Nasional

Visit Agenda: Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Merah Putih Tanpa Naskah Akademik

Prabowo Terungkap Alasan Membentuk Koperasi Merah Putih Tanpa Naskah Akademik Visit Agenda - Jakarta, Tribunnews.com - Dalam acara Hari Koperasi Nasional di

Desk Nasional
Published Juli 13, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Prabowo Terungkap Alasan Membentuk Koperasi Merah Putih Tanpa Naskah Akademik

Visit Agenda – Jakarta, Tribunnews.com – Dalam acara Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Minggu (12/7/2026), Prabowo Subianto menjelaskan konsep Koperasi Merah Putih (KDMP dan KNMP) yang ia usulkan. Ia mengatakan, gagasan ini sudah mendarah daging sejak lama, bahkan tercipta saat masih aktif di militer, dan menjadi bagian dari Visit Agenda kebijakan pembangunan yang ia prioritaskan.

Asal Usul Konsep Koperasi Merah Putih

Dalam pidatonya, Prabowo menyebut pengalaman bertugas di daerah pedesaan dan pegunungan memberinya gambaran nyata tentang kesulitan masyarakat kecil. “Saya melihat rakyat kelaparan dan ada yang mati rasa karena keterbatasan makanan untuk kompi saya,” ujarnya. Pengalaman ini menjadi dasar untuk memikirkan kebutuhan desa memiliki sistem pangan yang mandiri. Menurutnya, koperasi bisa menjadi solusi terbaik karena mampu memperkuat daya beli masyarakat dan mengatasi ketergantungan pada lembaga keuangan besar.

“Saya melihat rakyat kelaparan dan ada yang mati rasa karena keterbatasan makanan untuk kompi saya,” kata Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa koperasi merah putih diwujudkan untuk mengakomodasi kebutuhan desa dan pedesaan. Ia menjelaskan bahwa tanpa naskah akademik, proses pembentukannya bisa lebih cepat, karena menurutnya wewenang pemerintah pusat lebih mudah dikembangkan. “Kalau orang modalnya kecil atau tidak punya modal, susah dapat kredit di mana-mana,” tambahnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa koperasi merah putih dibentuk secara langsung tanpa melalui proses panjang.

Penerapan Koperasi dalam Pembangunan Ekonomi

Prabowo juga memaparkan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari Visit Agenda transformasi ekonomi Indonesia. Ia mengungkapkan, selama masa pemerintahannya, pemerintah telah berupaya meningkatkan swasembada pangan melalui kebijakan menurunkan harga pupuk dan menaikkan harga beli gabah. Namun, ia menilai bahwa peningkatan produksi tidak cukup jika tidak didukung oleh sistem keuangan yang adil.

“Tapi saya dapat laporan: Pak, percuma Pak, hasil mereka naik. Kenapa? Karena hutang mereka banyak. Karena pertanian itu panennya itu 100 hari. Nah selama 100 hari anaknya ada yang sakit, anaknya harus sekolah, mungkin ada kerusakan ini, dia butuh uang, dia pinjam uang dan bunganya luar biasa gila,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kebutuhan petani selama siklus panen yang singkat membuat mereka rentan terhadap utang berbunga tinggi. Koperasi merah putih diharapkan menjadi tempat perlindungan finansial, sehingga petani tidak terjebak dalam kesulitan ekonomi. Ia juga menyebutkan bahwa koperasi bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Dalam perjalanan Visit Agenda membangun koperasi ini, Prabowo menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. Ia mengatakan bahwa koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesejahteraan secara bersama. “Koperasi merah putih harus mampu memenuhi kebutuhan mendasar rakyat, bukan hanya keuntungan pribadi,” tambahnya.

Koperasi Merah Putih juga diharapkan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di sektor pertanian. Prabowo menyampaikan bahwa lembaga ini bisa menjadi penggerak untuk membangun ketahanan ekonomi nasional. “Koperasi adalah satu-satunya jalan untuk melindungi rakyat yang paling bawah,” ujarnya, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari Visit Agenda visi pemerintahannya untuk memperkuat ekonomi rakyat.

Leave a Comment