Konsumen Makin Selektif Memilih Skincare, Tak Sekadar Ikuti Tren
Pasar kecantikan dan perawatan kulit di Indonesia mengalami transformasi signifikan. Pembeli kini tidak lagi sekadar mengikuti tren, melainkan meneliti
Table of Contents
Perilaku Konsumen Skincare Berubah: Lebih Selektif dan Berbasis Bukti
Beritahitam.com – Pasar kecantikan dan perawatan kulit di Indonesia mengalami transformasi signifikan. Pembeli kini tidak lagi sekadar mengikuti tren, melainkan meneliti manfaat, komposisi, serta validitas klaim sebelum memutuskan untuk membeli. Fenomena ini terkonfirmasi melalui data terbaru dari Euromonitor International yang dirilis pada Mei 2025.
Voice of the Consumer: Beauty Survey ini melibatkan 20.206 partisipan dari berbagai belahan dunia. Temuan utamanya menunjukkan bahwa tiga perempat atau 75 persen responden meyakini konsistensi dalam rutinitas kecantikan berdampak positif bagi kesejahteraan mental dan kepercayaan diri mereka.
Teknologi Digital Mendorong Konsumen Lebih Cerdas
Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara konsumen mengakses pengetahuan tentang produk. Roni Fahroni, Senior Manager Market Development & Marketing Usana Indonesia, menjelaskan bahwa akses digital memungkinkan masyarakat mencari informasi mendalam mengenai bahan aktif, fungsi kandungan, hingga dukungan ilmiah dari klaim merek.
“Sekarang konsumen bisa mencari informasi mengenai bahan aktif, fungsi kandungan, hingga bukti ilmiah yang mendukung klaim suatu produk melalui berbagai sumber digital, termasuk teknologi kecerdasan buatan (AI).”
Perubahan ini terlihat jelas pada kategori perawatan kecantikan di rumah. Sebanyak 77 persen pengguna menyatakan preferensi terhadap produk yang memiliki khasiat teruji. Selain itu, sekitar 26 persen konsumen yang mengidentifikasi diri sebagai clean beauty advocates memanfaatkan aplikasi kecantikan untuk memindai komposisi bahan dan label kemasan.
Perawatan Kulit Berbasis Kebutuhan Seluler
Menurut Roni, kemudahan memperoleh informasi mendorong pergeseran paradigma. Konsumen tidak lagi hanya melihat jenis kulit seperti kering, berminyak, atau sensitif, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan nutrisi sel.
“Jadi tidak melihat jenis kulitnya. Yang kami lakukan adalah melihat bahwa setiap sel membutuhkan nutrisi,” ujarnya.
Usana menerapkan pendekatan yang disebut Intelligent Technology. Teknologi ini berfokus pada proses cell signaling yang bertujuan mendukung pembaruan dan regenerasi sel. Roni menekankan bahwa meskipun konsep ini sudah dikenal di Indonesia, pembeda utamanya adalah adanya studi klinis jangka panjang yang mendukung penerapan Intelligent Technology tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa kondisi kulit tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan. Faktor internal dan eksternal seperti genetik, usia, paparan sinar matahari, pola hidup, lingkungan, serta kondisi kesehatan tertentu juga berperan penting. Oleh karena itu, pemilihan produk perawatan kulit harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu secara personal.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Konsumen Makin Selektif Memilih Skincare Tak Sekadar?
Konsumen Makin Selektif Memilih Skincare Tak Sekadar is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Konsumen Makin Selektif Memilih Skincare Tak Sekadar matter?
Konsumen Makin Selektif Memilih Skincare Tak Sekadar matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
