Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Cerita di Balik Album Sound of Panca hingga Dipilih Jadi OST Film Menang untuk Kalah

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By Karen Martinez - beritahitam.com

Foto : Karen Martinez - beritahitam.com

Album Sound of Panca Jadi OST Film Menang untuk Kalah

Beritahitam.com – Cerita di Balik Album Sound of Panca yang berjudul "Menang untuk Kalah" kini semakin dikenal luas. Album debut band ini berhasil menarik perhatian tidak hanya sebagai karya musik, tetapi juga ketika ditetapkan sebagai soundtrack resmi untuk film dengan judul yang sama. Film tersebut rencananya akan tayang di layar lebar Indonesia dan membawa pesan anti-perjudian yang kuat.

Kolaborasi antara Sound of Panca dengan film "Menang untuk Kalah" bukan tanpa alasan. Band ini sejak awal ingin menyampaikan peringatan mengenai risiko judi melalui rekaman mereka. Ketika pihak film mendekati mereka, kesamaan visi inilah yang menjadi fondasi utama dari kerja sama ini.

Proses Kolaborasi yang Mudah dalam Industri Seni

Faris dan Alam Nirza, anggota Sound of Panca, menceritakan pengalaman mereka dalam sesi wawancara eksklusif melalui Podcast On Cam Every Night yang disiarkan Tribunnews. Menurut Faris, proses ini berjalan lancar karena lingkup industri seni yang relatif kecil.

"Pada dasarnya kan di dunia seni ini kan kecil, ya, itu-itu aja orangnya, ya," jelas Faris seperti yang dikutip Tribunnews pada Sabtu (1/8/2026).

Interaksi antar pihak yang sudah saling mengenal memudahkan diskusi mengenai proyek ini. Setelah berbagai pembahasan, semua pihak akhirnya menemukan titik temu kepentingan. Dari kesamaan tersebut, mereka memutuskan untuk melaksanakan kolaborasi yang mengaitkan musik Sound of Panca dengan film "Menang untuk Kalah".

"Kita ngobrol-ngobrol sih. Akhirnya kepentingannya sama, ketemu, ya, kita jalanin," tambah Faris.

Alam Nirza Ungkap Alasan Menjadi Soundtrack Film

Alam Nirza, yang berperan sebagai pemain bass dalam Sound of Panca, kemudian menguraikan alasan kelompoknya menerima tawaran untuk menjadikan karya mereka sebagai soundtrack film. Ia menegaskan bahwa terdapat keselarasan pesan antara album dan film, sehingga kolaborasi ini terasa sangat tepat.

"Ya, kita setuju untuk membuat soundtrack di film tersebut karena itu tadi, sama nih, kita lagi menyuarakan hal yang sama, gitu," ungkap Alam Nirza.

Kesamaan visi ini kemudian mempererat komunikasi antara Sound of Panca dengan rumah produksi film. Dengan demikian, album "Menang untuk Kalah" tidak hanya berdiri sebagai karya musik mandiri, tetapi juga menjadi bagian dari cerita visual yang akan dinikmati penonton Indonesia.

Pesan Anti-Judi yang Relevan untuk Masyarakat

Album Sound of Panca membawa pesan yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Melalui lagu "Menang untuk Kalah", band ini ingin mengingatkan bahwa judi pada akhirnya selalu berakhir dengan kekalahan. Pesan ini juga sejalan dengan narasi film yang mengangkat tema serupa.

Keterlibatan Sound of Panca dalam proyek sinematik ini menunjukkan bahwa musik dapat menjadi media penyampaian pesan sosial yang efektif. Album ini tidak hanya dinikmati sebagai karya seni, tetapi juga sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Album Sound of Panca

1. Kapan album Sound of Panca dirilis? Album debut Sound of Panca berjudul "Menang untuk Kalah" dirilis sebelum ditetapkan sebagai soundtrack film dengan judul yang sama.

2. Siapa saja anggota Sound of Panca? Anggota Sound of Panca yang disebutkan dalam wawancara meliputi Faris sebagai vokalis dan Alam Nirza sebagai pemain bass.

3. Apa pesan utama dari lagu "Menang untuk Kalah"? Lagu ini menyampaikan peringatan mengenai risiko judi dan bagaimana pada akhirnya judi selalu berakhir dengan kekalahan.

4. Apakah film "Menang untuk Kalah" sudah tayang? Film tersebut rencananya akan tayang di layar lebar Indonesia dengan Sound of Panca sebagai salah satu soundtrack resminya.

5. Di mana Sound of Panca menceritakan proses kolaborasi ini? Mereka menceritakan pengalaman dalam sesi wawancara eksklusif melalui Podcast On Cam Every Night yang disiarkan Tribunnews.

Related Reading