Kesehatan

Slow Jogging: Olahraga Santai yang Berdampak untuk Kesehatan Jantung hingga Mental

Metode berlari dengan kecepatan rendah ini kini semakin digemari masyarakat Indonesia sebagai alternatif olahraga yang praktis. Slow jogging menawarkan

Desk Kesehatan
Published Juli 23, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Smith - beritahitam.com

Slow Jogging: Aktivitas Ringan dengan Dampak Luas bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Beritahitam.com – Metode berlari dengan kecepatan rendah ini kini semakin digemari masyarakat Indonesia sebagai alternatif olahraga yang praktis. Slow jogging menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan aktivitas fisik konvensional, di mana fokus utama bukan pada jarak tempuh atau kecepatan, melainkan pada kenyamanan dan konsistensi gerakan. Pendekatan ini sangat cocok untuk berbagai kalangan, mulai dari lansia hingga mereka yang memiliki berat badan berlebih.

Akar Sejarah dan Perkembangan Global

Asal-usul metode ini berawal dari riset panjang yang dilakukan Prof. Hiroaki Tanaka, seorang pakar fisiologi olahraga dari Universitas Fukuoka, Jepang. Selama lebih dari empat dekade, penelitiannya menghasilkan konsep yang kemudian diadopsi oleh Korea Selatan pada tahun 2015. Kini, gerakan komunitas ini telah menyebar ke berbagai negara dan menjadi tren kesehatan global.

Penjelasan Ilmiah dari Para Ahli

Putri Utami, MBiomed, dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, memberikan penjelasan ilmiah mengenai mekanisme kerja slow jogging. Menurut penelitiannya, intensitas latihan ini mencapai sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal seseorang. Kondisi ini ditandai dengan detak jantung yang berada di kisaran 110 hingga 140 denyut per menit.

“Pada intensitas tersebut, tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh, latihan ini juga merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam jangka panjang,” ujar Putri.

Keadaan optimal ini memungkinkan tubuh bekerja secara efisien untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular sekaligus memperbaiki metabolisme. Meskipun pembakaran kalori per menitnya lebih rendah dibandingkan jogging intensitas tinggi, manfaat adaptasi tubuh dalam jangka panjang tetap sangat signifikan.

Manfaat Holistik untuk Kesehatan

Di balik kesantaiannya, slow jogging memberikan manfaat kesehatan yang komprehensif. Mulai dari peningkatan kebugaran tubuh secara keseluruhan, perlindungan kesehatan jantung, perbaikan sistem metabolisme, hingga dukungan terhadap kesehatan mental. Putri Utami menambahkan bahwa metode ini ideal bagi masyarakat yang selama ini jarang melakukan aktivitas fisik namun ingin membangun kebiasaan olahraga yang berkelanjutan.

Banyak orang kesulitan mempertahankan rutinitas karena langsung memilih aktivitas berat. Dengan memulai dari intensitas rendah, tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi tanpa tekanan berlebihan, sehingga kebiasaan olahraga dapat bertahan lebih lama.

Leave a Comment