Internasional

Taiwan Bidik Lonjakan Wisatawan Indonesia, Destinasi Ramah Muslim Terus Diperluas

Taiwan secara agresif menargetkan peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut. Langkah strategis ini diambil untuk memanfaatkan

Desk Internasional
Published Agustus 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Taiwan-memperkuat-promosi-pariwisata-di-Indonesia
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Taiwan Bidik Lonjakan Wisatawan Indonesia
  2. FAQ: Pertanyaan Umum tentang Wisata Taiwan untuk Warga Indonesia
  3. Related Reading

Taiwan Bidik Lonjakan Wisatawan Indonesia

Ekspansi Destinasi Ramah Muslim untuk Pasar Indonesia

Beritahitam.com – Taiwan secara agresif menargetkan peningkatan jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negara tersebut. Langkah strategis ini diambil untuk memanfaatkan momentum liburan akhir tahun dan perayaan Tahun Baru Imlek yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan tren perjalanan internasional yang terus meningkat, Taiwan melihat potensi besar dalam pasar Indonesia yang memiliki daya beli kuat dan minat tinggi terhadap destinasi luar negeri.

Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 9,16 juta perjalanan wisata warga Indonesia ke berbagai negara di seluruh dunia. Angka yang signifikan ini mendorong Taiwan untuk meningkatkan intensitas promosi pariwisatanya melalui berbagai kanal dan acara yang lebih terarah. Taiwan juga mulai memperluas jangkauan promosinya ke kota-kota besar di Indonesia, tidak hanya terbatas pada Jakarta.

Perluasan destinasi wisata di Taiwan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi pemasaran ini. Selain Taipe i sebagai pusat utama, Taiwan mulai memperkenalkan keindahan alam, warisan budaya, kuliner khas, serta pengalaman otentik di berbagai wilayah seperti Hualien, Tainan, dan Kaohsiung. Hal ini memberikan alternatif pilihan yang lebih beragam bagi wisatawan Indonesia.

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” ujar Frank Lu, Director of Economic Division Taipe i Economic and Trade Office in Indonesia.

Menurut Frank Lu, interaksi tatap muka dalam acara-acara promosi memberikan kesempatan berharga bagi Taiwan untuk memperkenalkan potensi pariwisatanya secara lebih menyeluruh. Pendekatan personal ini membantu membangun pemahaman dan kedekatan emosional antara masyarakat kedua negara, yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat berkunjung.

Aspek wisata ramah Muslim menjadi salah satu keunggulan kompetitif Taiwan dalam menarik wisatawan Indonesia. Taiwan terus mengembangkan ketersediaan restoran halal, hotel yang menyediakan fasilitas shalat, serta ruang ibadah di berbagai lokasi wisata. Infrastruktur ini semakin lengkap dengan penambahan fasilitas wudu dan informasi halal yang mudah diakses oleh wisatawan Muslim.

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia menjadi pasar yang sangat potensial bagi Taiwan. Strategi pengembangan destinasi ramah Muslim ini mendapat apresiasi dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang dirilis oleh Mastercard bersama CrescentRating. Taiwan berhasil menempati peringkat ketiga dalam kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), setara dengan negara-negara Eropa seperti Inggris.

Posisi ini menjadi modal berharga bagi Taiwan dalam membangun citra sebagai destinasi yang mudah diakses dan nyaman bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara. Dengan kombinasi keindahan alam, keramahan masyarakat, dan fasilitas yang memadai, Taiwan semakin menarik perhatian wisatawan Indonesia.

Fasilitas dan Aksesibilitas untuk Wisatawan Indonesia

Taiwan juga meningkatkan konektivitas penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia ke Taiwan. Maskapai penerbangan terus menambah frekuensi penerbangan untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Selain itu, Taiwan menyediakan visa on arrival dan berbagai kemudahan lainnya bagi wisatawan Indonesia.

Pengembangan wisata halal di Taiwan tidak hanya terbatas pada kuliner, tetapi juga mencakup pengalaman spiritual dan budaya. Wisatawan Muslim dapat mengunjungi masjid-masjid bersejarah, mengikuti program ziarah, serta menikmati berbagai acara keagamaan yang diselenggarakan di Taiwan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Wisata Taiwan untuk Warga Indonesia

Berapa lama visa Taiwan untuk wisatawan Indonesia?

Warga Indonesia dapat mengajukan visa Taiwan melalui konsulat atau embassy Taiwan. Proses pengajuan biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari kerja. Dokumen yang diperlukan antara lain paspor, formulir aplikasi, dan tiket pesawat.

Apakah Taiwan memiliki restoran halal untuk wisatawan Muslim?

Ya, Taiwan memiliki banyak restoran halal di berbagai kota utama seperti Taipe i, Kaohsiung, dan Tainan. Banyak restoran juga menyediakan label halal yang mudah dikenali oleh wisatawan Muslim.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Taiwan dari Indonesia?

Waktu terbaik untuk mengunjungi Taiwan adalah pada musim semi (Maret-Mei) dan musim gugur (September-November) ketika cuaca cenderung cerah dan nyaman untuk berwisata.

Bagaimana cara mendapatkan informasi destinasi wisata halal di Taiwan?

Wisatawan dapat mengakses informasi melalui website resmi Taiwan Tourism Bureau atau aplikasi mobile yang menyediakan peta destinasi halal dan fasilitas Muslim di Taiwan.

Leave a Comment