Pendidikan

New Policy: UPH Lantik 837 Student Leaders Baru, Perkuat Kepemimpinan Berkarakter dan Jiwa Melayani

UPH Lantik 837 Pemimpin Mahasiswa Baru Berdasarkan New Policy untuk Kepemimpinan Berkarakter New Policy - Universitas Pelita Harapan (UPH) meluncurkan New

Desk Pendidikan
Published Juli 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

UPH Lantik 837 Pemimpin Mahasiswa Baru Berdasarkan New Policy untuk Kepemimpinan Berkarakter

New Policy – Universitas Pelita Harapan (UPH) meluncurkan New Policy baru dalam pemilihan dan pelantikan pemimpin mahasiswa, yang dilaksanakan pada 10 Juli 2026 di Grand Chapel, Kampus Utama Lippo Village. New Policy ini bertujuan memperkuat kepemimpinan yang memiliki nilai karakter dan semangat pelayanan, sekaligus mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam membangun lingkungan kampus yang lebih dinamis dan berkelanjutan. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk para pemimpin baru dan pengurus organisasi mahasiswa sebelumnya, yang menjadi momen penting untuk memperkuat visi pengembangan kepemimpinan yang berbasis pada tanggung jawab dan kompetensi.

Peneguhan Prinsip Kepemimpinan Berkarakter

New Policy yang diterapkan UPH mencakup seleksi ketat bagi para pemimpin mahasiswa, di mana setiap kandidat harus memenuhi kriteria yang lebih tinggi. Rektor UPH, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa prinsip ini bertujuan menegaskan bahwa kepemimpinan di perguruan tinggi bukan hanya tentang jabatan, tetapi juga komitmen untuk menjadi teladan dalam kehidupan akademik dan sosial. “Kami percaya New Policy ini akan menciptakan pemimpin yang lebih siap melayani, karena mereka diuji secara komprehensif sebelum dilantik,” ujarnya.

“Kepemimpinan di UPH adalah bentuk berkat bagi sesama. New Policy ini memastikan bahwa setiap pemimpin memiliki latar belakang dan visi yang sejalan dengan nilai-nilai universitas,” tambah Rektor dalam sambutannya.

Menurut data, 837 pemimpin baru yang dilantik berasal dari 65 organisasi, termasuk Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selain itu, 33 organisasi lainnya adalah Himpunan Mahasiswa Fakultas (HMF) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS). Para pemimpin ini diharapkan mampu memimpin dengan berlandaskan kompetensi, integritas, dan kepedulian terhadap kebutuhan rekan sejawat. New Policy ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antar-ormawa untuk menciptakan program yang lebih inklusif dan berdampak nyata.

Implementasi New Policy dalam Pelantikan dan Evaluasi

Dalam proses pelantikan, UPH menggunakan metode penilaian yang lebih transparan dan berbasis data. “Kami menggabungkan penilaian dari berbagai pihak, termasuk dosen, alumni, dan anggota ormawa, agar pemimpin baru benar-benar diakui keahliannya,” kata Vice President of Academics, Research, and Innovation UPH, Eric Jobiliong, Ph.D. New Policy ini juga melibatkan pelatihan intensif bagi calon pemimpin, seperti workshop kepemimpinan dan pelatihan teknik komunikasi, untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan kepengurusan.

Evaluasi kinerja organisasi mahasiswa juga menjadi bagian dari New Policy. “Dengan adanya sistem penilaian berkelanjutan, kami bisa memantau hasil kerja para pemimpin dan menyesuaikan kebijakan UPH ke depan,” jelas Eric. Selain itu, UPH berencana memperluas New Policy ke berbagai aspek kampus, seperti pengelolaan ekstra kurikuler dan inisiatif pengembangan kemampuan soft skills mahasiswa.

Salah satu sasaran utama dari New Policy adalah memperkuat karakter para pemimpin, termasuk kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi. Catherine Setiawati Anderson (Psikologi 2024), yang menjadi ketua BEM UPH periode 2026/2027, mengatakan bahwa pelantikan berdasarkan New Policy mengubah cara pandangnya terhadap kepemimpinan. “Dengan New Policy, saya merasa lebih diharapkan untuk menjadi pelopor perubahan yang berdampak jangka panjang,” ujarnya.

Varissa Jaqlyn Sauw (Teknologi Pangan 2023), Head of Mentoring UPH 2026/2027, menambahkan bahwa New Policy ini juga mendorong partisipasi lebih luas dalam pelatihan mentoring. “Kami fokus pada penguatan kompetensi para mentor agar mereka mampu memberikan bimbingan yang optimal kepada mahasiswa baru. Ini adalah langkah konkret dalam mewujudkan New Policy UPH,” tuturnya. Dengan kebijakan ini, UPH berharap menciptakan ekosistem kampus yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.

Dalam beberapa bulan ke depan, BEM UPH akan meluncurkan program kegiatan baru yang sejalan dengan New Policy, seperti kampanye pemberdayaan mahasiswa dan pengembangan kader. “Kami ingin menegaskan bahwa kepemimpinan adalah proses, bukan hanya hasil. New Policy akan menjadi panduan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepemimpinan di UPH,” jelas Catherine. Selain itu, UPH juga mengatur rencana pengembangan infrastruktur organisasi mahasiswa untuk mendukung visi New Policy ke depan.

Leave a Comment