Nasib Anggota TNI Pengawal Pribadi Gubernur Maluku Usai Viral Sebut Mahasiswa Monyet
Serka La Rahimu Akui Sebut "Monyet" ke Mahasiswa, Minta Maaf Usai Insiden di Lapangan Merdeka Ambon
Permintaan Maaf dan Pengakuan
Beritahitam.com – Sersan Kepala (Serka) La Rahimu, pengawal pribadi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, akhirnya tampil menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Dalam pernyataannya, ia mengakui secara terbuka bahwa dirinya telah melontarkan kata "monyet" kepada seorang mahasiswa yang saat itu hendak menyerahkan surat resmi.
"Monyet"
Kata tersebut menjadi pemicu viralnya insiden yang terjadi pada Senin (17/8/2026), bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIT, tepat setelah Hendrik Lewerissa menyelesaikan tugasnya sebagai inspektur upacara dan mulai meninggalkan area lapangan. Saat gubernur menuruni tangga menuju kendaraan dinasnya, lima mahasiswa dari Pegunungan Pulau Seram bergerak mendekat.
Kelima mahasiswa itu terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka mengenakan ikat kepala merah sebagai lambang perjuangan masyarakat adat Pegunungan Seram Utara. Tidak ada pengeras suara maupun spanduk besar yang dibawa. Yang mereka pegang hanyalah dua poster berwarna merah serta sepotong bambu berisi surat dari Raja Tanah Manusela, Sepnat Amanukuany, yang ditujukan langsung kepada gubernur.
Momen ketika salah satu dari mereka mencoba mendekati Hendrik Lewerissa justru dihalangi oleh pengawal pribadi gubernur. Terjadi aksi saling tarik hingga situasi memanas. Dalam kekacauan itulah, Wili Ropena—salah satu mahasiswa yang terlibat—mengaku menerima hinaan berupa kata "monyet" dari mulut La Rahimu.
Niat Awal yang Berujung Insiden
Sejak awal, Wili Ropena beserta empat rekannya berniat menyampaikan aspirasi masyarakat adat kepada Gubernur Maluku usai upacara kemerdekaan. Surat dari Sepnat Amanukuany, Raja Tanah Manusela di Pegunungan Seram Utara, seharusnya diserahkan langsung ke tangan gubernur. Namun, upaya itu justru berujung pada penghinaan yang kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nasib Anggota TNI Pengawal Pribadi Gubernur?Nasib Anggota TNI Pengawal Pribadi Gubernur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nasib Anggota TNI Pengawal Pribadi Gubernur matter?Nasib Anggota TNI Pengawal Pribadi Gubernur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.