Regional

Nasib Anak Terduga Pencuri Ayam yang Tewas Diamuk Massa di Tabanan, Pendidikannya Dijamin Pemerintah

KD, seorang pria asal Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meninggal dunia setelah dikeroyok massa. Pria tersebut diduga tertangkap

Desk Regional
Published Juli 26, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : John Moore - beritahitam.com

Nasib Anak Terduga Pencuri Ayam di Tabanan: Pemerintah Jamin Pendidikan

Beritahitam.com – KD, seorang pria asal Desa Sudetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, meninggal dunia setelah dikeroyok massa. Pria tersebut diduga tertangkap tangan sedang mencuri ayam aduan milik IWAS (31). Tragisnya, kejadian ini terjadi di Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Tabanan sendiri merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Bali.

Profil Wilayah Tabanan dan Lokasi Kejadian

Kabupaten Tabanan terletak di bagian selatan Pulau Bali dengan luas wilayah mencapai 839,33 kilometer persegi. Wilayah ini terdiri dari daerah pegunungan dan pantai yang indah. Tabanan dikenal sebagai lumbung beras utama di pulau tersebut, dengan area sawah yang sangat luas. Secara geografis, daerah ini memiliki posisi strategis di bagian tengah hingga selatan Bali. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Buleleng di sebelah Utara, Badung di Timur, Jembrana di Barat, serta Samudra Hindia di Selatan.

Setelah kasus tewasnya terduga pencuri ayam di Tabanan, Pemerintah Kabupaten Buleleng segera memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) telah menyiapkan program pendampingan psikologis bagi ketiga anak KD. Informasi ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan kasus, tetapi juga memastikan kesejahteraan keluarga korban.

KD diketahui memiliki tiga orang anak dengan usia yang berbeda-beda. Anak sulungnya telah berkeluarga dan mandiri, sementara anak kedua masih duduk di bangku kelas 1 SMP. Anak bungsunya yang merupakan seorang bocah perempuan masih kelas 1 SD. Kehilangan ayah secara mendadak tentu menjadi pengalaman yang sangat berat bagi ketiga anak tersebut, terutama untuk anak yang masih kecil.

“Besok (Senin, 27 Juli 2026) sudah dilakukan penjangkauan dengan psikolog yang sudah kami siapkan untuk mendampingi anak-anak dan keluarga yang bersangkutan,” ujar Kariaman usai mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Minggu (26/7/2026).

Kepala Dinsos P3A Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menjelaskan bahwa pendampingan psikologis sangat diperlukan untuk membantu proses pemulihan kondisi mental anak-anak KD. Menurutnya, anak-anak KD sudah terlihat lebih tenang setelah kejadian. Namun demikian, pendampingan tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi mental mereka secara menyeluruh. Program ini akan dimulai pada hari Senin mendatang dengan melibatkan psikolog yang telah disiapkan oleh dinas terkait.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan sisi kemanusiaan dalam penanganan kasus kriminal. Pemerintah tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga memastikan bahwa anak-anak korban mendapatkan dukungan yang memadai. Nasib anak-anak KD kini berada dalam pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi sosial. Melalui program pendampingan ini, diharapkan ketiga anak tersebut dapat melewati masa-masa sulit dengan lebih baik dan melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan berarti.

Leave a Comment