Kesehatan

Anak Makin Sering Pakai Kacamata Tebal, Kebiasaan Ini Picu Minus Bertambah

Orang tua kini semakin menyadari bahwa Anak Makin Sering Pakai Kacamata dengan ukuran minus yang semakin besar. Fenomena ini menjadi perhatian serius

Desk Kesehatan
Published Juli 31, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com

Kacamata Minus Makin Tebal pada Anak: Kebiasaan yang Perlu Diwaspadai

Beritahitam.com – Orang tua kini semakin menyadari bahwa Anak Makin Sering Pakai Kacamata dengan ukuran minus yang semakin besar. Fenomena ini menjadi perhatian serius mengingat meningkatnya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari. Baik untuk keperluan belajar, bermain, maupun berkomunikasi, layar gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak modern.

Pengaruh Gaya Hidup Digital terhadap Kesehatan Mata

Dr. Sharita R. Siregar, SpM(K), dokter spesialis mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics yang juga menjabat sebagai Kepala Lions Eye Bank Jakarta (LEBJ), menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup di era digital menjadi salah satu penyebab meningkatnya gangguan refraksi pada anak-anak. Ia menekankan bahwa selama masa pertumbuhan hingga anak berusia 18 tahun, bola mata masih terus berkembang. Kebiasaan melihat objek dalam jarak dekat secara terus-menerus dapat memengaruhi proses perkembangan tersebut.

“Jadi era digitalisasi, semakin mereka banyak screen time, memang mereka tergantung posisinya juga sih,” ujar dr. Sharita dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh JEC Eye Hospitals and Clinics pada Rabu (29/7/2026) di Jakarta Pusat.

Menurut penjelasan dr. Sharita, anak-anak saat ini tidak hanya belajar menggunakan buku cetak, tetapi juga berpindah-pindah antara tablet, telepon genggam, hingga komputer. Kondisi ini membuat mata bekerja tanpa henti untuk fokus pada objek yang berada dalam jarak dekat. Selain durasi penggunaan gadget, posisi tubuh saat menggunakan perangkat juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.

Kebiasaan yang Memperparah Minus pada Anak

Salah satu kebiasaan yang sering luput dari perhatian adalah membaca atau bermain gadget dalam jarak terlalu dekat. Ketika Anak Makin Sering Pakai Kacamata dengan kekuatan yang semakin tinggi, hal ini bisa menjadi indikasi bahwa kebiasaan buruk tersebut terus berlanjut. Mata yang terus-menerus bekerja dalam jarak dekat tanpa istirahat yang cukup akan mengalami ketegangan yang berujung pada peningkatan minus.

Posisi duduk yang tidak tepat saat menggunakan perangkat digital juga berkontribusi terhadap masalah mata. Anak-anak yang sering menunduk terlalu lama saat bermain game atau menonton video berpotensi mengalami perkembangan minus yang lebih cepat. Selain itu, kurangnya waktu untuk aktivitas luar ruangan juga menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai oleh orang tua.

Tips Menjaga Kesehatan Mata Anak

Untuk mencegah perkembangan minus yang semakin cepat, dr. Sharita menyarankan agar orang tua memperhatikan kebiasaan anak dalam menggunakan perangkat digital. Aturan 20-20-20 dapat diterapkan, yaitu setiap 20 menit menggunakan layar, anak sebaiknya melihat objek pada jarak 20 kaki selama 20 detik. Selain itu, memastikan pencahayaan yang cukup saat membaca atau belajar juga sangat penting.

Orang tua juga disarankan untuk membatasi waktu screen time anak dan mendorong aktivitas fisik di luar ruangan. Dengan keseimbangan antara penggunaan gadget dan aktivitas fisik, perkembangan mata anak dapat lebih optimal. Jika Anak Makin Sering Pakai Kacamata dengan ukuran yang semakin besar, konsultasi rutin ke dokter spesialis mata menjadi langkah yang tepat untuk memantau kondisi mata secara berkala.

Leave a Comment