Media Asing Soroti Gempa NTT, Ribuan Warga Terisolasi, Bayang-bayang Tsunami 1992 Muncul Lagi
Media asing menyoroti dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menewaskan sedikitnya 51 orang. Gempa
Table of Contents
Beritahitam.com – Media asing menyoroti dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menewaskan sedikitnya 51 orang. Gempa tersebut tidak hanya memicu kerusakan bangunan, tetapi juga membuat ribuan warga meninggalkan rumah dan menyulitkan tim penyelamat menjangkau sejumlah wilayah yang terisolasi akibat longsor. Al Jazeera dalam laporan berjudul “Indonesia’s magnitude 7.7 quake kills at least 51, displaces thousands” menyoroti besarnya jumlah korban, pengungsian massal, serta upaya penyelamatan di tengah akses jalan yang terputus.
Laporan yang terbit Minggu (16/8/2026) itu menyebut sekitar 5.000 orang mengungsi setelah gempa mengguncang Pulau Flores, NTT. Lebih dari 1.300 rumah dilaporkan rusak, sementara sedikitnya 36 orang mengalami luka serius dan 77 lainnya luka ringan. Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 waktu setempat dengan pusat gempa sekitar 68 kilometer barat laut Ende, Flores, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Gempa tersebut kemudian diikuti sekitar 341 gempa susulan. Di Kabupaten Sikka, salah satu wilayah yang terdampak parah, lebih dari 3.300 warga dilaporkan mengungsi atau terjebak dan berlindung di arena olahraga. Kondisi warga yang takut kembali ke rumah juga menjadi sorotan dalam laporan Al Jazeera.
Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tito Tinjau Langsung Provinsi NTT Di Maumere, sejumlah warga memilih bertahan di luar rumah yang roboh menggunakan tenda terpal, sementara sebagian korban mendapatkan perawatan di tenda darurat yang didirikan di luar rumah sakit. “Hampir seluruh warga Sikka tidak berani tinggal di dalam rumah, jadi mereka tidur di beranda atau tenda di luar,” kata Wakil Bupati Sikka Simon Sabandi kepada KompasTV. Kondisi semakin sulit karena sejumlah wilayah belum sepenuhnya dapat dijangkau tim penyelamat.
Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu daerah yang masih menghadapi kendala akses setelah tanah longsor memblokir jalan dan mengganggu komunikasi. Tim penyelamat bahkan berupaya mencapai wilayah tersebut menggunakan feri. TRIBUNNEWS.COM – Media asing menyoroti dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dan menewaskan sedikitnya 51 orang.
Gempa tersebut tidak hanya memicu kerusakan bangunan, tetapi juga membuat ribuan warga meninggalkan rumah dan menyulitkan tim penyelamat menjangkau sejumlah wilayah yang terisolasi akibat longsor. Al Jazeera dalam laporan berjudul “Indonesia’s magnitude 7.7 quake kills at least 51, displaces thousands” menyoroti besarnya jumlah korban, pengungsian massal, serta upaya penyelamatan di tengah akses jalan yang terputus. Laporan yang terbit Minggu (16/8/2026) itu menyebut sekitar 5.000 orang mengungsi setelah gempa mengguncang Pulau Flores, NTT.
Lebih dari 1.300 rumah dilaporkan rusak, sementara sedikitnya 36 orang mengalami luka serius dan 77 lainnya luka ringan. Gempa terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.58 waktu setempat dengan pusat gempa sekitar 68 kilometer barat laut Ende, Flores, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Gempa tersebut kemudian diikuti sekitar 341 gempa susulan.
Di Kabupaten Sikka, salah satu wilayah yang terdampak parah, lebih dari 3.300 warga dilaporkan mengungsi atau terjebak dan berlindung di arena olahraga. Kondisi warga yang takut kembali ke rumah juga menjadi sorotan dalam laporan Al Jazeera. Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tito Tinjau Langsung Provinsi NTT Di Maumere, sejumlah warga memilih bertahan di luar rumah yang roboh menggunakan tenda terpal, sementara sebagian korban mendapatkan perawatan di tenda darurat yang didirikan di luar rumah sakit.
“Hampir seluruh warga Sikka tidak berani tinggal di dalam rumah, jadi mereka tidur di beranda atau tenda di luar,” kata Wakil Bupati Sikka Simon Sabandi kepada KompasTV. Kondisi semakin sulit karena sejumlah wilayah belum sepenuhnya dapat dijangkau tim penyelamat. Kabupaten Nagekeo sebagai salah satu daerah yang masih menghadapi kendala akses setelah tanah longsor memblokir jalan dan mengganggu komunikasi.
Tim penyelamat bahkan berupaya mencapai wilayah tersebut menggunakan feri.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Media Asing Soroti Gempa NTT Ribuan?
Media Asing Soroti Gempa NTT Ribuan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Media Asing Soroti Gempa NTT Ribuan matter?
Media Asing Soroti Gempa NTT Ribuan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.
