Nasional

Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk, Feri Amsari Singgung Janji Zaken Kabinet Gagal Terwujud

Jakarta, Senin (27/7/2026) – Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk Feri Amsari sebagai bagian dari upaya masyarakat sipil untuk memperkuat mekanisme pengawasan

Desk Nasional
Published Juli 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : David Lopez - beritahitam.com

Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk: Feri Amsari Soroti Kegagalan Janji Zaken

Beritahitam.com – Jakarta, Senin (27/7/2026) – Kabinet Bayangan Resmi Dibentuk Feri Amsari sebagai bagian dari upaya masyarakat sipil untuk memperkuat mekanisme pengawasan terhadap kebijakan pemerintah. Panitia Seleksi Kabinet Bayangan telah mengonfirmasi pembentukan 15 posisi kementerian yang diisi oleh para anggota terpilih melalui proses seleksi terbuka. Inisiatif ini menegaskan diri sebagai instrumen pengawasan berbasis bukti, bukan sebagai alternatif kekuasaan yang bersaing dengan pemerintahan saat ini.

Ketua Panitia Seleksi, Feri Amsari, menjelaskan bahwa pembentukan lembaga ini didorong oleh penilaian bahwa mekanisme checks and balances antarlembaga negara terhadap eksekutif mengalami pelemahan signifikan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi Kabinet Bayangan untuk berperan sebagai mitra pembanding yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Pembentukan Kabinet Bayangan ini adalah respons kami atas kondisi checks and balances yang hilang terhadap eksekutif. Nyaris seluruh kekuatan politik hari ini berada di barisan pendukung pemerintah. Tidak ada oposisi formal yang cukup kuat untuk mengimbangi kebijakan Kabinet Merah Putih.

Feri menambahkan bahwa hampir tidak ada oposisi formal yang mampu memberikan keseimbangan terhadap arah kebijakan yang diambil oleh pemerintahan saat ini. Oleh karena itu, Kabinet Bayangan hadir sebagai platform non-partisan yang bekerja secara pro-bono untuk menyusun alternatif kebijakan berbasis bukti. Setiap anggota akan berfungsi sesuai bidang tugas masing-masing dalam mengawasi menteri di Kabinet Merah Putih.

Janji Zaken Kabinet yang Belum Tercapai

Dalam kesempatan yang sama, Feri menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto selama kampanye Pilpres 2024 untuk membentuk zaken kabinet. Kabinet jenis ini seharusnya diisi berdasarkan kompetensi dan profesionalisme, bukan pertimbangan politik semata. Sayangnya, komitmen tersebut belum sepenuhnya terwujud hingga kini.

Presiden Prabowo pernah menjanjikan zaken kabinet, namun gagal mewujudkannya. Kami membuktikan sebaliknya: rakyat bisa membentuk zaken kabinetnya sendiri.

Masyarakat sipil menilai bahwa prinsip meritokrasi justru lebih efektif diterapkan melalui proses seleksi terbuka yang transparan. Hal ini menjadi dasar bagi Kabinet Bayangan untuk membuktikan bahwa alternatif profesionalisme dapat datang dari kalangan rakyat. Melalui pendekatan ini, lembaga ini berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengawasan dan penyempurnaan kebijakan nasional.

Proses Seleksi dan Kriteria Pemilihan

Proses seleksi dimulai pada 12 Mei 2026 dengan pendaftaran terbuka. Sebanyak 121 peserta mendaftar secara mandiri, sementara 102 nama lainnya diusulkan oleh organisasi masyarakat sipil. Seluruh kandidat kemudian dievaluasi oleh panel independen yang terdiri dari Erry Riyana Hardjapamekas, Bivitri Susanti, dan Zainal Arifin Mochtar.

Enam kriteria utama digunakan dalam penilaian, yaitu integritas, kompetensi, usia di bawah 50 tahun, sikap kritis, keberpihakan kepada rakyat, serta tidak memiliki afiliasi partai politik. Dari seluruh proses tersebut, terpilih 15 anggota dengan komposisi 40 persen perempuan. Angka ini menunjukkan komitmen terhadap representasi gender dalam lembaga baru ini.

Peran Kabinet Bayangan ke Depan

Setiap anggota Kabinet Bayangan akan berfungsi sebagai mitra pembanding bagi menteri di Kabinet Merah Putih sesuai bidang tugas masing-masing. Kebijakan pemerintah akan dikaji secara mendalam dan dilengkapi dengan alternatif kebijakan yang akan dipublikasikan kepada publik. Lembaga ini juga telah mulai memberikan kritik terhadap berbagai program pemerintah.

Program-program yang menjadi sorotan antara lain Program MBG, Kopdes Merah-Putih, hingga Food Estate. Melalui pendekatan berbasis bukti dan pengawasan berkelanjutan, Kabinet Bayangan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengawasan dan penyempurnaan kebijakan nasional. Kehadiran lembaga ini diharapkan dapat memperkuat demokrasi Indonesia melalui mekanisme pengawasan yang lebih efektif dan transparan.

Leave a Comment