Mengenal Como 1907, Klub Italia Milik Orang Indonesia yang Jadi Sensasi di Liga Champions
Como 1907 Menggebrak Liga Champions dengan Kemenangan Besar
Beritahitam.com – Como 1907 tampil sebagai salah satu kejutan terbesar di Liga Champions 2026-2027 setelah menundukkan Manchester United dengan skor meyakinkan 4-1. Laga matchday ketiga fase liga itu dimainkan di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kemenangan tersebut terasa istimewa bukan semata karena lawannya adalah Manchester United. Tujuh tahun sebelumnya, Como masih menjalani kompetisi di Serie D, level keempat dalam piramida sepak bola Italia. Kini, klub asal tepi Danau Como itu mampu bersaing di kompetisi tertinggi antarklub Eropa dan mengalahkan salah satu nama paling dikenal dalam sepak bola dunia.
Nico Paz menjadi sosok sentral dalam kemenangan Como. Pemain Argentina berusia 22 tahun itu membukukan dua gol serta satu assist untuk membawa timnya menguasai pertandingan. Penampilannya kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu talenta muda Argentina yang kerap dipandang memiliki potensi besar, bahkan disebut-sebut sebagai penerus Lionel Messi di tim nasional Argentina.
Posisi Como di Fase Liga
Hasil melawan Manchester United membuat Como mengoleksi dua kemenangan dari tiga laga yang telah dijalani di Liga Champions musim ini. Mereka juga mencatat satu kekalahan. Catatan itu menjadikan Como sebagai satu-satunya wakil Italia yang meraih dua kemenangan pada tahap kompetisi tersebut hingga saat ini.
Dengan perolehan tersebut, Como berada di posisi kesembilan dalam klasemen fase liga yang diikuti 36 peserta. Letak mereka di papan klasemen menjadi perhatian karena klub ini mampu berdiri di atas sejumlah tim besar Eropa, termasuk Manchester City, Bayern Munich, dan Atletico Madrid.
Fase liga menuntut setiap klub menjaga konsistensi sejak awal. Karena itu, kemenangan besar atas Manchester United bukan hanya meningkatkan kepercayaan diri Como, melainkan juga memberi nilai penting bagi peluang mereka mempertahankan posisi kompetitif dalam persaingan menuju tahap berikutnya.
Bagi pendukung Como, malam di Giuseppe Sinigaglia menjadi gambaran nyata perubahan yang telah dialami klub. Stadion tersebut menjadi tempat sebuah tim yang pernah berada jauh dari sorotan sepak bola elite menorehkan hasil besar di panggung Liga Champions.
Manchester United Melanjutkan Periode Sulit
Di sisi lain, kekalahan 1-4 di Como menambah tekanan terhadap Manchester United. Tim Inggris itu kini melewati tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua ajang, dengan rincian tiga hasil imbang dan empat kekalahan.
Rentetan tersebut menunjukkan bahwa masalah Manchester United tidak hanya muncul dalam satu pertandingan. Kekalahan telak dari Como memperpanjang masa sulit mereka pada periode ketika stabilitas hasil menjadi kebutuhan utama.
Bagi Como, perbedaan situasi itu justru dimanfaatkan dengan baik. Mereka tampil efektif dan mampu menjadikan laga kandang sebagai kesempatan untuk memperlihatkan bahwa kehadiran mereka di Liga Champions bukan sekadar cerita singkat. Empat gol ke gawang Manchester United memberi ukuran jelas mengenai besarnya dampak kemenangan tersebut.
Dari Serie D ke Kompetisi Elite Eropa
Perjalanan Como menuju level ini memiliki latar belakang yang panjang. Klub yang berdiri pada 1907 itu bermarkas di Kota Como, wilayah Italia utara dengan populasi sekitar 80.000 penduduk. Dalam sejarahnya, Como pernah bergerak naik turun antara divisi pertama, kedua, dan ketiga sepak bola Italia.
Namun, perjalanan tersebut juga diwarnai masa berat. Pada dekade 2000-an, Como mengalami dua kali kebangkrutan. Situasi itu membuat klub akhirnya jatuh ke Serie D. Pada titik itu, Como berada jauh dari gambaran klub yang kini mampu masuk jajaran peserta Liga Champions.
Titik perubahan datang pada 2019 saat Como diakuisisi oleh keluarga miliarder Indonesia dari Djarum Grup. Nilai pembelian klub itu sekitar 800.000 euro, atau kurang lebih Rp16,21 miliar. Kepemilikan tersebut membuka babak baru bagi Como setelah periode panjang yang penuh ketidakpastian.
Transformasi Como memperlihatkan bahwa pemulihan sebuah klub tidak terjadi dalam semalam. Dari klub yang harus membangun kembali fondasinya di divisi keempat, Como berkembang hingga dapat tampil bersama tim-tim mapan Eropa. Perjalanan itu juga membuat identitas klub semakin menarik bagi publik Indonesia, mengingat keterlibatan pemilik asal Indonesia dalam kebangkitannya.
Arti Kemenangan untuk Identitas Klub
Keberhasilan menaklukkan Manchester United memberi bobot tambahan pada cerita Como 1907. Hasil itu bukan hanya angka di klasemen, melainkan penanda seberapa jauh klub ini telah bergerak dari masa ketika mereka berjuang untuk kembali menemukan tempat di sepak bola profesional Italia.
Como tetap memiliki tantangan besar karena Liga Champions menghadirkan lawan-lawan dengan pengalaman dan sumber daya yang jauh lebih besar. Akan tetapi, posisi kesembilan setelah tiga pertandingan memperlihatkan bahwa mereka sudah mampu memasuki persaingan dengan modal hasil nyata.
Dengan Nico Paz sebagai salah satu motor serangan dan dukungan penuh di Giuseppe Sinigaglia, Como kini menjadi tim yang patut diperhitungkan. Dari Serie D hingga mengalahkan Manchester United 4-1 di Liga Champions, perjalanan mereka menjadi salah satu kisah paling mencolok dalam sepak bola Italia musim 2026-2027.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mengenal Como 1907 Klub Italia Milik?Mengenal Como 1907 Klub Italia Milik is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mengenal Como 1907 Klub Italia Milik matter?Mengenal Como 1907 Klub Italia Milik matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.