Kementerian UMKM Luncurkan Program AKUR untuk Alumni KUR: Plafon Pinjaman Kredit Mencapai Rp2 Miliar
Meeting Results – JAKARTA – Kementerian UMKM Republik Indonesia mengumumkan pengembangan program pembiayaan baru, yaitu AKUR, yang dirancang khusus bagi alumni KUR. Program ini bertujuan memperkuat akses keuangan untuk pengusaha yang telah mencapai plafon pinjaman KUR dan masih membutuhkan dana tambahan untuk ekspansi bisnis. Dalam rapat panitia kerja (Panja) terkait akses pembiayaan UMKM dan ekonomi kreatif, Senin (13/7/2026), Sekretaris Menteri UMKM, Loto Srinaita Ginting, menjelaskan bahwa AKUR merupakan solusi strategis untuk memastikan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan setelah periode pendanaan KUR selesai. Pembiayaan ini diperkenalkan dalam rangka Meeting Results yang menyoroti kebutuhan transisi finansial bagi debitur yang telah memenuhi kriteria pencairan KUR.
Peluang Ekspansi Bisnis bagi Alumni KUR
Meeting Results menunjukkan bahwa AKUR memberikan peluang kepada para pengusaha yang telah mendapatkan pinjaman KUR untuk melanjutkan investasi bisnis. Plafon pinjaman maksimal hingga Rp2 miliar ini dirancang untuk menyesuaikan skala usaha yang lebih besar, terutama bagi pelaku usaha yang ingin berkembang menjadi perusahaan menengah atau bahkan besar. Menurut Loto, program ini tidak hanya memperluas akses modal, tetapi juga memberikan bantuan keuangan berkelanjutan guna meningkatkan daya saing di pasar nasional dan internasional. “AKUR adalah hasil diskusi dalam Meeting Results, yang menekankan pentingnya mendukung keberlanjutan usaha setelah transisi dari KUR,” tambahnya.
“Program AKUR akan menjadi jembatan bagi para pelaku usaha yang sudah mendapat dana KUR, tetapi masih perlu tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. Hal ini sangat penting karena kebanyakan UMKM tidak bisa beroperasi secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan,” jelas Loto dalam Meeting Results.
Detail Kriteria Pemenuhan AKUR
Meeting Results juga mengungkapkan bahwa syarat menjadi debitur AKUR melibatkan berbagai kriteria penting. Pertama, calon debitur harus merupakan alumni KUR yang telah lunas memenuhi cicilan tanpa tunggakan. Kedua, usaha yang dijalankan harus memiliki kinerja produktif dan layak secara ekonomi. Selain itu, peserta program wajib memiliki NPWP, legalitas usaha aktif, serta rekam jejak keuangan selama minimal empat tahun. Loto menekankan bahwa persyaratan ini bertujuan memastikan keandalan dan keberlanjutan program, sehingga bisa memberikan manfaat optimal kepada pengusaha.
Program AKUR juga menawarkan keuntungan tambahan, seperti bunga pinjaman yang lebih rendah dan proses pengajuan yang lebih sederhana dibandingkan KUR. Hal ini merupakan langkah strategis dalam Meeting Results untuk mengurangi beban biaya keuangan bagi pelaku usaha dan meningkatkan kepercayaan pihak bank terhadap debitur yang sudah terbukti kredibel. Dengan plafon hingga Rp2 miliar, AKUR diharapkan bisa mendukung ekspansi usaha yang lebih signifikan, terutama pada sektor ekonomi kreatif dan manufaktur.
Manfaat AKUR untuk Pertumbuhan Ekonomi Mikro
Meeting Results menyoroti bahwa AKUR akan memberikan dampak positif terhadap ekonomi mikro. Dengan akses keuangan yang lebih luas, para pengusaha dapat mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan produktivitas. Loto menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi pilar utama perekonomian nasional. “AKUR adalah kebijakan yang menggabungkan hasil diskusi Meeting Results dengan kebutuhan nyata UMKM,” ujarnya.
Dalam konteks ini, AKUR diharapkan bisa menjadi pelengkap dari berbagai program pembiayaan yang sudah ada, seperti KUR dan program kemitraan. Kementerian UMKM menyatakan bahwa program ini akan diterapkan secara bertahap, dengan penyesuaian mekanisme dan ketentuan berdasarkan feedback dari debitur serta pihak terkait. Meeting Results menegaskan bahwa AKUR akan menjadi salah satu inisiatif utama dalam mendorong transisi usaha ke tahap yang lebih matang dan mandiri.
“Dengan AKUR, kita bisa memastikan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Ini adalah langkah penting dalam Meeting Results untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkas Loto.
Target Penerapan dan Persiapan Implementasi
Meeting Results menyebutkan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan infrastruktur dan kerja sama dengan lembaga keuangan untuk mewujudkan AKUR. Target peluncuran program ini akan dilakukan dalam beberapa tahap, dengan fokus pada sektor yang paling membutuhkan pembiayaan tambahan, seperti UMKM yang sudah memiliki fondasi kuat tetapi memerlukan pendanaan ekstra untuk ekspansi. Loto menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga mendukung inovasi dan pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pendanaan yang lebih fleksibel.
Sebagai bagian dari kebijakan nasional, AKUR diharapkan bisa menciptakan lingkungan usaha yang lebih inklusif. Dengan plafon pinjaman hingga Rp2 miliar, program ini bisa menjangkau pengusaha skala menengah yang sebelumnya kesulitan mendapatkan dana. Meeting Results menekankan bahwa AKUR akan menjadi titik balik dalam mengakomodasi kebutuhan finansial UMKM, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk bersaing di pasar yang semakin dinamis.
