Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ini Identitas 3 Anggota DPRD di Jatim Diamankan Kasus Narkoba di Surabaya

Published September 30, 2026 · Updated September 30, 2026 · By William Gonzalez - beritahitam.com

Foto : William Gonzalez - beritahitam.com

Delapan Orang Diamankan dalam Penggerebekan Dugaan Narkotika di Hotel Surabaya

Beritahitam.com – Polrestabes Surabaya mengamankan delapan orang dari sebuah kamar hotel di Surabaya pada Senin dini hari, 28 September 2026, dalam penindakan terkait dugaan penyalahgunaan narkotika. Tiga di antaranya merupakan anggota DPRD dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur.

Tiga anggota DPRD tersebut berinisial ARM, anggota DPRD Kabupaten Situbondo; AM, anggota DPRD Kabupaten Malang; serta ADR, anggota DPRD Banyuwangi. Ketiganya disebut sebagai kader Partai Gerindra. Lima orang lain yang turut diamankan memiliki inisial F, R, K, N, dan Ro.

Penindakan dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya setelah adanya informasi masyarakat mengenai dugaan kegiatan penggunaan narkotika di salah satu kamar hotel. Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengonfirmasi adanya operasi tersebut pada Rabu, 30 September 2026.

Informasi Warga Memicu Penggerebekan

Kasus ini bermula dari informasi mengenai seorang pengguna narkotika berinisial N yang diduga sedang melakukan pesta narkoba di kamar hotel tersebut. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan melakukan penggeledahan.

Di dalam kamar, polisi menemukan delapan orang yang diduga sedang menggunakan narkotika. Hadi menyampaikan bahwa mereka sebelumnya memiliki janji untuk berkegiatan di hotel di Surabaya.

“Saat itu delapan orang itu memang ada janji kegiatan di salah satu hotel di Surabaya, kemudian dari informasi masyarakat, dilakukan penggeledahan dan didapati ada delapan orang yang sedang menggunakan narkoba,” paparnya.

Penggerebekan di ruang hotel menjadi bagian penting dari penanganan perkara karena petugas dapat mengamankan orang-orang yang berada di lokasi sekaligus sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penggunaan narkotika. Proses hukum dan asesmen selanjutnya masih berjalan.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi

Dalam operasi itu, petugas menyita satu plastik sabu bekas pakai, dua butir pil ekstasi berwarna kuning, alat hisap, korek api, serta sebungkus rokok bekas yang diduga digunakan untuk menyimpan sabu.

Keterangan yang diperoleh penyidik dari N mengarah pada seseorang berinisial C yang telah masuk daftar pencarian orang atau DPO. N disebut membeli sabu dan ekstasi dari C di wilayah Surabaya.

“Dari keterangan saudara N, yang bersangkutan membeli narkoba dan ekstasi dari seseorang berinisial C (DPO) di salah satu alamat di wilayah Surabaya,” ucap Hadi.

Temuan barang bukti dan keterangan para pihak menjadi bagian dari pendalaman oleh aparat. Identitas pihak berinisial C masih dicari dalam rangka pengembangan penanganan dugaan peredaran narkotika tersebut.

Hasil Tes Urine dan Asesmen BNN

Hasil pemeriksaan awal memperlihatkan tujuh orang menggunakan ekstasi. Sementara itu, N dinyatakan mengonsumsi sabu dan ekstasi. Seluruh orang yang diamankan kemudian diserahkan Polrestabes Surabaya kepada Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya untuk menjalani asesmen lebih lanjut.

Proses itu ditangani Tim Asesmen Terpadu atau TAT BNN Surabaya. Asesmen diperlukan untuk menilai kondisi masing-masing orang yang diamankan serta menentukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

“Dilakukan sesuai prosedur melalui TAT, tentunya nanti tunggu hasil dari tim asesmen terpadu masih dalam pemeriksaan di BNN Kota Surabaya,” kata Hadi pada Rabu, 30 September 2026.

Asesmen terpadu merupakan tahapan yang membedakan penanganan setiap orang dalam perkara narkotika. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi langkah lanjutan, termasuk penilaian terkait dugaan penggunaan narkotika dan penanganan yang sesuai.

Penanganan Perkara Masih Berlanjut

Delapan orang tersebut masih menjalani pemeriksaan melalui mekanisme BNN Kota Surabaya. Informasi mengenai tindak lanjut terhadap mereka bergantung pada hasil asesmen terpadu dan proses penyelidikan yang sedang dilakukan.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya respons terhadap informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika. Dalam kejadian di Surabaya ini, laporan warga menjadi pintu awal bagi aparat untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan menemukan delapan orang di dalam kamar hotel.

Kehadiran tiga anggota DPRD di antara orang yang diamankan membuat perkara ini mendapat perhatian publik. Meski demikian, status dan tindak lanjut bagi masing-masing individu tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi dari Tim Asesmen Terpadu BNN Surabaya serta pendalaman kepolisian.

Polrestabes Surabaya masih menelusuri rangkaian peristiwa, termasuk dugaan asal narkotika yang ditemukan di lokasi. Pencarian terhadap C yang berstatus DPO juga menjadi bagian dari upaya mengungkap pihak yang diduga memasok sabu dan ekstasi dalam kasus tersebut.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Ini Identitas 3 Anggota DPRD di Jatim?

Ini Identitas 3 Anggota DPRD di Jatim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ini Identitas 3 Anggota DPRD di Jatim matter?

Ini Identitas 3 Anggota DPRD di Jatim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.