Kesehatan

Latest Program: Senam Ergonomik Baik untuk Lansia, Gerakannya Bantu Jaga Sendi hingga Redakan Stres

lihan Aktivitas Fisik yang Multimanfaat untuk Lansia Latest Program - Di tengah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, senam ergonomik

Desk Kesehatan
Published Mei 18, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Senam Ergonomik: Pilihan Aktivitas Fisik yang Multimanfaat untuk Lansia

Latest Program – Di tengah peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, senam ergonomik muncul sebagai tren yang semakin diminati. Aktivitas ini dianggap sebagai salah satu bentuk olahraga yang sangat cocok untuk kalangan lansia, karena memadukan gerakan ringan dengan prinsip keselamatan dalam peregangan dan latihan. Selain mengurangi rasa sakit pada sendi, senam ergonomik juga dinilai mampu menjaga stabilitas kadar asam urat, melancarkan sirkulasi darah, serta meningkatkan fleksibilitas tubuh. Lebih dari itu, gerakan yang dilakukan secara rutin dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional, membantu mengurangi stres serta mengembalikan semangat hidup.

Mengapa Senam Ergonomik Cocok untuk Lansia?

Menurut Roida, seorang instruktur senam yang berpengalaman, senam ergonomik dikembangkan dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan lansia. “Gerakan senam ergonomik dibuat agar aman dan mudah dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia,” jelas Roida saat menggelar sesi latihan di Helens Night Mart, Ampera, Jakarta Selatan, pada Minggu (17/5/2026). Ia menambahkan, bentuk latihan ini tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga bisa diakses di berbagai tempat. “Dengan demikian, lansia tidak perlu khawatir tentang biaya atau tempat yang memadai untuk menjalani aktivitas fisik,” ujarnya.

“Jika dilakukan secara teratur, minimal 2 sampai 3 kali seminggu, senam ergonomik dapat mengurangi rasa sakit sendi dan membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil,” tambah Roida. Gerakan ringan yang dilakukan secara berkelanjutan juga dianggap efektif dalam meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, serta meningkatkan keseimbangan fisik. “Saat tubuh bergerak, sistem hormonal akan teraktivasi, yang berdampak langsung pada suasana hati dan kestabilan emosi,” terangnya.

Roida menekankan bahwa senam ergonomik tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga psikologis. Ia menjelaskan, latihan ini mendorong tubuh melepaskan hormon seperti endorfin dan serotonin, dua zat yang berperan penting dalam mengurangi ketegangan dan meningkatkan perasaan rileks. “Gerakan yang dilakukan secara konsisten bisa menjadi cara alami untuk menenangkan pikiran, bahkan meningkatkan mood,” ujarnya. Ia juga menyoroti bahwa senam ergonomik bisa dijadikan bagian dari rutinitas harian tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan.

Kegiatan CSR Holywings Group dan Momen Perayaan Hari Lansia Nasional

Dalam upaya mendukung kesehatan lansia, Holywings Group melalui program CSR Holywings Peduli mengadakan kegiatan senam ergonomik sebagai bagian dari perayaan Hari Lansia Nasional, yang diperingati setiap 29 Mei. Acara ini digelar di lokasi Helens Night Mart Ampera, Jakarta Selatan, dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta, termasuk sejumlah besar masyarakat usia lanjut dari Kelurahan Ragunan.

“Senam ergonomik diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup lansia, terutama dalam mencegah penyakit degeneratif seperti asam urat dan osteoartritis,” kata Roida saat memberikan penjelasan tentang alur kegiatan. Ia menjelaskan bahwa senam ergonomik dirancang dengan pertimbangan intensitas gerakan yang tidak terlalu berat, sehingga minim risiko cedera. “Durasi ideal latihan sekitar 20–40 menit per sesi, namun bisa disesuaikan dengan kemampuan individu. Jadi, setiap orang dapat menyesuaikan tingkat kesulitan sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya memperkuat kesehatan masyarakat usia lanjut. Roida mengatakan, senam ergonomik juga bisa meningkatkan keterlibatan sosial lansia, karena memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan sesama peserta dan instruktur. “Sesinya dinamis, tetapi tetap terstruktur agar peserta merasa nyaman dan termotivasi,” ujarnya. Ia menambahkan, kegiatan ini dilakukan secara rutin selama beberapa minggu, dengan durasi latihan yang bisa dimodifikasi sesuai kondisi fisik peserta.

Kegiatan senam ergonomik yang digelar oleh Holywings Group tidak hanya menjadi ajang penyegaran fisik, tetapi juga ajang edukasi tentang pentingnya aktivitas fisik untuk pencegahan penyakit. Roida menekankan bahwa senam ergonomik bisa menjadi solusi efektif bagi lansia yang kesulitan melakukan olahraga lain. “Ini bukan hanya gerakan untuk membantu sendi, tetapi juga untuk memperbaiki kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kronis,” jelasnya. Ia menyarankan agar lansia tetap memperhatikan pemanasan sebelum dan pendinginan setelah latihan untuk menghindari cedera.

Menpora Erick menyoroti peran senam ergonomik dalam memperkuat komitmen pembangunan olahraga nasional. “Senam ergonomik tidak hanya berdampak pada lansia, tetapi juga menjadi contoh bagaimana olahraga bisa diakses oleh semua kalangan,” katanya dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa olahraga tidak harus menuntut kekuatan fisik maksimal, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang mudah dijalani. “Ini adalah langkah penting dalam menyebarkan kesadaran masyarakat tentang keuntungan senam untuk kesehatan jangka panjang,” ujarnya.

Roida juga menyinggung bahwa senam ergonomik bisa menjadi pengobat alami untuk gejala stres yang sering dialami lansia. “Banyak orang tua yang merasa kurang bersemangat karena rasa lelah atau kebosanan. Senam ergonomik memberikan kesempatan untuk merasa aktif kembali,” katanya. Ia menambahkan, kegiatan ini bisa dijadikan sarana untuk mengurangi rasa cemas dan meningkatkan kualitas tidur. “Dengan gerakan yang lambat dan nyaman, tubuh akan lebih rileks, sehingga memungkinkan pemulihan energi yang lebih baik,” jelas Roida.

Menurut Roida, senam ergonomik juga mendorong pola hidup sehat secara keseluruhan. “Bukan hanya mencegah penyakit, tetapi juga meningkatkan kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya. Ia menyebutkan, lansia yang terbiasa bergerak secara rutin cenderung lebih aktif dalam melakukan tugas rumah tangga, berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan memperbaiki kesehatan secara holistik. “Ini adalah olahraga yang bisa dilakukan seumur hidup, bahkan jika ada keterbatasan fisik,” tambahnya.

Dalam konteks sosial, senam ergonomik juga berperan dalam memperkuat komunitas lansia. Kegiatan yang diadakan oleh Holywings Group di Helens Night Mart menunjukkan bahwa ada dukungan dari perusahaan swasta dalam membangun kebugaran masyarakat usia lanjut. “Senam ergonomik bisa menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar sesama lansia, sekaligus memperkenalkan pola hidup sehat secara bersama,” ujar Roida. Ia menegaskan bahwa senam ini tidak hanya membantu fisik, tetapi juga memperkaya pengalaman sosial.

Dengan pemanfaatan ruang publik sebagai tempat latihan, senam ergonomik juga dianggap sebagai solusi untuk mem

Leave a Comment