejutan.

Mentan Amran menegaskan akan menanggung seluruh biaya sewa tempat tinggal Adriano selama menjalani perkuliahan. "Ini kos-kosanmu 2 tahun ya, Nak. Kamu monitor aja (harga beras ), nanti lapor sama saya lagi," kata Mentan.

Lantas, seperti apa sosok Adriano Padama? Sosok Adriano Padama TRIBUNNEWS.COM - Momen haru dan keberanian mewarnai pelaksanaan Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026). Mahasiswa baru Undip asal Kabupaten Alor , Nusa Tenggara Timur (NTT), Adriano Jeconia Padama, nekat menyela sesi dialog bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Dengan suara bergetar, Adrian membeberkan realitas pahit yang dialami sekitar 300 ribu warga di tanah kelahirannya terkait tingginya harga beras. Adriano menjelaskan, harga beras di wilayah kota Alor berada di kisaran Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per kilogramnya. Harga tersebut berbeda dengan area pedalaman, menjadi Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kilogramnya, bahkan bisa menembus Rp30.000 per kilogram jika kondisi cuaca sedang buruk.

"Kalau di wilayah perkotaan harganya sekitar Rp13.000 sampai Rp15.000 per kilogram. Tapi, di pedalaman bisa Rp17.000 sampai Rp18.000. Saat terjadi hujan, jadi susah kirim beras.

Harganya bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Adriano. Aksi emosional Adriano yang menangis saat membeberkan krisis distribusi pangan di wilayah kepulauan NTT tersebut, langsung direspons tegas oleh Mentan Amran. Di hadapan ribuan mahasiswa, Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog di lokasi acara dan memutuskan terbang langsung ke Alor guna memastikan ketersediaan serta stabilitas harga beras di daerah tersebut.

"Pak Dirut, itu Kabupaten Alor , ada gak gudang di sana? Bangun satu gudang sana ya. Kirim utusannya, kirim beras di sana dulu hari ini.

Saudara kita 300 ribu jiwa ini butuh beras murah. Kita kirim hari ini," kata Amran melalui sambungan telepon. Tak hanya menaruh perhatian pada persoalan pangan yang dihadapi daerah asal Adriano, Amran Sulaiman juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi mahasiswa tersebut.

Mengetahui Adriano merupakan mahasiswa perantau yang tinggal di kos dan harus berjuang secara mandiri untuk menempuh pendidikan di Undip , Amran pun memberikan kejutan. Mentan Amran menegaskan akan menanggung seluruh biaya sewa tempat tinggal Adriano selama menjalani perkuliahan. "Ini kos-kosanmu 2 tahun ya, Nak.

Kamu monitor aja (harga beras ), nanti lapor sama saya lagi," kata Mentan. Lantas, seperti apa sosok Adriano Padama ?

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sosok Adriano Padama Mahasiswa Undip Suarakan?

Sosok Adriano Padama Mahasiswa Undip Suarakan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sosok Adriano Padama Mahasiswa Undip Suarakan matter?

Sosok Adriano Padama Mahasiswa Undip Suarakan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.