Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal Para Gen Z, Upaya TBIG Siapkan Lulusan SMK Hadapi Dunia Industri

Published Oktober 19, 2026 · Updated Oktober 19, 2026 · By Emily Rodriguez - beritahitam.com

Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com

Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal Lulusan SMK

Beritahitam.com – Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal, lulusan SMK memiliki landasan untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Namun, kesiapan tersebut tidak hanya bergantung pada ijazah dan kemampuan teknis, melainkan juga kemauan belajar, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Hal itu dirasakan Riza Bayhaqi Rangkuty, lulusan SMK 11 Maret Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pada usia 19 tahun, ia memandang kelulusan sebagai awal untuk terus mengembangkan diri, bukan akhir dari proses belajar.

Riza kini bekerja sebagai teknisi instalasi internet rumah di PT Ciptajaya Sejahtera Abadi atau PT CSA. Bekal dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan membantunya memahami pekerjaan, sementara pelatihan tambahan memberinya gambaran lebih luas mengenai tuntutan di lapangan.

Belajar dan Mengasah Kemampuan Setelah Lulus

Bagi Riza, lulusan SMK perlu aktif memperkaya ilmu dan pengalaman. Pelatihan, praktik kerja, kegiatan sekolah, hingga pengalaman di luar lingkungan pendidikan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia profesional.

“Sebagai lulusan SMK kita harus otomatis siap menghadapi dunia kerja, dan kita harus aktif, gigih dalam memperkaya ilmu, termasuk mengembangkan soft skill. Pokoknya harus terus belajar dan mengasah kemampuan diri,” ujar Riza.

Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal bagi generasi muda, penguasaan hard skill perlu dilengkapi dengan soft skill. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, menerima masukan, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun sikap profesional.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMK, Riza mengikuti pelatihan yang diselenggarakan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk atau TBIG pada Agustus 2025. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR TBIG.

Memahami Dunia Industri melalui Teori dan Praktik

TBIG merupakan penyedia infrastruktur telekomunikasi yang mendukung penempatan BTS oleh operator telekomunikasi di Indonesia. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi teori sekaligus praktik untuk mengenal kebutuhan kerja di sektor industri.

Riza mempelajari komunikasi, konsep SMK 3M yang mencakup Mandiri, Mampu, dan Menginspirasi, serta wawasan tentang proses bisnis. Materi tersebut melengkapi pengetahuan teknis yang telah dipelajarinya di sekolah.

Selain pembelajaran daring, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti praktik langsung di lokasi. Salah satu kegiatan on-site dilakukan di wilayah Duren Sawit, Bekasi, sehingga peserta dapat melihat penerapan pengetahuan dalam situasi kerja yang lebih nyata.

“Pengalaman saya sangat berkesan karena selain mendapatkan teori, saya juga mendapat kesempatan praktik langsung, baik secara online maupun on-site,” ungkap Riza.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal, pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik dapat membantu lulusan memahami perbedaan antara materi kelas dan kondisi pekerjaan sebenarnya. Dalam bidang jaringan serta infrastruktur telekomunikasi, ketelitian, pemahaman prosedur, dan kesiapan menghadapi kondisi lapangan sangat dibutuhkan.

Peran Pendidikan Vokasi bagi Kesiapan Kerja Gen Z

Pendidikan vokasi berperan dalam membentuk lulusan yang memiliki keterampilan sesuai bidangnya. Bagi siswa SMK, kompetensi teknis seperti instalasi jaringan, pengoperasian perangkat, dan pemahaman sistem kerja dapat menjadi modal awal untuk memasuki industri.

Namun, dunia kerja juga membutuhkan pribadi yang mampu beradaptasi. Lulusan perlu terus mengikuti perkembangan teknologi, memahami cara berinteraksi dengan rekan kerja dan pelanggan, serta menjaga komitmen terhadap tugas yang dijalankan.

Pengalaman Riza menjadi contoh bahwa pendidikan kejuruan dan pelatihan tambahan dapat saling melengkapi. Ketika Pendidikan Vokasi Jadi Bekal yang diperkuat pengalaman praktik, lulusan SMK dapat memiliki kepercayaan diri lebih besar untuk memulai perjalanan karier.

FAQ Pendidikan Vokasi dan Kesiapan Lulusan SMK

Apa manfaat pendidikan vokasi bagi lulusan SMK?

Pendidikan vokasi membantu siswa membangun keterampilan yang relevan dengan bidang kerja. Pembelajaran praktik juga dapat memudahkan lulusan memahami penerapan ilmu ketika memasuki dunia industri.

Apakah kemampuan teknis saja cukup untuk bekerja?

Tidak. Kemampuan teknis perlu didukung soft skill seperti komunikasi, kerja sama, disiplin, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar.

Bagaimana lulusan SMK dapat meningkatkan kesiapan kerja?

Lulusan dapat mengikuti pelatihan, mencari pengalaman praktik, memperluas pengetahuan di bidangnya, dan mengasah kemampuan interpersonal. Langkah tersebut dapat membantu mereka lebih siap menghadapi kebutuhan industri.

Related Reading