Nasional

Menag: Bangsa Besar Tak Hanya Dibangun Melalui Ketangguhan Ekonomi, Tapi Juga Kekuatan Doa

Menag - JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa membangun bangsa besar tidak cukup hanya mengandalkan ketangguhan ekonomi dan kemajuan

Desk Nasional
Published Agustus 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Emily Garcia - beritahitam.com

Menag: Fondasi Bangsa Besar Melampaui Kekuatan Ekonomi

Beritahitam.com – Menag – JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa membangun bangsa besar tidak cukup hanya mengandalkan ketangguhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Dalam pidatonya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026), Menag menekankan pentingnya dimensi spiritual sebagai pilar utama kekuatan nasional.

“Kami meyakini bahwa bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antar sesama,” tegas Menag di hadapan ribuan jamaah yang hadir.

Perkembangan Zakat dan Wakaf di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Menag memaparkan sejumlah aspek kehidupan beragama di Indonesia yang menunjukkan kepedulian sosial, keikhlasan, serta ketaatan umat. Salah satu indikator utamanya adalah pengelolaan wakaf dan zakat yang terus mengalami peningkatan signifikan.

Menurut data yang disampaikan Menag, pada tahun 2025 penghimpunan zakat tumbuh sebesar 12 persen menjadi Rp44,6 triliun. Angka ini memberikan manfaat langsung bagi 140 juta mustahik di seluruh Indonesia. “Di saat yang sama, aset wakaf tumbuh 7 persen dengan 467.237 titik tanah wakaf seluas 50.000 hektar,” jelasnya.

“Wakaf produktif juga terus diperkuat melalui 514 titik inkubasi wakaf produktif agar aset wakaf semakin produktif, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Menag.

Sementara itu, penghimpunan wakaf uang juga mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pada periode yang sama, wakaf uang mencapai sekitar Rp4,7 triliun. Jumlah tersebut telah memberikan manfaat pada 750.000 penerima manfaat di berbagai daerah.

Kerukunan Umat Beragama Mencapai Rekor Tertinggi

Selain aspek ekonomi syariah, Menag juga menyoroti kemajuan kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Ia mengatakan Indeks Kerukunan Umat Beragama terus meningkat setiap tahunnya, menunjukkan harmoni sosial yang semakin kuat.

Pada tahun 2024, indeks kerukunan berada pada angka 76,47 yang kemudian naik menjadi 77,89 pada tahun 2025. “Tertinggi semenjak negeri ini berdiri,” kata Menag dengan penuh kebanggaan. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman agama di Indonesia dapat berjalan berdampingan dengan damai.

Melalui pernyataan ini, Menag mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat fondasi spiritual bangsa. Dengan menggabungkan kekuatan ekonomi, teknologi, dan doa, Indonesia dapat menjadi bangsa yang lebih tangguh dan bermartabat di mata dunia.

Leave a Comment