Nasional

Key Discussion: Abdimaludin Spontan Akui Terima Uang saat Ditanya Wakil Rektor UBK, Motif terkait Lokasi Demo

Key Discussion: Abdimaludin Terima Uang Saat Diperiksa Wakil Rektor UBK, Motif Protes Lokasi Key Discussion mengemuka dalam penyelidikan terkait dugaan suap

Desk Nasional
Published Juni 24, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Abdimaludin Terima Uang Saat Diperiksa Wakil Rektor UBK, Motif Protes Lokasi

Key Discussion mengemuka dalam penyelidikan terkait dugaan suap yang melibatkan mahasiswa Universitas Brawijaya Kertosari (UBK) selama aksi demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 15 Juni 2026. Sejumlah pelajar diduga menerima dana untuk mendukung aksi tersebut, dan salah satu tokoh utamanya, Muhammad Abdimaludin, langsung mengakui penerimaan uang saat diperiksa oleh Wakil Rektor UBK. Persoalan ini memicu perdebatan terkait kejernihan keputusan aksi dan pengaruh finansial dalam memengaruhi jalannya demo.

Konfirmasi dari Wakil Rektor UBK

Daniel Panda, Wakil Rektor UBK yang membidangi urusan mahasiswa, mengungkapkan bahwa Abdimaludin mengakui menerima dana sebesar Rp20 juta dalam pertemuan dengan pihak kampus. “Kami mengundang Abdimaludin ke ruang kerja dan menanyakan langsung, ‘Apakah Anda menerima dana? Berapa jumlahnya, serta alasan penerimaannya?’ Ia dengan spontan mengakui, dan menyatakan uang tersebut diperoleh dari alumni Fakultas Hukum UBK,” ujar Daniel dalam wawancara eksklusif dengan direktur berita Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Tribunnews Studio, Jakarta, Selasa (23 Juni 2026).

“Saya memang mengajukan pertanyaan secara langsung, dan Abdimaludin langsung menjawab. Ia menegaskan bahwa dana itu diberikan oleh seorang senior yang berada di lingkaran alumni Fakultas Hukum UBK,” lanjut Daniel, menambahkan bahwa pihak kampus memperoleh informasi tambahan selama pertemuan tersebut.

Pernyataan Abdimaludin selama pertemuan tersebut dianggap konsisten dengan klaim yang dibuatnya selama sesi klarifikasi pagi hari. Hal ini memperkuat dugaan bahwa uang tersebut diberikan untuk memengaruhi lokasi aksi dan perencanaannya. Daniel menekankan bahwa dana tersebut tidak hanya digunakan untuk keperluan kegiatan, tetapi juga menjadi indikasi adanya pengaruh eksternal dalam mengarahkan isu-isu yang diangkat.

Detail Dana dan Sumbernya

Dalam Key Discussion yang lebih dalam, Daniel mengungkap bahwa dana Rp20 juta tersebut dibagikan ke sejumlah individu yang terlibat langsung dalam perencanaan demo. “Abdimaludin menyatakan uang itu berasal dari alumni yang telah mendapatkan dana dari seorang petugas kepolisian pada hari yang sama,” terang Daniel. Proses penerimaan dan penyaluran dana ini dianggap sebagai bukti kuat dalam penyelidikan, terutama karena dana diberikan secara langsung oleh pihak luar.

Kepala BEM Fakultas Hukum (FH) UBK, Abdimaludin, juga menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih lokasi aksi didasarkan pada pertimbangan tertentu. Menurutnya, lokasi demo dipilih karena akses mudah ke tempat-tempat strategis dan dukungan dari pihak tertentu. “Key Discussion ini menjadi pusat perhatian karena mengungkap hubungan antara keputusan lokasi dengan aliran dana,” kata salah satu sumber di lingkaran mahasiswa.

Analisis Key Discussion menunjukkan bahwa dana tersebut mungkin digunakan untuk memastikan partisipasi mahasiswa yang lebih luas atau mengurangi risiko penindasan dari pihak kampus. Daniel menegaskan bahwa pihak UBK sedang menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah ada keberatan dari mahasiswa lain terkait praktik ini. “Key Discussion ini bukan hanya sekadar pengakuan, tetapi juga menggambarkan bagaimana uang bisa memengaruhi dinamika aksi sosial di lingkungan akademik.”

Respons Kampus dan Dampak pada Masyarakat

Pihak UBK mengatakan mereka akan terus mengejar investigasi hingga terungkap seluruh fakta. “Key Discussion ini menunjukkan transparansi dari pihak yang bersangkutan, tetapi kami juga ingin memastikan apakah ada indikasi korupsi yang lebih luas,” kata Daniel. Ia menambahkan bahwa upaya pihak kampus adalah untuk menjaga integritas akademik dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Sementara itu, masyarakat merespons dengan kekecewaan dan penasaran terhadap alasan penggunaan dana tersebut. Banyak orang berpikir bahwa Key Discussion ini bisa menjadi langkah awal untuk memperjelas hubungan antara organisasi mahasiswa dan pihak luar. “Ini memicu pertanyaan besar tentang kebebasan aksi dan keterlibatan pihak ketiga,” ujar salah satu pengamat politik dari Jakarta. Dengan Key Discussion ini, dugaan keterlibatan pihak luar dalam aksi demo semakin kuat, dan kampus diharapkan menyelesaikan kasus ini secara transparan.

Key Discussion juga menjadi pusat perhatian dalam media sosial, di mana warganet mengkritik tindakan penerimaan dana oleh mahasiswa. Beberapa menganggap ini sebagai tanda kelemahan dalam pengelolaan aksi, sementara yang lain memandangnya sebagai bagian dari strategi politik. Dengan Key Discussion ini, masyarakat semakin memahami bahwa pengaruh finansial bisa menjadi faktor penting dalam mengubah arah kebijakan atau isu yang diangkat oleh pelajar.

Leave a Comment