Indonesia dan Inggris Perkuat Akselerasi Ekosistem Maritim Rendah Karbon
Latest Program – Dalam upaya meningkatkan keberlanjutan sektor transportasi laut, Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Inggris menghadirkan tiga dokumen strategis yang bertujuan mempercepat transisi menuju ekosistem maritim rendah karbon. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman bagi pelabuhan serta perusahaan pelayaran dalam meningkatkan penggunaan energi secara efisien, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060.
Komitmen Bersama untuk Transisi Hijau
Program ini diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui inisiatif UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT), bekerja sama dengan Institute for Natural Resources, Energy, and Environmental Management (IREEM). Tiga dokumen yang diperkenalkan mencakup Buku Panduan Efisiensi Energi Sektor Maritim, Kajian Bahan Bakar Alternatif, dan Kajian Optimalisasi Onshore Power Supply (OPS). Dokumen-dokumen tersebut dirancang untuk membimbing pengelolaan sumber daya energi serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Transformasi menuju green shipping dan green ports adalah langkah penting untuk menjaga daya saing pelayaran nasional di tingkat global,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Lollan Panjaitan, saat membuka Forum Kolaboratif UK PACT di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Kajian bahan bakar alternatif menjelaskan peluang penggunaan bahan bakar rendah karbon, disertai model bisnis dan strategi transisi yang dapat diadopsi. Sementara kajian OPS memberikan rekomendasi tentang pemasangan pasokan listrik dari darat untuk mengurangi penggunaan bahan bakar diesel saat kapal bersandar. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah menekan emisi gas rumah kaca dalam sektor transportasi laut.
Kolaborasi untuk Penguatan Teknologi
Direktur Eksekutif IREEM, Arief Yunan, menambahkan bahwa dokumen-dokumen ini bertujuan menghubungkan target dekarbonisasi dengan implementasi nyata di lapangan. “Dengan panduan yang terstruktur dan sesuai kebutuhan industri, kita bisa memberikan dasar kuat bagi para pemangku kepentingan untuk mempercepat solusi rendah karbon,” jelasnya.
“Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong pertumbuhan hijau melalui pengembangan sektor maritim berkelanjutan,” kata UK Minister-Counsellor for Development Kedutaan Inggris di Jakarta, Peter Rajadiston.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Perhubungan, PT PELNI (Persero), dan PT Pelindo (Persero) telah menandatangani komitmen bersama untuk mendorong penerapan teknologi rendah karbon, pengoptimalan efisiensi energi, serta pengembangan ekosistem maritim yang lebih hijau di Indonesia.
