Peta Dukungan Calon Ketua Umum PBNU Muktamar Jombang 2026
Beritahitam.com – Persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang telah membuka persaingan sengit di antara para kandidat. Agenda besar yang akan digelar pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas ini menarik perhatian seluruh elemen organisasi. Dalam konteks ini, Peta Dukungan Calon Ketua Umum mulai terbentuk seiring dengan pernyataan-pernyataan resmi dari berbagai wilayah.
Hingga saat ini, belum ada satu nama pun yang benar-benar memastikan kemenangan. Dinamika politik internal NU menunjukkan bahwa dukungan masih bersifat cair dan dapat berubah seiring dengan diskusi-diskusi tingkat daerah. Para pengurus terus melakukan pendekatan kepada anggota dan tokoh-tokoh kunci untuk memperkuat posisi masing-masing kandidat.
KH Nasaruddin Umar Memperkuat Posisi
Dari berbagai wilayah yang telah menyampaikan sikap mereka, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar menjadi figur yang paling banyak mendapat dukungan terbuka. Beberapa organisasi Nahdlatul Ulama secara tegas telah menyatakan dukungan kepada beliau melalui pernyataan resmi.
PWNU Kalimantan Selatan secara eksplisit mendukung KH Nasaruddin Umar. Demikian pula dengan PCNU Palopo yang menyatakan sikap serupa. PCNU Wajo juga menyebut Nasaruddin Umar sebagai sosok yang layak memimpin PBNU dengan memberikan alasan organisasi yang kuat. Ketua PCNU Bulukumba, Hakim Bohari, turut menambahkan suaranya untuk mendukung KH Nasaruddin Umar.
Di Sulawesi Selatan, pembahasan mengenai dukungan terhadap Nasaruddin Umar juga berlangsung di berbagai cabang, meskipun belum semua wilayah mencapai kesepakatan bulat. Liputan Tribun Timur mengungkap bahwa PCNU Luwu masih mempertimbangkan arah dukungannya. Nama Nasaruddin Umar memang menguat, namun sebagian pengurus masih menunggu pembahasan internal sebelum mengambil keputusan resmi.
Dukungan kepada Nasaruddin Umar memang mulai mengkristal di beberapa daerah, terutama di Indonesia Timur, tetapi belum berkembang menjadi konsensus penuh. Hal ini menunjukkan bahwa peta dukungan masih dalam tahap pembentukan.
Kandidat Lain dalam Persaingan
Selain KH Nasaruddin Umar, sejumlah nama lain juga muncul dalam persaingan di tingkat daerah. Liputan Tribun Kaltim mencatat bahwa PCNU Balikpapan memperjuangkan KH Muhammad Ali Cholil agar masuk dalam tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Upaya ini menunjukkan bahwa setiap kandidat memiliki basis dukungan yang kuat di wilayah tertentu.
Tribunnews juga mengangkat profil beberapa figur yang masuk dalam bursa Ketua Umum PBNU, termasuk KH Zulfa Mustofa. Secara garis besar, nama-nama yang dijagokan maju di pemilihan Ketua Umum PBNU di antaranya Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU petahana, KH Yahya Cholil Staquf. Gus Salam, pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib. Nasaruddin Umar, Menteri Agama RI. KH Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum PBNU. Gus Yusuf, pengasuh Ponpes API ASRI Tegalrejo, Magelang. Gus Kikin, Ketua PWNU Jawa Timur. Gus Rozin, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah.
Muktamar Jombang 2026 diprediksi akan menjadi ajang persaingan yang menarik. Dengan berbagai wilayah yang masih mempertimbangkan dukungannya, Peta Dukungan Calon Ketua Umum akan terus berubah hingga hari-H pemilihan. Para pengamat politik NU mencatat bahwa faktor-faktor seperti pengalaman organisasi, jaringan daerah, dan dukungan tokoh-tokoh kunci akan menentukan hasil akhir. Proses pembentukan konsensus ini menunjukkan kematangan demokrasi internal Nahdlatul Ulama dalam memilih pemimpin masa depan.

