Pearly/Thinaah Hadapi Tur Eropa, Pelatih Soroti Perjuangan Raih Medali Asian Games 2026
Beritahitam.com – Pelatih nasional ganda putri Malaysia, Rosman Razak, berharap medali perunggu Asian Games 2026 menjadi titik balik bagi Pearly Tan/Thinaah Muralitharan untuk kembali menemukan performa terbaik mereka pada turnamen Eropa terdekat. Rosman menilai perjalanan Pearly/Thinaah dalam beberapa bulan terakhir tidak mudah, tetapi pasangan ranking 5 dunia tersebut mampu meraih medali di Asian Games 2026. Pencapaian tersebut menjadi semakin berarti karena seluruh wakil Malaysia lainnya tersingkir sebelum perempat final, sementara Pearly/Thinaah mampu bertahan hingga membawa pulang medali perunggu.
Rosman mengakui persiapan menuju Asian Games 2026 berlangsung jauh dari kata mulus. Pasalnya Pearly sempat mengalami masalah cedera, sedangkan Thinaah harus menghadapi tekanan emosional setelah kehilangan nenek dan hewan peliharaannya. "Beberapa bulan terakhir memang penuh tantangan, dengan banyak hal yang terjadi, terutama cedera Pearly yang cukup serius," kata Rosman melansir The Star.
"Syukurlah, pemulihannya terus berkembang secara positif, tetapi hasil turnamen belum seperti yang kami harapkan, terutama mengingat status dan ekspektasi mereka sebagai salah satu pasangan terkemuka di dunia." Pearly Tan/Thinaah Muralitharan Masih Haus Gelar, Emas Major Tournament Jadi Target Berikutnya Rosman Ingin Pearly/Thinaah Kembali Percaya Diri Meski berharap hasil yang lebih tinggi di Asian Games, Rosman percaya medali perunggu tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi Pearly/Thinaah. "Saya berharap ini akan menjadi batu loncatan bagi mereka untuk membangun kembali kepercayaan diri dan mendapatkan kembali keyakinan saat kami menuju turnamen-turnamen berikutnya," tutur Rosman. Pearly/Thinaah kini akan mengalihkan perhatian menuju BWF World Tour Eropa dengan Denmark Open dan France Open menjadi agenda mereka pada bulan ini.
Rosman menilai kerja keras, komitmen, dan dedikasi Pearly/Thinaah sepanjang proses latihan juga layak mendapatkan apresiasi meski hasil pertandingan belum maksimal. "Setidaknya, kerja keras, komitmen, dan dedikasi mereka sepanjang proses latihan perlu diakui," kata Rosman. "Mereka terus bekerja sangat keras meski menghadapi berbagai tantangan yang mereka hadapi." Tantangan Pearly/Thinaah di Eropa dipastikan tidak mudah karena persaingan ganda putri dunia saat ini semakin ketat dan 6 pasangan teratas memiliki peluang yang relatif terbuka.
Selain Pearly/Thinaah di peringkat kelima, 6 besar dunia dihuni Liu Shengshu/Tan Ning (China) sebagai pasangan nomor satu, Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea) di posisi kedua. lihat foto LIU/TAN - Ganda putri China, Liu Shengshu/Tan Ning ketika beraksi dalam final Denmark Open 2024 pada 20 Oktober 2024 di Arena Fyn, Odense, Denmark. Liu/Tan sukses menyegel singgasan ranking 1 dunia.
(Foto Arsip Oktober 2024). (Foto: BWF) TRIBUNNEWS.COM - Pelatih nasional ganda putri Malaysia, Rosman Razak, berharap medali perunggu Asian Games 2026 menjadi titik balik bagi Pearly Tan/Thinaah Muralitharan untuk kembali menemukan performa terbaik mereka pada turnamen Eropa terdekat. Rosman menilai perjalanan Pearly/Thinaah dalam beberapa bulan terakhir tidak mudah, tetapi pasangan ranking 5 dunia tersebut mampu meraih medali di Asian Games 2026.
Pencapaian tersebut menjadi semakin berarti karena seluruh wakil Malaysia lainnya tersingkir sebelum perempat final, sementara Pearly/Thinaah mampu bertahan hingga membawa pulang medali perunggu. Rosman mengakui persiapan menuju Asian Games 2026 berlangsung jauh dari kata mulus. Pasalnya Pearly sempat mengalami masalah cedera, sedangkan Thinaah harus menghadapi tekanan emosional setelah kehilangan nenek dan hewan peliharaannya.
"Beberapa bulan terakhir memang penuh tantangan, dengan banyak hal yang terjadi, terutama cedera Pearly yang cukup serius," kata Rosman melansir The Star. "Syukurlah, pemulihannya terus berkembang secara positif, tetapi hasil turnamen belum seperti yang kami harapkan, terutama mengingat status dan ekspektasi mereka sebagai salah satu pasangan terkemuka di dunia." Pearly Tan/Thinaah Muralitharan Masih Haus Gelar, Emas Major Tournament Jadi Target Berikutnya Meski berharap hasil yang lebih tinggi di Asian Games, Rosman percaya medali perunggu tersebut dapat menjadi batu loncatan bagi Pearly/Thinaah. "Saya berharap ini akan menjadi batu loncatan bagi mereka untuk membangun kembali kepercayaan diri dan mendapatkan kembali keyakinan saat kami menuju turnamen-turnamen berikutnya," tutur Rosman.
Pearly/Thinaah kini akan mengalihkan perhatian menuju BWF World Tour Eropa dengan Denmark Open dan France Open menjadi agenda mereka pada bulan ini. Rosman menilai kerja keras, komitmen, dan dedikasi Pearly/Thinaah sepanjang proses latihan juga layak mendapatkan apresiasi meski hasil pertandingan belum maksimal. "Setidaknya, kerja keras, komitmen, dan dedikasi mereka sepanjang proses latihan perlu diakui," kata Rosman.
"Mereka terus bekerja sangat keras meski menghadapi berbagai tantangan yang mereka hadapi." Tantangan Pearly/Thinaah di Eropa dipastikan tidak mudah karena persaingan ganda putri dunia saat ini semakin ketat dan 6 pasangan teratas memiliki peluang yang relatif terbuka. Selain Pearly/Thinaah di peringkat kelima, 6 besar dunia dihuni Liu Shengshu/Tan Ning (China) sebagai pasangan nomor satu, Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea) di posisi kedua.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pearly Thinaah Hadapi Tur Eropa Pelatih?Pearly Thinaah Hadapi Tur Eropa Pelatih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pearly Thinaah Hadapi Tur Eropa Pelatih matter?Pearly Thinaah Hadapi Tur Eropa Pelatih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.