Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang Kecil Bertahan di Manahan
Sepiring Tahu Kupat dan Kisah Pedagang – Di tengah langit senja yang memudarkan cahaya, Heriyanto, seorang pedagang asal Sragen, sibuk mempersiapkan hidangan tahu goreng dan kupat untuk para pelanggan di warungnya yang berada di sisi barat kompleks Stadion Manahan, Solo. Setiap hari, ia berdiri di depan warung sederhana ini, menata potongan tahu, nasi kuning, dan taburan kecambah ke dalam piring. Meski terlihat biasa saja dari luar, di balik pemandangan yang ramai dan aroma kuah hangat, tersembunyi kisah bertahun-tahun tentang perjuangan mempertahankan usaha.
Kisah Tahun-Tahun Tantangan
Kuliner di area Manahan mengalami gelombang kesulitan sejak pandemi memengaruhi aktivitas masyarakat. Kawasan yang biasanya penuh sesak jadi lengang, membuat pedagang kehilangan penghasilan secara signifikan. Mas Heri, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa tiga tahun terakhir menjadi periode paling berat. “2020, 2021, 2022 itu tahun berat bagi kami,” katanya saat ditemui di warungnya, Selasa (12/5/2026). Usaha kuliner di shelter Manahan hampir runtuh akibat pembatasan kegiatan, lalu kembali terancam ketika kawasan itu dibongkar untuk penataan.
“Hancur karena pandemi, mulai bangkit habis itu harus pindah karena shelter dibongkar untuk penataan,” jelas Mas Heri.
Proyek revitalisasi Surakarta menjadi alasan utama penggusuran tempat usaha. Pemkot Solo menganggap rencana ini penting untuk menyambut Piala Dunia U20 2023. Namun, keputusan tersebut berdampak besar pada para pedagang yang mengandalkan lokasi tersebut. Beberapa pemilik usaha kecil terpaksa mencari lokasi baru, termasuk Mas Heri yang memilih menyewa lahan milik pribadi di dekat tempat lama. Pilihan ini memerlukan pertimbangan matang, karena biaya sewa menambah beban di tengah pemulihan ekonomi yang belum stabil.
Warung Tahu Kupat Pak Har bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tapi juga benteng kehidupan keluarga. Dari rencana awal hingga kondisi sekarang, cerita ini menggambarkan ketahanan seorang pedagang kecil di tengah krisis. Meski harus beradaptasi, ia tetap mempertahankan rasa autentik yang menjadikan warung ini favorit banyak orang.
