Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan Hak Asuh Anak Berpindah dari Sarwendah ke Ruben Onsu
Praktisi Hukum: Hak Asuh Anak Bisa Berpindah
Beritahitam.com – Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan peralihan hak asuh anak menjadi topik hangat setelah Ruben Onsu resmi menggugat perwalian ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Abdul Rofi Syakur Alhadi, advokat yang juga menjabat direktur LBH-RAKYAT Lampung Timur, menegaskan bahwa hak asuh tidak bersifat permanen. Dalam wawancara di kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah, Selasa (18/8/2026), Rofi menjelaskan bahwa pengadilan memiliki kewenangan penuh untuk mengubah pengaturan perwalian apabila syarat-syarat tertentu terpenuhi.
Dasar Yuridis Pergeseran Hak Asuh
Rofi merinci tiga kondisi yang membuka ruang bagi pengadilan untuk mengalihkan hak asuh. Kondisi pertama muncul ketika pihak yang saat ini memegang perwalian terbukti lalai atau gagal memenuhi kewajiban pengasuhan secara memadai. Kondisi kedua terjadi apabila pengasuh aktif menghambat hubungan emosional anak dengan orang tua lainnya. Kondisi ketiga berkaitan dengan hadirnya situasi baru yang secara objektif lebih menjamin kesejahteraan dan keselamatan anak.
"Apabila kemudian terbukti bahwa pengasuh tidak lagi menjalankan kewajibannya dengan baik, tidak mendukung hubungan anak dengan orang tua lainnya, terdapat keadaan baru yang lebih menjamin kepentingan anak, maka pengadilan dapat mengubah pengaturan hak asuh."
Ia menambahkan bahwa dalam setiap perkara perebutan perwalian, tolok ukur tunggal yang harus dipegang hakim adalah kepentingan terbaik anak, bukan preferensi salah satu orang tua. Prinsip the best interests of the child menjadi landasan normatif yang tidak bisa dinegosikan oleh para pihak.
"Yang menjadi ukuran utama bukan kepentingan ayah maupun ibu, melainkan kepentingan terbaik bagi anak atau the best interests of the child."
Kronologi Sengketa Sarwendah dan Ruben Onsu
Ketegangan publik antara penyanyi Sarwendah (36) dan presenter Ruben Onsu (43) membesar sejak keduanya resmi bercerai pada tahun 2024. Pasca-perceraian, Ruben berulang kali mengeluhkan keterbatasan aksesnya untuk bertemu anak. Sarwendah membalas keluhan tersebut dengan nada menyindir, sehingga memicu reaksi luas di media sosial. Publik juga menyoroti dugaan bahwa Sarwendah lebih sering mempertemukan anak dengan kekasih barunya, pengusaha Giorgio Antonio, ketimbang dengan ayah kandungnya.
Sebelum proses perceraian rampung pada 2024, kedua belah pihak dilaporkan telah menandatangani akta kesepakatan bersama yang mengatur pembagian hak asuh. Dokumen tersebut kini menjadi salah satu rujukan utama dalam perkara yang tengah berjalan. Pasangan yang mengikat pernikahan pada tahun 2013 ini harus menyelesaikan sengketa perwalian melalui jalur hukum formal.
Gugatan Perwalian di PN Jakarta Selatan
Pada akhir Juni 2026, Ruben Onsu mengajukan gugatan perwalian anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan tujuan memindahkan hak asuh yang sebelumnya berada di tangan Sarwendah. Langkah hukum ini langsung menarik perhatian pengamat, termasuk Abdul Rofi Syakur Alhadi yang menilai secara yuridis peralihan hak asuh sangat dimungkinkan sepanjang bukti-bukti pendukung terpenuhi di persidangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah hak asuh yang sudah diputus pengadilan bisa diubah kembali? Ya. Selama anak belum dewasa dan terdapat alasan yang cukup—seperti kelalaian pengasuhan, penghambatan hubungan dengan orang tua lain, atau perubahan kondisi yang memengaruhi kesejahteraan anak—pihak yang berkepentingan dapat mengajukan permohonan perubahan ke pengadilan.
Apa peran akta kesepakatan pra-perceraian dalam sengketa perwalian? Akta kesepakatan menjadi rujukan awal bagi hakim, namun tidak mengikat secara mutlak. Jika situasi berubah dan kepentingan anak menuntut pengaturan baru, pengadilan tetap berwenang menyimpang dari isi akta tersebut.
Siapa yang menentukan kepentingan terbaik anak? Hakim yang mengadili perkara perwalian, dengan mempertimbangkan keterangan ahli, laporan sosial, serta bukti-bukti yang diajukan kedua pihak. Orang tua tidak dapat memaksakan kehendak pribadi di atas kebutuhan anak.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan Hak Asuh?Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan Hak Asuh is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan Hak Asuh matter?Pandangan Praktisi Hukum soal Kemungkinan Hak Asuh matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.