Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Aparat Tindak Pentolan OPM GW yang Diduga Terlibat Penembakan di Area Freeport dan Mile 69

Published Agustus 9, 2026 · Updated Agustus 9, 2026 · By James Miller - beritahitam.com

Foto : James Miller - beritahitam.com

Aparat Tindak Pentolan OPM GW Ditangkap di Tembagapura

Beritahitam.com – Aparat Tindak Pentolan OPM GW berhasil ditangkap dalam operasi gabungan yang berlangsung di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Operasi ini dipimpin oleh Komando Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole-2026 pada hari Jumat, 7 Agustus 2026. Penangkapan ini merupakan hasil dari investigasi mendalam dan pemantauan intensif yang dilakukan personel kepolisian di lapangan terhadap posisi GW yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

GW memiliki rekam jejak hukum yang cukup panjang sejak November 2017. Catatan pertama tercatat melalui LP/55/XI/2017/SEK. TEMBAGAPURA pada 14 November 2017. Saat itu, ia dituduh terlibat dalam insiden penembakan yang menargetkan kendaraan LWB di lokasi Mile 69. Akibat tembakan tersebut, seorang korban bernama RTS menderita luka di bagian paha kirinya.

Selain kasus pertama, GW juga tercatat dalam LP/39/III/2020/RES. MIMIKA yang dikeluarkan pada 30 Maret 2020. Rekam jejak kedua ini berkaitan dengan serangan bersenjata dan penembakan yang terjadi di area Office Building 1 milik PT Freeport Indonesia, tepatnya di Kuala Kencana, Kabupaten Mimika. Tragisnya, dalam kejadian itu seorang warga negara Selandia Baru bernama Graeme Thomas Wall yang berusia 57 tahun tewas. Dua pekerja lainnya juga mengalami cedera akibat insiden tersebut.

Mekanisme Penindakan dan Strategi Lapangan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, memberikan penjelasan mengenai mekanisme penegakan hukum yang dilakukan. Menurutnya, tindakan terhadap GW didasarkan pada pengembangan informasi bertahap oleh personel gabungan. Situasi medan yang berbukit dan berjurang menjadi pertimbangan tambahan dalam menentukan strategi penindakan.

Dalam pelaksanaan penegakan hukum, personel gabungan melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap target dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Karena situasi di lapangan ini jurang dan bukit, serta tetap berpedoman pada hukum yang berlaku,

— Kombes Pol. Yusuf Sutejo (Sabtu, 8/8/2026)

Yusuf menambahkan bahwa selama proses penangkapan, GW sempat mengalami luka-luka pada tubuhnya. Setelah mendapat pertolongan awal dari anggota kelompoknya, pria tersebut kemudian dibawa menuju kawasan hutan untuk menghindari pengejaran lebih lanjut. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan target maupun personel yang terlibat.

Konfirmasi Resmi dan Imbauan Publik

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian integral dari upaya kepolisian menegakkan hukum. Ia menjelaskan bahwa GW telah masuk dalam daftar pencarian orang dan terkait dengan beberapa perkara pidana yang sedang ditangani.

Penindakan terhadap GW dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan pemantauan personel di lapangan terhadap target yang telah masuk dalam daftar pencarian orang serta berkaitan dengan sejumlah perkara yang ditangani oleh kepolisian.

Menurut Faizal, seluruh rangkaian proses penegakan hukum dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan. Setiap langkah yang diambil personel merupakan refleksi dari data dan penyelidikan yang telah dimiliki oleh kepolisian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai operasi ini, pembaca dapat mengunjungi halaman regional Tribunnews.

Di sisi lain, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyampaikan imbauan kepada warga agar tidak terburu-buru menerima informasi. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Setiap informasi yang disampaikan kepada publik akan didasarkan pada fakta yang telah diverifikasi oleh petugas,

— Kombes Pol. Adarma Sinaga

Frequently Asked Questions (FAQ)

Siapa itu GW dalam konteks kasus ini? GW adalah seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga menjadi pentolan OPM dan terlibat dalam beberapa kasus penembakan di area Freeport dan Mile 69.

Kapan dan di mana GW ditangkap? GW ditangkap pada hari Jumat, 7 Agustus 2026, di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Apa saja kasus yang melibatkan GW? GW tercatat dalam dua kasus utama: insiden penembakan di Mile 69 pada November 2017 dan serangan di Office Building 1 PT Freeport Indonesia pada Maret 2020 yang menewaskan Graeme Thomas Wall.

Bagaimana kondisi GW setelah ditangkap? GW sempat mengalami luka-luka selama proses penangkapan dan kemudian dievakuasi ke kawasan hutan sebelum dibawa ke lokasi penahanan.

Operasi apa yang memimpin penangkapan GW? Penangkapan GW dipimpin oleh Komando Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Satgas Amole-2026 dalam rangka penegakan hukum di wilayah Papua Tengah.

Sebagai penutup, pihak kepolisian memastikan bahwa semua langkah yang diambil merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang sistematis. GW kini menjadi salah satu target penting dalam operasi yang berlangsung di wilayah Papua Tengah. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan terbaru melalui Tribunnews untuk informasi yang akurat dan terverifikasi.

Related Reading