Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bukan Cuma Lari, Pancasakti Run 2026 Suntik Rp18 Miliar ke Ekonomi Banten

Published Agustus 8, 2026 · Updated Agustus 8, 2026 · By Karen Martinez - beritahitam.com

Foto : Karen Martinez - beritahitam.com

Pancasakti Run 2026: Dampak Ekonomi Rp18 Miliar untuk Banten

Beritahitam.com – Konsep sport tourism yang menggabungkan kegiatan olahraga dengan pariwisata terbukti semakin efektif dalam menggerakkan perekonomian wilayah. Melalui ajang lari tahunan yang diselenggarakan di BSD City, Tangerang, Pancasakti Run 2026 berhasil menyumbangkan nilai ekonomi mencapai Rp18 miliar bagi Provinsi Banten. Temuan ini dipaparkan dalam studi Katadata Insight Center (KIC) dengan judul "Lebih dari Sekadar Lari: Menakar Dampak Ekonomi Pancasakti Run 2026".

Analisis Multiplier Effect dari Peserta dan Pengunjung

Satria Triputra, Deputy Head Katadata Insight Center, menerangkan bahwa tingginya partisipasi masyarakat menjadi kunci utama terciptanya dampak ekonomi yang signifikan. Dengan menerapkan pendekatan multiplier effect, tercatat sekitar 5.000 pelari yang masing-masing mengeluarkan rata-rata Rp788 ribu. Total pengeluaran tersebut menghasilkan dampak langsung sebesar Rp3,9 miliar, sementara dampak lanjutan mencapai Rp10,4 miliar.

Di sisi lain, kehadiran 8.500 pengunjung yang berbelanja dengan rata-rata Rp338 ribu per orang memberikan kontribusi dampak langsung Rp2,9 miliar dan dampak lanjutan Rp7,6 miliar. Nilai multiplier yang tercatat sebesar 2,63 menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan peserta dan pengunjung berpotensi melipatgandakan pendapatan ekonomi lokal hingga lebih dari dua setengah kali lipat.

Distribusi Pengeluaran dan Manfaat bagi UMKM Lokal

Sektor kuliner menjadi penerima manfaat terbesar dari aliran dana tersebut. Data menunjukkan bahwa 30,9 persen pengeluaran pelari dan 54 persen pengeluaran pengunjung dialokasikan untuk kebutuhan kuliner. Selain itu, para pelari juga banyak mengalokasikan anggaran untuk penginapan, hiburan wisata, dan transportasi lokal. Sementara itu, pengunjung cenderung mendominasi belanja untuk kebutuhan transportasi dan cenderamata.

Dampak positif ini langsung dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi acara. Seluruh responden yang disurvei melaporkan peningkatan jumlah pelanggan hingga lebih dari dua kali lipat. Tiga perempat di antaranya mencatat kenaikan omzet harian sebesar 20 persen. Mayoritas pedagang juga berhasil meningkatkan modal usaha dan menambah tenaga kerja lokal untuk memenuhi tingginya permintaan pasar.

Hasil riset ini membuktikan ajang lari bukan lagi sekadar acara olahraga semata, melainkan instrumen strategis sport tourism yang nyata dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Satria menegaskan bahwa temuan tersebut mengonfirmasi bahwa Pancasakti Run telah bertransformasi menjadi instrumen strategis yang tidak hanya memanjakan para pelari, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui sport tourism.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Bukan Cuma Lari Pancasakti Run 2026?

Bukan Cuma Lari Pancasakti Run 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bukan Cuma Lari Pancasakti Run 2026 matter?

Bukan Cuma Lari Pancasakti Run 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.