Visit Agenda: Bupati Sukoharjo Ditangkap KPK Jelang HUT ke-80
Visit Agenda – Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, akan merayakan hari jadi ke-80 pada 15 Juli 2026. Namun, kehadiran Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam acara tersebut terancam setelah ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 9 Juli 2026. Penangkapan terjadi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menimpa tokoh pemerintahan setempat, mengguncang rencana perayaan yang seharusnya menampilkan tokoh daerah tersebut. Sebagai bagian dari Visit Agenda, acara ulang tahun ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan visi dan misi pemerintahan Sukoharjo, tetapi kini terancam terganggu akibat tindakan KPK.
Kabupaten Sukoharjo dan Letak Geografisnya
Kabupaten Sukoharjo, yang terletak sekitar 10 kilometer selatan Kota Surakarta, berbatasan dengan Karanganyar di timur, Wonogiri dan Gunungkidul (DIY) di selatan, serta Klaten dan Boyolali di barat. Wilayah ini dikenal sebagai “Kota Jamu” karena industri jamu yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Sebelumnya, pemerintah setempat berupaya memperluas konsep perayaan ulang tahun ke-80, yang berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan ekonomi lokal. Meski terjadi perubahan drastis dengan penangkapan Etik Suryani, pihak penyelenggara tetap optimis bisa mempertahankan suasana meriah selama Visit Agenda.
Perayaan Ulang Tahun dengan Konsep Baru
Perayaan ulang tahun ke-80 Sukoharjo tahun ini mengusung tema “Sukoharjo Spektakuler,” yang menggabungkan tradisi lokal dengan inovasi modern. Kegiatan utama akan dilangsungkan di dua lokasi strategis: Alun-alun Satya Negara Sukoharjo Kota dan Sentra Niaga Solo Baru. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat, termasuk pengusaha dan investor, sebagai bagian dari Visit Agenda. Sekretaris Daerah Kabupaten Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, menjelaskan bahwa perayaan ini diharapkan menjadi platform untuk mempromosikan kekayaan budaya dan potensi ekonomi Sukoharjo, meskipun situasi terkini memaksa rencana tersebut diubah.
“Tahun ini, acara akan menampilkan konsep baru yang lebih inklusif. Kegiatan sebelumnya terpusat di Sukoharjo Kota, utamanya di Simpang Lima atau Proliman. Kali ini, acara juga akan mencakup Sentra Niaga Solo Baru sebagai simbol pengembangan ekonomi daerah,” ujar Haris, Selasa (7/7/2026), dilansir Tribun Solo. Perubahan ini sejalan dengan semangat Visit Agenda yang menekankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang semarak dan bermakna.
Proses Penangkapan Etik Suryani
Etik Suryani, seorang kader PDIP, diamankan KPK setelah terjaring OTT pada 9 Juli 2026. Ia menjalani pemeriksaan selama delapan jam di Polresta Surakarta, kemudian langsung dibawa ke gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026) pagi. Saat naik bus menuju gedung tersebut, Etik Suryani sudah mengenakan rompi hitam sebagai tanda ditahan. Penangkapan ini terjadi menjelang hari jadi Sukoharjo, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kegiatan Visit Agenda dan reputasi pemerintah daerah. Namun, pihak KPK menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti dugaan pemerasan yang tengah diselidiki.
Penjelasan dari KPK
Penangkapan Etik Suryani dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang menyatakan bahwa kasus ini berkaitan dengan dugaan pemerasan yang melibatkan pihak-pihak tertentu. Menurut Budi, operasi tersebut dilakukan untuk memastikan transparansi dalam penggunaan dana daerah. “Dugaan pemerasan ini merupakan bagian dari upaya KPK untuk menjaga integritas pemerintahan, terutama menjelang perayaan ulang tahun Sukoharjo yang menjadi momen penting dalam Visit Agenda,” katanya. KPK berharap penangkapan ini tidak mengganggu perayaan, tetapi justru menambah kepercayaan masyarakat terhadap penyelidikan korupsi.
Dampak Penangkapan pada Visit Agenda
Kegiatan Visit Agenda di Sukoharjo mengalami penyesuaian akibat penangkapan Etik Suryani. Pihak pemerintah daerah berupaya memastikan acara tetap berjalan lancar dengan menggantikan peran bupati sebagian besar dengan pejabat lain. Selain itu, perayaan ulang tahun ke-80 menjadi kesempatan untuk menyoroti pentingnya akuntabilitas dalam pemerintahan. Pemimpin acara dan stakeholder terkait diharapkan bisa memanfaatkan situasi ini untuk menekankan transparansi dan keadilan, sekaligus menjaga momentum dari Visit Agenda.
Perspektif Masyarakat dan Peran Etik Suryani
Etik Suryani, yang telah menjabat sebagai bupati sejak tahun 2018, menjadi tokoh sentral dalam pengembangan Sukoharjo selama beberapa tahun terakhir. Kehadirannya dalam Visit Agenda dianggap penting untuk membangun koneksi dengan warga dan pengunjung. Namun, dugaan pemerasan yang menimpanya membuat masyarakat berspekulasi tentang kebijakan atau proyek yang mungkin terlibat. Meski demikian, pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa perayaan ulang tahun akan tetap dilaksanakan, sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah dan potensi Sukoharjo. Peran Etik Suryani dalam kaitan dengan Visit Agenda akan dilihat dari perspektif baru setelah proses penyelidikan KPK selesai.
