Inggris Lolos dari Hukuman Penalti – Pelatih Ghana: Wasit VAR Lagi Ngopi
Inggris Lolos dari Hukuman Penalti – Dalam pertandingan yang berlangsung di Piala Dunia 2026, Inggris berhasil lolos dari hukuman penalti setelah pertandingan melawan Ghana berakhir dengan skor 0-0. Keputusan wasit dan sistem VAR (Video Assistant Referee) menjadi sorotan utama, khususnya setelah pelatih Ghana, Carlos Queiroz, memberikan kritik tajam terhadap keputusan yang dianggapnya tidak adil. Queiroz menegaskan bahwa insiden pelanggaran Ezri Konsa terhadap Prince Adu di zona penalti jelas layak untuk diberi hukuman penalti, namun VAR tidak menangkap kesalahan tersebut. Kritik ini memicu diskusi lebih lanjut tentang efektivitas VAR dalam menilai pertandingan sepak bola modern.
Kontroversi Pertandingan Inggris vs Ghana
Laga Inggris melawan Ghana di Massachusetts menjadi salah satu pertandingan terhangat di babak grup Piala Dunia 2026. Meski Inggris menguasai bola hingga 79 persen—angka tertinggi dalam sejarah Piala Dunia selama 60 tahun terakhir—mereka gagal mencetak gol, sementara Ghana bermain defensif namun disiplin. Hasil imbang ini menghasilkan skor 0-0, yang memicu keluhan dari tim tamu. Queiroz menyoroti keputusan VAR dalam menit ke-78, ketika Konsa menghalangi Adu, yang ia anggap jelas merupakan pelanggaran penalti.
“Saya yakin jika ada penalti yang diberikan, maka Inggris akan mengubah skor. VAR bisa saja sedang ngopi, tapi keputusan ini memengaruhi hasil pertandingan,” kata Queiroz dalam wawancara setelah laga.
Pelanggaran yang Dipermasalahkan dan Penjelasan VAR
Kontroversi terjadi saat Ezri Konsa melakukan tekel yang mengenai Prince Adu di zona penalti. Dalam tayangan ulang, insiden tersebut terlihat cukup jelas, namun VAR memutuskan tidak mengintervensi. Penjelasan dari ESPN menyebutkan bahwa VAR tidak menilai pelanggaran itu sebagai kesalahan yang jelas, karena pemain tidak secara langsung menyentuh bola. Namun, Queiroz menilai bahwa keputusan ini menunjukkan kelemahan sistem VAR dalam menganalisis situasi secara akurat.
VAR, yang merupakan bagian dari teknologi pertandingan modern, dirancang untuk membantu wasit mengambil keputusan akurat dalam situasi kontroversial. Namun, dalam laga ini, keputusan yang diambil dinilai terlalu longgar. Queiroz menyoroti bahwa beberapa pelanggaran lain yang terjadi di pertandingan seharusnya diberi hukuman, tetapi VAR tidak memperhatikan dengan baik. Kritik ini menyoroti pentingnya konsistensi dan kecepatan dalam penggunaan teknologi VAR selama pertandingan.
Kinerja Timnas Inggris dan Ghana di Babak Grup
Inggris dan Ghana kini berada di posisi yang sama dengan empat poin, membuka peluang untuk melangkah ke babak 16 besar. Meski tim tamu memiliki dominasi bola, mereka harus memperjuangkan setiap peluang. Sementara itu, Ghana mempertahankan pertahanan yang solid, dengan beberapa pemain yang bermain dengan pengorbanan. Dalam pertandingan ini, kedua tim menunjukkan komitmen tinggi, tetapi hasil imbang menimbulkan pertanyaan tentang keseimbangan antara permainan ofensif dan defensif.
Queiroz mengakui bahwa pertandingan berjalan cukup seimbang, tetapi ia tetap merasa keputusan VAR memengaruhi alur pertandingan. “Jika penalti diberikan, hasilnya bisa berbeda. Ini adalah pertandingan yang sangat penting, dan keputusan yang diambil perlu lebih hati-hati,” tambahnya. Selain itu, Queiroz juga meminta evaluasi lebih lanjut terhadap kinerja wasit dan sistem VAR dalam beberapa pertandingan lain di babak grup.
Kontroversi yang Memengaruhi Persaingan Grup
Kontroversi ini tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan Inggris vs Ghana, tetapi juga berpotensi mengubah perhitungan grup. Dengan hasil imbang, Inggris dan Ghana kini bersaing ketat dalam perburuan tiket babak 16 besar. Namun, ketidakpastian keputusan VAR membuat penonton dan analis sepak bola merasa bahwa persaingan tersebut bisa berubah jika ada keputusan yang dianggap tidak adil. Dalam konteks ini, Queiroz menilai bahwa VAR perlu lebih baik dalam menilai pelanggaran di zona penalti, terutama pada menit-menit kritis.
Penonton yang menyaksikan pertandingan ini merasa tidak puas dengan keputusan VAR, terutama karena keputusan tersebut menimbulkan ketidakseimbangan dalam permainan. Analis sepak bola juga mengkritik cara VAR memproses insiden pelanggaran, dengan menyebut bahwa sistem tersebut mungkin terlalu lambat atau tidak sensitif terhadap detail kecil. Selain itu, beberapa pemain Inggris menilai keputusan VAR menguntungkan tim lawan, sehingga memperkuat ketidakpuasan mereka terhadap sistem tersebut.
Langkah Selanjutnya untuk Inggris dan Ghana
Sebagai tim yang lolos dari hukuman penalti, Inggris sekarang fokus pada pertandingan berikutnya untuk memperkuat posisi di babak grup. Sementara itu, Ghana akan mencoba memanfaatkan hasil imbang ini sebagai dasar untuk memperoleh kemenangan di laga lain. Pertandingan ini juga menunjukkan bahwa dalam Piala Dunia 2026, keputusan VAR menjadi faktor penting yang memengaruhi perjalanan tim-tim di babak awal.
Kritik terhadap VAR tidak hanya terbatas pada pertandingan Inggris vs Ghana, tetapi juga menjadi topik pembicaraan di berbagai media olahraga. Sejumlah pemain dan pelatih mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap sistem tersebut, sementara pihak wasit dan teknologi VAR mempertahankan bahwa keputusan mereka didasarkan pada analisis yang objektif. Dengan adanya keputusan yang dianggap tidak tepat, kritik terus mengalir terhadap keandalan VAR, terutama dalam konteks hukuman penalti yang menjadi faktor penentu dalam banyak pertandingan sepak bola.
