Beritahitam
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah, La Pulga Kenang Memori Indah

Published Agustus 12, 2026 · Updated Agustus 12, 2026 · By James Miller - beritahitam.com

Foto : James Miller - beritahitam.com

Messi Mengirimkan Surat Penuh Rasa untuk Jorge Messi yang Telah Meninggal

Beritahitam.com – Di tengah masa-masa duka yang sedang dihadapinya, sang legenda sepak bola Argentina dan bintang Inter Miami, Lionel Messi, akhirnya memutuskan untuk berbicara. Meskipun ia memilih untuk tidak muncul secara langsung di tengah publik selama periode sulit ini, sang pemain memilih cara lain untuk menyampaikan perasaannya. Ia menulis sebuah surat terbuka yang dikhususkan untuk sang ayah, Jorge Messi, yang baru saja berpulang ke rahmatullah pada usia 68 tahun.

Surat yang ditulis dengan cukup panjang tersebut memuat berbagai pesan dan kenangan mendalam. Salah satu momen yang sering disinggung Messi adalah keterlibatannya dalam Piala Dunia 2026. Ternyata, sebelum turnamen dimulai, sang pemain sempat merasa ragu untuk ikut serta dalam ajang bergengsi tersebut. Namun, Jorge berhasil meyakinkan putranya agar tetap berangkat bersama tim nasional Argentina untuk menjalani setiap laga.

Kenangan dan Penyesalan dalam Surat Terbuka

Ayah, aku masih tidak bisa percaya bahwa Ayah telah pergi. Aku tidak terpuruk, atau lebih tepatnya, aku tidak ingin terpuruk. Sangat sulit bagiku membayangkan bahwa aku tidak akan bisa melihat Ayah lagi, bahwa kita tidak akan berbicara lagi. Aku tahu Ayah menderita dan bahwa kepergian ini adalah yang terbaik, tetapi Ayah pergi terlalu cepat. Kita masih punya banyak hal untuk dinikmati bersama,

Messi memulai suratnya dengan penuh perasaan, sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya. Ia juga mengingat bagaimana sang ayah sangat menginginkan ia bermain di edisi terakhir Piala Dunia. Beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisi kesehatan Jorge justru memburuk. Ini merupakan kali pertama sang ayah tidak bisa hadir menyaksikan putranya bertanding di sebuah turnamen besar.

Ayah sangat ingin aku bermain di Piala Dunia terakhir, dan beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisi Ayah memburuk. Itu adalah pertama kalinya Ayah tidak bisa hadir di sebuah turnamen. Namun, Ibu mengatakan kepadaku bahwa Ayah akan membaik dan cukup sehat untuk bepergian. Aku mengatakan kepada Ayah bahwa kami akan mencapai final agar Ayah bisa datang dan menyaksikannya.

Setiap kali pertandingan usai, Messi selalu menantikan pesan dari sang ayah. Dari situ, ia menyadari bahwa kondisi Jorge semakin buruk. Meski demikian, sang pemain terus berusaha melangkah sejauh mungkin agar bisa memberikan waktu bagi sang ayah untuk menyaksikan pertandingan. Mereka berhasil mencapai babak final, namun Jorge tidak bisa berada di sana.

Setiap kali pertandingan berakhir, aku selalu menunggu dan merindukan pesan darimu. Saat itulah aku menyadari bahwa kondisinya benar-benar buruk. Meski begitu, aku tidak berhenti berpikir untuk melangkah sejauh mungkin, agar bisa memberimu waktu dan supaya Ayah bisa menyaksikan sebuah pertandingan. Kami berhasil mencapai final, tetapi Ayah tidak bisa berada di sana.

Messi mengungkapkan keinginannya untuk memenangkan trofi dan membawanya kepada sang ayah. Sayangnya, ia tidak berhasil; kakinya sudah tidak mampu melangkah lebih jauh. Kali ini, Messi mencoba melawan kondisi tubuhnya, tetapi ia tidak sanggup. Ia merasa tidak pernah benar-benar dalam keadaan prima.

Aku ingin memenangkannya untuk kubawa kepadamu dan menunjukkan trofi yang baru. Aku tidak berhasil; kakiku sudah tidak mampu melangkah lebih jauh. Kali ini aku mencoba melawan kondisi tubuhku, tetapi aku tidak sanggup. Aku tidak pernah benar-benar merasa dalam kondisi yang baik.

Ketika Messi tiba di tempat tujuan, sang ayah mengira mereka kalah di final melalui adu penalti. Mereka tidak sempat membicarakan semua yang telah terjadi. Jorge tidak bisa menikmati apa pun.

Ketika aku tiba, Ayah mengira kami kalah di final lewat adu penalti. Kami tidak bisa membicarakan semua yang telah terjadi. Ayah tidak bisa menikmati apa pun.

Meskipun mereka bukan juara, Messi yakin sang ayah tidak tahu betapa mereka menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, Messi merasa sang ayah benar: ia harus berada di sana dan memainkannya.

Kami memang bukan juara, tetapi Ayah tidak tahu betapa kami menikmati setiap pertandingan. Sekali lagi, Ayah benar: aku harus berada di sana dan memainkannya,

Surat tersebut masih memiliki kelanjutan yang ditulis Messi untuk mengungkapkan lebih banyak hal. Melalui tulisan ini, sang legenda sepak bola dunia menunjukkan betapa dalamnya hubungan batin antara ia dan sang ayah yang telah tiada.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah?

Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah matter?

Surat Lionel Messi untuk Sang Ayah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.