Tertukar Saat Lahir Dua Perempuan di China Bertemu Setelah 37 Tahun
Beritahitam.com – CHINA – Selama hampir empat dekade, Huang Xiaolin dan Li Hui menjalani kehidupan yang mereka yakini sebagai takdir. Tertukar Saat Lahir Dua Perempuan ini tumbuh di keluarga yang berbeda, memiliki jalan hidup yang bertolak belakang tanpa pernah menyadari mereka sebenarnya tertukar saat lahir. Mirisnya, selama 37 tahun itu mereka tinggal hanya sekitar 4 kilometer dari keluarga kandung masing-masing.
Dikutip dari SCMP, kisah yang tengah menjadi sorotan publik di China ini bermula dari sebuah kesalahan di Rumah Sakit Rakyat Qingyuan, Provinsi Guangdong, pada Oktober 1989. Huang Xiaolin dan Li Hui lahir dengan selisih waktu hanya 55 menit. Berdasarkan akta kelahiran, ibu Li Hui, Chu, melahirkan pada pukul 02.30 waktu setempat, sedangkan ibu Huang Xiaolin, Yu, melahirkan pada pukul 03.25.
Kesalahan Identifikasi yang Mengubah Hidup
Sesaat setelah dilahirkan, kedua bayi sempat diperlihatkan kepada ibu masing-masing sebelum dibawa ke ruang perawatan bayi. Pada saat itu, rumah sakit belum menggunakan gelang identitas untuk bayi. Proses identifikasi hanya mengandalkan kartu nama yang diselipkan di dalam kain bedong. Bagaimana kedua bayi itu bisa tertukar hingga kini belum diketahui secara pasti.
Kesalahan yang terjadi di ruang bersalin itu mengubah jalan hidup dua keluarga. Huang dibesarkan oleh pasangan pegawai pemerintah dan tumbuh dalam kondisi ekonomi yang relatif mapan. Namun kehidupan keluarganya tidak sepenuhnya bahagia. Ayah Huang sejak lama merasa ada yang janggal dengan putrinya.
“Kami tidak pernah menyangka bahwa kesalahan kecil di rumah sakit bisa mengubah hidup kami selamanya,” ungkap Huang Xiaolin saat pertama kali bertemu dengan Li Hui setelah 37 tahun.
Sementara itu, Li Hui tumbuh dalam keluarga yang lebih sederhana. Meskipun hidup dalam keterbatasan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan membangun karir yang stabil. Keduanya tidak pernah bertemu hingga usia 37 tahun ketika ayah Huang Xiaolin mulai menyelidiki keanehan yang dirasakannya selama ini.
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, keluarga Huang Xiaolin menemukan bahwa mereka mungkin telah tertukar saat lahir. Mereka kemudian menghubungi pihak rumah sakit dan melakukan tes DNA yang mengonfirmasi dugaan tersebut. Tertukar Saat Lahir Dua Perempuan ini akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dalam hidup mereka.
Tuntutan Ganti Rugi Rp6,9 Miliar
Kini, kedua perempuan tersebut mengajukan tuntutan hukum terhadap Rumah Sakit Rakyat Qingyuan. Mereka menuntut ganti rugi sebesar Rp6,9 miliar atas kesalahan yang telah mengubah hidup mereka selama 37 tahun. Tuntutan ini mencakup kerugian materiil dan immateriil yang mereka alami.
Kasus ini menjadi sorotan media di China karena menunjukkan pentingnya sistem identifikasi bayi di rumah sakit. Banyak pihak yang mendukung tuntutan kedua perempuan tersebut dan berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi institusi kesehatan di seluruh negeri.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Tertukar Saat Lahir
1. Kapan kedua perempuan ini pertama kali bertemu? Huang Xiaolin dan Li Hui pertama kali bertemu setelah 37 tahun sejak kejadian tertukar, tepatnya pada tahun 2026.
2. Berapa jumlah tuntutan yang diajukan? Keduanya mengajukan tuntutan ganti rugi sebesar Rp6,9 miliar terhadap Rumah Sakit Rakyat Qingyuan.
3. Apa penyebab utama kesalahan identifikasi? Pada tahun 1989, rumah sakit belum menggunakan gelang identitas untuk bayi. Identifikasi hanya mengandalkan kartu nama yang diselipkan di kain bedong.
4. Di mana rumah sakit yang terlibat berada? Rumah Sakit Rakyat Qingyuan terletak di Provinsi Guangdong, China.
5. Apakah ada kasus serupa di Indonesia? Ya, pernah ada kasus dugaan bayi tertukar di Cempaka Putih, Jakarta. Baca lebih lanjut tentang kasus serupa di Indonesia.
