Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Apkasi Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi Bencana Banjir Bandang Solok

Published Oktober 11, 2026 · Updated Oktober 11, 2026 · By John Moore - beritahitam.com

Foto : John Moore - beritahitam.com

Apkasi Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi Banjir Bandang Solok

Beritahitam.com – Apkasi Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi bencana banjir bandang di Kabupaten Solok melalui dukungan kemanusiaan serta perhatian terhadap kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah daerah masih menangani dampak bencana yang mengganggu kehidupan warga dan aktivitas pelayanan pemerintahan.

Dukungan tersebut disalurkan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) melalui program Apkasi Peduli. Bantuan ini menjadi bentuk solidaritas pemerintah kabupaten dari berbagai wilayah Indonesia bagi masyarakat terdampak di Solok, Sumatera Barat.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Bupati Solok pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ketua Umum Apkasi yang juga Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menyerahkan bantuan bersama Wakil Ketua Umum Apkasi sekaligus Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson. Bantuan diterima oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu.

Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok

Banjir bandang melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Bencana itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua warga mengalami luka berat, dan 14 warga lainnya mengalami luka ringan.

Sekitar 500 warga juga harus mengungsi ke sejumlah tempat penampungan. Sebagian pengungsi ditempatkan di posko yang tersedia, termasuk rumah bupati dan wakil bupati, sebagai langkah perlindungan sementara ketika kondisi di sejumlah kawasan belum aman untuk dihuni.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh warga di kawasan permukiman. Kompleks perkantoran dan pusat pemerintahan Kabupaten Solok turut terdampak, sehingga kegiatan administrasi dan pelayanan publik tidak berjalan normal selama hampir sepekan.

Kondisi tersebut membuat pemulihan harus dilakukan pada beberapa sisi sekaligus, mulai dari keselamatan warga, pembersihan material, pemulihan fasilitas umum, hingga pengaktifan kembali pelayanan pemerintahan. Karena itu, Apkasi Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi menjadi perhatian penting dalam penanganan pascabencana di Solok.

Masa Tanggap Darurat Masih Berjalan

Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa Kabupaten Solok masih berada dalam masa tanggap darurat tahap kedua hingga 12 Oktober 2026. Perpanjangan dilakukan karena material berat dan kerusakan di sekitar kompleks perkantoran masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pada fase ini, pemerintah daerah melanjutkan pembersihan kawasan terdampak, penanganan kebutuhan mendesak, serta upaya memastikan warga memperoleh perlindungan yang diperlukan. Setelah tahap darurat berakhir, perhatian akan diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Yang kami butuhkan saat ini adalah dukungan pemerintah pusat terhadap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami meyakini Apkasi yang membawahi 416 pemerintah kabupaten seluruh Indonesia peduli terhadap bencana di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Jon.

Rehabilitasi diperlukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas dan lingkungan yang terdampak, sementara rekonstruksi menjadi langkah jangka panjang setelah tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan dipetakan. Kedua proses itu penting agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan masyarakat dapat pulih secara bertahap.

Solidaritas Antarwilayah untuk Solok

Bantuan Apkasi Peduli dinilai membantu kebutuhan kemanusiaan sekaligus memperkuat semangat masyarakat dan aparatur daerah. Dukungan dari pemerintah kabupaten lain menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kepedulian serta koordinasi lintaswilayah.

Jon menyampaikan apresiasi atas bantuan dan dukungan moral yang diberikan kepada masyarakat Solok. Menurutnya, perhatian tersebut memberi penguatan bagi warga dan pemerintah daerah dalam menjalani masa pemulihan.

“Solok tidak sendiri. Itu yang kami rasakan pada hari ini,” katanya.

Apkasi Dorong Percepatan Pemulihan dan Mitigasi melalui dukungan bagi penanganan saat ini serta perhatian terhadap kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Selama masa tanggap darurat berlangsung, prioritas tetap ditujukan pada keselamatan warga, penanganan dampak yang belum selesai, dan pemulihan layanan publik.

FAQ Banjir Bandang Solok

Kapan banjir bandang terjadi di Kabupaten Solok?

Banjir bandang terjadi pada 21 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.

Berapa warga yang mengungsi akibat banjir bandang Solok?

Sekitar 500 warga mengungsi ke sejumlah lokasi penampungan yang telah disiapkan.

Sampai kapan masa tanggap darurat tahap kedua berlangsung?

Masa tanggap darurat tahap kedua di Kabupaten Solok berlangsung hingga 12 Oktober 2026.

Apa kebutuhan utama setelah masa darurat?

Pemerintah Kabupaten Solok membutuhkan dukungan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan fasilitas terdampak serta pelayanan kepada masyarakat.

Related Reading