Regional

Pengiriman 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Tabanan Bali

Pengiriman 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Tabanan, Bali Pengiriman 1 4 Juta Batang Rokok - Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal menjadi sorotan

Desk Regional
Published Mei 15, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pengiriman 1,4 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Tabanan, Bali

Pengiriman 1 4 Juta Batang Rokok – Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal menjadi sorotan di Kabupaten Tabanan, Bali, setelah berhasil dibongkar oleh tim gabungan dari Bea Cukai Bali Nusra, Denpasar, dan Mataram. Operasi yang dilakukan pada Rabu, 13 Mei, pukul 00.10 WITA di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri, membawa keberhasilan penindakan terhadap pengiriman ilegal yang melibatkan sejumlah besar rokok tanpa cukai. Ini adalah salah satu tindakan penting dalam upaya pengawasan terhadap perdagangan rokok ilegal.

Proses penggagalan pengiriman tersebut dimulai dari laporan petugas Bea Cukai Mataram yang mendapati adanya kemungkinan pengangkutan barang kena cukai hasil tembakau ilegal melalui truk. Dalam upaya penindakan, tim penyidik dari Kanwil Bea Cukai Bali Nusra serta Bea Cukai Denpasar melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga akhirnya dapat menghentikan pengiriman tersebut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal ini menunjukkan modus yang dipakai oleh para pelaku.

Modus Penyamaran dalam Pengiriman Rokok Ilegal

Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal menggunakan strategi penyamaran yang canggih. Para pelaku menyelipkan rokok ilegal ke dalam kargo seperti kaleng cat, karung sendok plastik, kardus gelas plastik, dan kardus helm. Teknik ini memungkinkan mereka menghindari deteksi awal dari petugas. Selain itu, barang bukti yang disita terdiri dari 98 karung rokok ilegal berbagai merek, yang secara keseluruhan mencapai total 1,4 juta batang. Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal ini menjadi contoh nyata bagaimana peredaran produk tembakau ilegal di Bali terus mengalami perluasan.

“Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat dan menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi produsen legal. Dengan berhasil menggagalkan pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal, Bea Cukai menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan industri tembakau yang sah,” terang Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo.

Hasil dari operasi tersebut mencakup penyitaan 1.401.600 batang rokok ilegal, yang terdiri dari merek Nexus (560.000 batang), New Nexus (496.000 batang), Pad Bold (96.000 batang), Reno 09 Mangga (172.800 batang), dan Reno 09 Anggur (76.800 batang). Total nilai barang mencapai Rp2,08 miliar, sementara kerugian negara yang berhasil diselamatkan diperkirakan Rp1,35 miliar, terutama dari nilai cukai sebesar Rp1,04 miliar. Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi dari aktivitas peredaran tak sah.

Peran Bea Cukai dalam Memerangi Pengiriman Rokok Ilegal

Dalam penggagalan pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal, Bea Cukai menegaskan peran pentingnya dalam mengawasi kegiatan perdagangan tembakau. Petugas berhasil mengamankan dua orang, yaitu pengemudi truk dengan inisial DH dan asistennya berinisial K, yang diduga melanggar Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Cukai. Upaya ini menunjukkan bagaimana pengawasan terhadap pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal dilakukan secara intensif untuk memutus rantai perdagangan tak sah.

Bea Cukai juga menekankan bahwa penggagalan pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal adalah bagian dari langkah strategis untuk menekan penyebaran produk tembakau yang tidak memiliki cukai. Dengan menindak para pelaku, instansi tersebut berupaya untuk melindungi konsumen dari risiko kesehatan akibat kualitas rokok yang tidak terjamin, serta memastikan pendapatan negara dari pajak cukai tetap terjaga. Pengiriman 1,4 juta batang rokok ilegal ini menjadi bukti bahwa tindakan pemerintah tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif.

Leave a Comment