Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana Bertambah, Dewi Wulan Minta sang Selebgram Segera Ditangkap
Aduan Baru Muncul dalam Dugaan Penipuan yang Dikaitkan dengan Lisa Mariana
Beritahitam.com – Model Dewi Wulan Sari kembali membagikan adanya pengaduan baru yang berkaitan dengan dugaan penipuan oleh selebgram Lisa Mariana. Melalui akun Instagram pribadinya, perempuan yang juga dikenal dengan julukan Dewi Menyala itu mengunggah tangkapan layar percakapan dari seseorang yang meminta pertolongan.
Dalam pesan tersebut, pengirim menyampaikan bahwa temannya bukan hanya mengaku mengalami kerugian, tetapi juga merasa dipermalukan. Aduan itu menambah rangkaian keluhan yang sebelumnya telah disuarakan Dewi terkait persoalan dengan perempuan bernama lengkap Lisa Mariana Presley Zulkandar.
“Kak, temen aku ada yang dipermalukan Lisa, padahal Lisa penipu juga,”
Pesan itu disebut diterima Dewi dan diunggah pada Senin, 12 Oktober 2026. Pengirim pesan kemudian memohon agar Dewi bersedia membantu menangani persoalan yang dialami temannya, meski mengakui bahwa Dewi bukan pihak yang terlibat langsung dalam masalah tersebut.
“Plis bantu kak, padahal Lisa bukan yang ada urusan kak,”
Dewi Meminta Bukti Pendukung
Menanggapi permintaan itu, Dewi tidak langsung menyimpulkan isi pengaduan. Ia meminta agar pengirim pesan menyertakan bukti yang dapat mendukung klaim tersebut. Langkah ini menjadi penting karena setiap tuduhan dugaan penipuan maupun tindakan mempermalukan seseorang membutuhkan keterangan dan dokumentasi yang bisa diperiksa.
“Kirim barang bukti,”
Dewi juga menyatakan rencananya untuk memasukkan pihak yang mengadu ke dalam grup yang berisi orang-orang yang disebut sebagai korban LM. Grup tersebut tampaknya digunakan sebagai ruang komunikasi bagi pihak-pihak yang ingin menyampaikan pengalaman mereka serta mengumpulkan informasi terkait persoalan serupa.
“Aku masukin grub korban LM,”
Keberadaan kelompok komunikasi seperti itu dapat membantu pihak yang merasa dirugikan untuk saling menghubungkan informasi. Namun, pembahasan di ruang semacam ini tetap perlu disertai kehati-hatian. Bukti transaksi, percakapan, identitas penjual, rincian barang, serta kronologi kejadian menjadi hal penting apabila sebuah persoalan nantinya ingin dibawa melalui jalur hukum.
Desakan agar Aparat Menindaklanjuti
Setelah menerima aduan baru tersebut, Dewi kembali menyampaikan desakan kepada kepolisian. Ia menilai keluhan mengenai dugaan penipuan yang dikaitkan dengan Lisa Mariana terus berdatangan. Dalam keterangannya, Dewi meminta agar ada tindakan tegas, bukan sekadar pernyataan tanpa tindak lanjut.
“Gimana ini Bapak (polisi)? Tiap hari ada aja yang ditipu sama LM ini, segera deh tangkap jangan omon-omon saja,”
Pernyataan Dewi merupakan bentuk tuntutan agar keluhan para pihak yang merasa menjadi korban dapat ditangani secara serius. Meski demikian, penetapan status hukum seseorang tetap berada dalam kewenangan aparat penegak hukum dan harus melalui proses pemeriksaan, pengumpulan bukti, serta verifikasi keterangan dari berbagai pihak.
Bagi masyarakat yang merasa mengalami persoalan transaksi daring, menyimpan seluruh jejak komunikasi menjadi langkah yang sangat penting. Bukti pembayaran, alamat pengiriman, rekaman percakapan, foto produk, hingga akun yang digunakan untuk bertransaksi dapat membantu memperjelas kronologi. Informasi tersebut juga dapat membedakan antara keluhan konsumen, sengketa transaksi, dan dugaan tindak pidana yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Konflik Dewi Wulan dan Lisa Mariana
Perselisihan Dewi Wulan dengan Lisa Mariana telah berlangsung sejak pertengahan 2025. Konflik itu bermula dari dugaan persoalan penjualan piyama secara daring. Dewi saat itu mengaku geram karena merasa menjadi pihak yang dirugikan dalam transaksi tersebut.
Sejak persoalan itu mencuat, Dewi beberapa kali menyuarakan adanya orang lain yang mengaku memiliki pengalaman serupa. Aduan terbaru yang dibagikannya memperlihatkan bahwa isu tersebut masih menjadi perhatian, terutama bagi orang-orang yang merasa pernah berurusan dalam transaksi dengan Lisa Mariana.
Penjualan barang melalui media sosial memang memudahkan pembeli dan penjual untuk bertransaksi tanpa harus bertemu langsung. Di sisi lain, pembeli perlu memastikan identitas akun, kejelasan produk, harga, metode pembayaran, dan mekanisme pengiriman sebelum melakukan transaksi. Penjual juga perlu memberikan informasi yang transparan agar tidak muncul kesalahpahaman maupun sengketa setelah pembayaran dilakukan.
Pentingnya Memeriksa Fakta dalam Pengaduan Daring
Pengaduan yang tersebar di media sosial dapat menjadi awal bagi seseorang untuk mencari bantuan, tetapi informasi tersebut tetap perlu diuji. Tuduhan yang beredar belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran hukum. Karena itu, setiap pihak sebaiknya menghindari penyebaran data pribadi, penghinaan, atau kesimpulan sepihak sebelum ada kejelasan atas kejadian yang dipersoalkan.
Dalam perkara yang berkaitan dengan transaksi daring, kronologi yang runtut akan sangat membantu. Pihak yang mengadu sebaiknya mencatat kapan transaksi terjadi, nilai pembayaran, barang atau jasa yang dijanjikan, komunikasi setelah pembayaran, serta upaya penyelesaian yang telah dilakukan. Jika terdapat dugaan kerugian, bukti-bukti tersebut dapat menjadi dasar untuk meminta penjelasan atau menempuh langkah hukum sesuai ketentuan.
Hingga pengaduan baru itu dibagikan Dewi Wulan, persoalan dugaan penipuan yang dikaitkan dengan Lisa Mariana masih menjadi pembicaraan. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kelengkapan bukti, keterangan para pihak, dan tindak lanjut dari pihak berwenang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana Bertambah?Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana Bertambah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana Bertambah matter?Korban Dugaan Penipuan Lisa Mariana Bertambah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.