Praktisi Hukum Ungkap Hal-hal yang Bisa Buat Ruben Onsu Menangkan Gugatan Hak Asuh Anak
Praktisi Hukum Ungkap Hal-hal Ruben Onsu Menang Gugatan
Beritahitam.com – Praktisi Hukum Ungkap Hal hal yang menjadi kunci kemenangan Ruben Onsu dalam gugatan hak asuh anak. Perselisihan panjang antara Ruben Onsu bersama Sarwendah mengenai hak asuh anak terus berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam perkembangan terkini, praktisi hukum Jaenudin memberikan analisis mendalam mengenai peluang yang dimiliki Ruben untuk memenangkan gugatan terhadap mantan istrinya. Menurut pandangan Jaenudin, kunci keberhasilan terletak pada kemampuan Ruben menghadirkan bukti-bukti kuat yang meyakinkan majelis hakim tentang perlunya pengalihan hak asuh sepenuhnya kepada sang ayah.
Faktor Penentu dalam Gugatan Hak Asuh Anak
Salah satu pertimbangan utama yang dapat menguntungkan Ruben adalah apabila ia berhasil membuktikan adanya tindakan yang merugikan atau membahayakan anak-anak selama berada dalam pengasuhan Sarwendah. Jaenudin menjelaskan beberapa hal yang dapat memperkuat posisi Ruben, termasuk bukti adanya kekerasan terhadap anak atau tindakan penelantaran yang dilakukan oleh pihak Sarwendah. Hal ini menjadi sangat krusial karena pengadilan akan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak sebagai prioritas utama.
Selain itu, apabila Sarwendah terbukti melakukan tindak pidana, baik kasus narkoba maupun pelanggaran hukum lainnya, hal tersebut juga dapat menjadi pertimbangan penting dalam perkara hak asuh. Jaenudin menegaskan bahwa bukti-bukti ini harus dikumpulkan secara sistematis dan disajikan dengan jelas kepada pengadilan. Praktik hukum menunjukkan bahwa kasus-kasus serupa sering kali dimenangkan oleh pihak yang mampu menghadirkan bukti kuat tentang ketidakmampuan pihak lain dalam mengasuh anak.
"Kalau Ruben mampu membuktikan bahwa Sarwendah telah melakukan kekerasan terhadap anak, tidak merawat anak, menelantarkan anak, atau Sarwendah melakukan perbuatan hukum yang melanggar seperti narkoba dan sebagainya, itu yang harusnya dijadikan dasar," kata Jaenudin kepada awak media, Rabu (12/8/2026).
Peran Anak dalam Menentukan Pilihan
Meskipun bukti-bukti tersebut sangat penting, Jaenudin juga menyoroti aspek lain yang tidak kalah krusial. Anak-anak Ruben saat ini sudah berada dalam usia yang seharusnya mampu menentukan pilihannya sendiri untuk ikut dengan siapa. Dalam sidang tertutup yang akan datang, anak-anak dipastikan akan dimintai pendapat mereka mengenai siapa yang ingin mereka tempati bersama. Faktor ini menjadi semakin penting karena pengadilan Indonesia semakin mengakui hak anak untuk bersuara dalam perkara hak asuh.
"Kalau kita perlu mendasar lagi, itu anak sudah besar, jadi anak itu nanti menentukan. Pasti anak itu dalam sidang tertutup dimintai pendapat," jelasnya. Pendapat anak-anak ini akan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi majelis hakim dalam mengambil keputusan akhir mengenai hak asuh.
Mediasi Ditunda dan Harapan Ruben
Terkait usaha yang sedang dilakukan oleh Ruben, Jaenudin berharap pihak sang presenter memiliki sebuah bukti kunci yang nanti bisa memenangkan hak asuh. "Ya kita berharap Ruben punya kartu AS, dan kalaupun ada kartu AS, untuk hak asuh secara penuh dia menguasai itu sulit," ujar Jaenudin. Kartu AS atau kartu as dalam konteks ini merujuk pada bukti-bukti kuat yang dapat mengubah arah putusan pengadilan.
Sebelumnya, Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak karena merasa tidak mendapatkan haknya sebagai ayah untuk bertemu kedua putrinya sejak cerai pada tahun 2024. Selain itu, Ruben juga mempermasalahkan dirinya yang tak pernah dilibatkan di dalam kepentingan yang berkaitan dengan anak. Hal ini menunjukkan bahwa Ruben merasa hak-haknya sebagai ayah telah diabaikan oleh mantan istrinya selama ini.
Proses Hukum yang Masih Berjalan
Proses hukum dalam perkara hak asuh ini masih terus berjalan dengan berbagai tahapan yang harus dilalui. Mediasi yang sebelumnya dijadwalkan telah ditunda untuk memberikan waktu bagi kedua belah pihak mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Jaenudin menjelaskan bahwa proses mediasi yang ditunda ini sebenarnya menguntungkan Ruben karena ia memiliki lebih banyak waktu untuk menyiapkan strategi hukumnya.
Dalam praktik hukum Indonesia, perkara hak asuh anak biasanya memerlukan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk diselesaikan sepenuhnya. Ruben Onsu diharapkan dapat memanfaatkan waktu ini dengan optimal untuk mengumpulkan semua bukti yang diperlukan. Dengan dukungan tim hukum yang solid dan bukti-bukti yang kuat, peluang Ruben untuk memenangkan gugatan hak asuh anak semakin besar.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Gugatan Hak Asuh Ruben Onsu
Apa saja bukti yang dibutuhkan Ruben Onsu untuk memenangkan gugatan hak asuh? Bukti yang dibutuhkan antara lain bukti kekerasan terhadap anak, bukti penelantaran, bukti adanya tindak pidana dari Sarwendah, serta bukti bahwa Ruben mampu memberikan pengasuhan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
Kapan sidang tertutup untuk mendengarkan pendapat anak-anak akan dilaksanakan? Sidang tertutup akan dilaksanakan dalam waktu dekat setelah mediasi ditunda. Anak-anak akan dimintai pendapat mereka mengenai siapa yang ingin mereka tempati bersama.
Berapa lama proses hukum perkara hak asuh biasanya berlangsung? Proses hukum perkara hak asuh anak di Indonesia biasanya memerlukan waktu beberapa bulan hingga satu tahun untuk diselesaikan sepenuhnya, tergantung pada kompleksitas kasus dan jumlah bukti yang harus dipertimbangkan.
Apakah pendapat anak-anak menjadi faktor penentu dalam putusan pengadilan? Ya, pendapat anak-anak menjadi salah satu pertimbangan utama bagi majelis hakim dalam mengambil keputusan akhir mengenai hak asuh, terutama jika anak-anak sudah berada dalam usia yang mampu menentukan pilihannya sendiri.