Nasional

Pemerintah Luncurkan Satu Data ZIS-DSKL, Baznas: Penyaluran ZIS Lebih Tepat Sasaran

Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan platform digital baru yang disebut Satu Data ZIS DSKL . Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian

Desk Nasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : James Miller - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Pemerintah Luncurkan Satu Data ZIS DSKL untuk Zakat Lebih Tepat Sasaran
  2. Related Reading

Pemerintah Luncurkan Satu Data ZIS DSKL untuk Zakat Lebih Tepat Sasaran

Beritahitam.com – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan platform digital baru yang disebut Satu Data ZIS DSKL. Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Agama, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Peluncuran dilakukan di kantor pusat Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan data zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya ke dalam satu basis data terpadu.

Keberadaan platform digital ini menjawab kebutuhan mendesak akan sistem pencatatan yang lebih akurat. Selama ini, pengelolaan informasi mengenai mustahik dan muzaki masih menghadapi berbagai kendala. Minimnya integrasi antar sistem menyebabkan potensi data ganda yang menghambat proses pendistribusian dana. Dengan adanya Pemerintah Luncurkan Satu Data ZIS DSKL, diharapkan hambatan tersebut dapat diatasi secara signifikan.

Integrasi Data untuk Efisiensi Penyaluran

Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI, menjelaskan bahwa Baznas telah mengumpulkan informasi mengenai muzaki sebagai pemberi manfaat dan mustahik sebagai penerima manfaat. Namun, data tersebut belum sepenuhnya terintegrasi sehingga masih terdapat potensi duplikasi. Ia berharap peluncuran sistem tersebut dapat mendukung target penghimpunan zakat Baznas sebesar Rp50 triliun pada tahun ini melalui 13 program unggulan.

Dengan keterpaduan data muzaki dan mustahik, program akan lebih terpadu, lebih akurat, dan lebih efisien, baik dalam mobilisasi zakat, infak, sedekah maupun pemberdayaan mustahik.

Sodik menambahkan bahwa dengan data yang terpadu, Insya Allah tercapai dan terberdayakan dengan baik. Hal ini memastikan tidak terjadi lagi double-double data, terutama di dalam pemberdayaan. Platform ini akan menjadi tulang punggung digitalisasi pengelolaan zakat nasional yang lebih transparan dan akuntabel.

Memperkuat Transparansi dan Keberlanjutan

Menteri PPN sekaligus Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa Satu Data ZIS DSKL diluncurkan untuk memperkuat integrasi data penerima dan pemberi zakat. Tujuannya agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Sistem ini akan dimanfaatkan oleh Baznas di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan penyaluran dan pendayagunaan dana keagamaan.

Satu data akan dimanfaatkan oleh Baznas di seluruh Indonesia untuk mengoptimalkan penyaluran, pendayagunaan agar lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.

Rachmat menambahkan bahwa platform ini menjadi instrumen untuk memperkuat kolaborasi program zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Ia juga berharap sistem tersebut dapat dimanfaatkan seluruh pemangku kepentingan nasional. Dengan demikian maka penyaluran dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lain bisa diintegrasikan dengan para penerima zakat, khususnya para mustahik, dengan data kemiskinan, data tunggal sosial ekonomi.

Percepatan Pemberdayaan Mustahik

Waryono Abdul Ghafur, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, menjelaskan bahwa Pemerintah Luncurkan Satu Data ZIS DSKL merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah untuk memastikan pendistribusian dan pendayagunaan zakat benar-benar tepat sasaran. Selain itu, sistem tersebut diharapkan mampu mempercepat pemberdayaan mustahik agar meningkat status ekonominya hingga menjadi munfik atau bahkan muzaki.

Implementasi sistem ini akan melibatkan berbagai pihak mulai dari Baznas daerah, lembaga zakat swasta, hingga pemerintah daerah. Data yang terintegrasi memungkinkan identifikasi mustahik yang lebih akurat dan menghindari tumpang tindih bantuan. Hal ini penting untuk memastikan setiap donasi mencapai penerima yang tepat.

Platform digital ini juga akan memudahkan monitoring dan evaluasi program zakat secara real-time. Stakeholder dapat mengakses data penyaluran dan pendayagunaan dana melalui dashboard yang tersedia. Transparansi ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat nasional.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Satu Data ZIS DSKL

Apa itu Satu Data ZIS DSKL? Satu Data ZIS DSKL adalah platform digital terpadu yang mengintegrasikan data zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya ke dalam satu basis data nasional.

Siapa saja yang terlibat dalam peluncuran sistem ini? Peluncuran melibatkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Kementerian Agama, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Berapa target penghimpunan zakat Baznas tahun ini? Baznas menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp50 triliun pada tahun 2026 melalui 13 program unggulan.

Bagaimana sistem ini membantu mustahik? Sistem ini mempercepat pemberdayaan mustahik dengan memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari duplikasi data penerima manfaat.

Kapan sistem ini mulai beroperasi penuh? Sistem mulai beroperasi sejak peluncuran resmi pada 6 Agustus 2026 dan akan terus disempurnakan sesuai kebutuhan pengguna.

Untuk informasi lebih lanjut tentang implementasi Satu Data ZIS DSKL, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Baznas atau menghubungi kantor Baznas daerah terdekat. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyaluran zakat nasional secara keseluruhan.

Leave a Comment