Beritahitam.com – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyatakan kondisi keamanan nasional hingga saat ini masih aman dan terkendali di tengah beredarnya berbagai unggahan di media sosial yang menyebut Indonesia akan menghadapi situasi tidak kondusif dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengatakan berbagai perkembangan yang terjadi masih berada dalam kendali pemerintah. "Situasi di dalam negeri hingga saat ini tetap aman dan terkendali.
Berbagai perkembangan yang terjadi masih berada dalam kendali pemerintah. Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, beserta seluruh unsur terkait terus memantau situasi secara intensif dan melakukan berbagai langkah antisipatif terhadap setiap perkembangan yang muncul," ujar Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Djamari mengimbau masyarakat mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Di media sosial , sejumlah video demonstrasi mahasiswa kembali beredar dan diklaim sebagai peristiwa yang baru terjadi. Namun, Peneliti Monash University Indonesia, Ika Idris, menyebut sebagian besar konten tersebut merupakan rekaman lama atau video yang telah dimodifikasi sehingga seolah-olah menggambarkan aksi terkini. "Persoalan yang berulang adalah penyebaran disinformasi, khususnya melalui penggunaan video lama atau hasil suntingan yang disajikan seolah-olah rekaman aksi terkini.
Praktik ini dikritik karena menyesatkan publik dan berpotensi merusak upaya demonstrasi yang sesungguhnya," kata Ika Idris kepada wartawan, Rabu (5/8/2026). Ika juga mengungkap adanya pola tertentu dalam penyebaran konten tersebut di media sosial X. Berdasarkan analisis terhadap 34.935 unggahan, sebanyak 99,46 persen merupakan retweet.
"Dari 34.935 unggahan X yang dianalisis, 99,46 persen merupakan retweet. Beberapa akun menunjukkan pola yang hampir mustahil dilakukan secara manual. Sebuah akun, misalnya, melakukan sembilan retweet berbeda dalam waktu sekitar 105 milidetik," katanya.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi demonstrasi yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta. "Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih tetap dapat dikendalikan.
Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya," ujar Budi Hermanto. Polda Metro Jaya menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Seperti diketahui, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, sempat beredar luas berbagai isu dan narasi di media sosial yang mengeklaim akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran berujung kerusuhan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaku penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait aksi demonstrasi sehingga menciptakan situasi yang tidak kondusif akan ditindak. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyatakan kondisi keamanan nasional hingga saat ini masih aman dan terkendali di tengah beredarnya berbagai unggahan di media sosial yang menyebut Indonesia akan menghadapi situasi tidak kondusif dalam waktu dekat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengatakan berbagai perkembangan yang terjadi masih berada dalam kendali pemerintah.
"Situasi di dalam negeri hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Berbagai perkembangan yang terjadi masih berada dalam kendali pemerintah. Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, beserta seluruh unsur terkait terus memantau situasi secara intensif dan melakukan berbagai langkah antisipatif terhadap setiap perkembangan yang muncul," ujar Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Djamari mengimbau masyarakat mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Di media sosial , sejumlah video demonstrasi mahasiswa kembali beredar dan diklaim sebagai peristiwa yang baru terjadi. Namun, Peneliti Monash University Indonesia, Ika Idris, menyebut sebagian besar konten tersebut merupakan rekaman lama atau video yang telah dimodifikasi sehingga seolah-olah menggambarkan aksi terkini.
"Persoalan yang berulang adalah penyebaran disinformasi, khususnya melalui penggunaan video lama atau hasil suntingan yang disajikan seolah-olah rekaman aksi terkini. Praktik ini dikritik karena menyesatkan publik dan berpotensi merusak upaya demonstrasi yang sesungguhnya," kata Ika Idris kepada wartawan, Rabu (5/8/2026). Ika juga mengungkap adanya pola tertentu dalam penyebaran konten tersebut di media sosial X.
Berdasarkan analisis terhadap 34.935 unggahan, sebanyak 99,46 persen merupakan retweet. "Dari 34.935 unggahan X yang dianalisis, 99,46 persen merupakan retweet. Beberapa akun menunjukkan pola yang hampir mustahil dilakukan secara manual.
Sebuah akun, misalnya, melakukan sembilan retweet berbeda dalam waktu sekitar 105 milidetik," katanya. Di sisi lain, Polda Metro Jaya menyatakan hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan terkait rencana aksi demonstrasi yang ramai diperbincangkan di media sosial. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi yang beredar perlu disikapi secara bijak dan berdasarkan fakta.
"Tetapi perlu kami sampaikan bahwa situasi sampai saat ini masih tetap dapat dikendalikan. Ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dengan Kodam Jaya," ujar Budi Hermanto. Polda Metro Jaya menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
Seperti diketahui, menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026, sempat beredar luas berbagai isu dan narasi di media sosial yang mengeklaim akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran berujung kerusuhan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan pelaku penyebaran informasi bohong atau hoaks terkait aksi demonstrasi sehingga menciptakan situasi yang tidak kondusif akan ditindak.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Menko Polkam Sebut Situasi Nasional Terkendali?
Menko Polkam Sebut Situasi Nasional Terkendali is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Menko Polkam Sebut Situasi Nasional Terkendali matter?
Menko Polkam Sebut Situasi Nasional Terkendali matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
