Prabowo Puji Kecerdikan Cak Imin
Beritahitam.com – Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui kecerdikan politik yang ditunjukkan oleh Cak Imin atau Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa. Pengakuan ini disampaikan langsung oleh sang presiden saat menghadiri acara peringatan Hari Lahir PKB yang berlangsung meriah di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga memberikan gambaran tentang bagaimana ia merasakan energi positif dari sambutan yang diberikan oleh kader-kader partai.
Perjalanan Prabowo menuju lokasi acara tidak lepas dari kesan kelelahan. Dengan jadwal kenegaraan yang sangat padat, sang presiden sempat merasa berat untuk menghadiri acara tersebut. Namun, kehadiran iringan drum band yang menyambut kedatangannya berhasil mengubah suasana hati. Lagu-lagu perjuangan yang dimainkan secara langsung memberikan semangat baru bagi sang presiden yang baru saja menyelesaikan tugas-tugas kenegaraan.
“Terus terang aja tadinya saya terus terang aja kecapean. Waduh ada acara PKB lagi. Ya sudahlah enggak apa-apa karena kewajiban saya. Tapi begitu saya datang loh kok saya rasakan energi yang lain,” ungkap Prabowo dengan senyum.
Strategi Penyambutan yang Menghormati Latar Belakang
Salah satu hal yang paling menarik perhatian Prabowo adalah strategi penyambutan yang dirancang khusus oleh Cak Imin. Ia menilai bahwa PKB memiliki kecerdikan tinggi dalam meramu elemen-elemen yang sesuai dengan latar belakang militernya. Sebagai seorang purnawirawan jenderal, Prabowo merasa sangat dihargai dengan kehadiran drum band yang memainkan lagu “Maju Tak Gentar” dan Mars PKB.
“PKB nyambut saya pakai drum band. Luar biasa, pakai drum band. Tadi lagunya apa itu? Maju Tak Gentar. Ini memang Gus Imin ini memang… Dia, dia pelajari, dia tanya-tanya, oh jenderal purnawirawan Prabowo bisa disambut pakai kalungan ya, kita sambut pakai drum band,” kata Prabowo dengan antusias.
Prabowo juga menyoroti bagaimana Cak Imin tidak hanya sekadar memberikan penyambutan biasa, tetapi benar-benar mempelajari preferensi dan latar belakangnya. Hal ini menunjukkan bahwa partai tersebut memiliki kepekaan politik yang tinggi dan mampu menyesuaikan acara dengan karakter tamu kehormatan. Selain itu, penyerahan rekomendasi dari para ulama juga menjadi bagian dari rangkaian acara yang membuat Prabowo terkesan dengan persiapan matang PKB.
“Masuk ke sini dikasih lagi mars PKB. Mars PKB, hati-hati kok pelajari itu. Siapa yang bikin itu? Saya ini kalau hadir acara harlah-harlah, saya juga lihat apa yang… Habis itu saya dikasih rekomendasi Ijtima Ulama ini. Hebat PKB, luar biasa terima kasih,” jelasnya.
Gurauan tentang Dominasi PKB dalam Jadwal Undangan
Di tengah acara, Prabowo tidak lupa melontarkan gurauan politik yang menghibur para hadirin. Ia heran dengan kebiasaan PKB yang selalu menjadi partai pertama dalam mengundangnya setiap musim perayaan hari ulang tahun partai. Gurauan ini juga menyisipkan sedikit kritik ringan terhadap partai lain yang jadwalnya lebih lambat.
“Dalam musim dalam musim satu tahun tahunan kenapa PKB harlahnya selalu yang pertama mengundang presiden. Sori ye Golkar. Golkar ya ulang tahunmu akhir tahun. Ya kan? Oktober. Pan… ah habis ini Demokrat katanya. Tanggal apa bulan depan ya? Agustus ya? September. Kok bisa ya PKB ini. Ilmunya apa ini aduh ini. Ini ngeri juga ini kiai-kiai ini,” selorohnya diiringi tawa para hadirin.
Acara peringatan Hari Lahir ke-28 PKB tersebut diselenggarakan di JCC Senayan, Jakarta, pada Kamis (23/7/2026). Kehadiran Prabowo tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap partai yang telah lama menjadi bagian dari sejarah politik Indonesia. Dengan segala pujiannya, Prabowo menunjukkan bahwa ia menghargai setiap usaha PKB dalam memberikan penyambutan terbaik bagi para pemimpin negara.

