Buku ‘Sang Arsitek Presisi Polri’ Ulas Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit
Facing Challenges – Menyongsong Tantangan – Buku berjudul ‘
Sang Arsitek Presisi Polri
‘ secara resmi diluncurkan oleh tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Ali Ramadhan di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Buku ini secara mendalam mengulas kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan fokus pada konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) sebagai solusi untuk menghadapi berbagai dinamika sosial dan tantangan dalam sistem keamanan nasional. Dengan melibatkan strategi kepemimpinan dan analisis kebijakan, karya ini menawarkan perspektif baru mengenai peran Polri dalam era digital.
Analisis Kepemimpinan dan Tantangan Demokrasi
Buku ini tidak hanya membahas jejak karier Listyo Sigit Prabowo, tetapi juga menyajikan peran Polri dalam menjaga stabilitas demokrasi di tengah polarisasi sosial yang semakin intens. Ali Ramadhan menjelaskan bahwa kepemimpinan yang diusung oleh Kapolri adalah proses berkelanjutan yang memerlukan adaptasi terus-menerus terhadap perubahan lingkungan. “Dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi dan harapan masyarakat yang tinggi, PRESISI menjadi kerangka yang sangat relevan,” katanya. Buku ini juga menyoroti bagaimana kebijakan Polri harus menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat modern.
Salah satu bagian terpenting dalam buku ini adalah pembahasan tentang strategi penerapan PRESISI. Menurut Ali, konsep ini mengintegrasikan elemen prediksi kebutuhan masyarakat, respons yang cepat dan tepat, serta transparansi dalam pengambilan keputusan. “PRESISI bukan hanya metode kerja, tapi juga filosofi yang mengubah cara Polri beroperasi di tengah keterbukaan informasi,” ungkapnya. Buku ini juga meninjau peran Polri sebagai pelaku utama dalam menjaga keadilan, baik di ranah keamanan maupun kebijakan sosial.
Perkembangan Polri dan Strategi Jangka Panjang
Buku yang terdiri dari lebih dari 300 halaman ini terbagi dalam lima bab utama, dengan prolog ditulis oleh Boni Hargens, analis politik dan dosen Universitas Nasional Jakarta. Ali Ramadhan menjelaskan bahwa buku ini dirancang untuk memperkaya pemahaman masyarakat tentang transformasi Polri menuju institusi yang lebih efisien dan responsif. “Dengan mengulas kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, buku ini juga mengedukasi pembaca mengenai bagaimana Polri bisa menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Konsep PRESISI tidak hanya diterapkan dalam operasional Polri, tetapi juga menjadi dasar untuk mengembangkan Grand Strategy Polri 2025–2045. Strategi ini bertujuan mengubah polisi menjadi ‘Excellent Institution’ dan menerapkan Polri 4.0, yang dirancang untuk menghadapi ancaman hybrid dalam lingkungan yang semakin kompleks. Buku ini juga membahas bagaimana POLRI bisa menjadi mitra dalam mendorong percepatan transformasi sosial, sambil mempertahankan fungsi utamanya sebagai penjaga keamanan dan keadilan.
Ali Ramadhan menekankan bahwa buku ini diharapkan bisa menjadi sumber referensi bagi para pemimpin, akademisi, dan masyarakat umum. “Buku ini menggabungkan narasi kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit dengan analisis kebijakan yang up-to-date, sehingga bisa dijadikan bahan diskusi dalam menghadapi tantangan kekinian,” jelasnya. Dalam tulisan ini, ia juga mengutip teori pemikir internasional seperti Clayton Christensen, Jürgen Habermas, dan Fareed Zakaria untuk memperkuat argumen tentang pentingnya adaptasi dan inovasi dalam kepemimpinan.
Buku ‘Sang Arsitek Presisi Polri’ menjadi bukti bahwa kepemimpinan dalam institusi keamanan tidak hanya bergantung pada pengalaman lapangan, tetapi juga pada kemampuan memahami dinamika masyarakat yang berubah cepat. Ali Ramadhan mengatakan bahwa buku ini diharapkan mampu memberikan wawasan tentang bagaimana Polri bisa tetap relevan dalam menghadapi tantangan digital, seperti penyebaran berita palsu dan munculnya berbagai bentuk kejahatan baru.
Dalam penutup buku, Ali Ramadhan menyampaikan pesan tentang pentingnya kolaborasi antar institusi dalam menghadapi dinamika sosial. “PRESISI adalah wujud dari kolaborasi yang terstruktur dan berkelanjutan, baik dalam lingkup internal Polri maupun dengan pihak eksternal,” katanya. Dengan meluncurkan buku ini, Ali berharap masyarakat dapat lebih memahami visi kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang secara aktif mendorong reformasi dan modernisasi institusi kepolisian Indonesia.
