Regional

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa NTT di Manggarai Timur, Ada Anak Perempuan 5 Tahun

Operasi penyelamatan udara yang dipimpin Basarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa berkekuatan M 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berhasil

Desk Regional
Published Agustus 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Kondisi-Rumah-yang-Rusak-Akibat-Gempa-NTT_20260817_215937
Foto : Emily Garcia - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Basarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa di Manggarai Timur
  2. Related Reading

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa di Manggarai Timur

Beritahitam.com – Operasi penyelamatan udara yang dipimpin Basarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa berkekuatan M 7,7 di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, berhasil diselesaikan pada Selasa (18/8/2026). Helikopter Dauphin AS 365 N3+ berkode HR-3604 mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, tepat pukul 11.00 WITA dengan membawa tiga warga yang memerlukan penanganan medis darurat. Di antara mereka terdapat seorang anak perempuan berusia lima tahun yang menjadi perhatian khusus tim medis selama penerbangan.

Detail Kondisi Medis dan Asal Lokasi

Ketiga penumpang helikopter mengalami cedera serius akibat guncangan gempa, meliputi fraktur atau patah tulang serta dislokasi sendi. Mereka berasal dari dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara, yakni Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, yang merupakan salah satu titik paling terdampak oleh getaran berkekuatan M 7,7 tersebut. Setelah helikopter menyentuh landasan di Labuan Bajo, seluruh korban segera dialihkan ke fasilitas rumah sakit terdekat untuk menerima penanganan lanjutan. Dokter dan perawat yang telah disiagakan sejak pagi menyambut kedatangan mereka guna memastikan tidak ada jeda dalam pemberian terapi.

Proses evakuasi medis ini menjadi bagian dari respons cepat Tim SAR Gabungan yang mengutamakan keselamatan warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Kehadiran personel medis di dalam pesawat memastikan kondisi vital ketiga penumpang tetap terpantau selama perjalanan udara dari wilayah terpencil menuju pusat layanan kesehatan.

Kronologi Penerbangan dan Koordinasi Lapangan

Helikopter HR-3604 sebelumnya disiagakan di Bandara Komodo sebagai bagian dari kesiapsiagaan pascagempa. Setelah Tim SAR Gabungan menerima laporan mengenai kondisi korban yang tidak dapat ditangani di lokasi, pesawat dikerahkan menuju Posko Utama Satar Kampas. Pesawat tiba di posko tersebut pada pukul 10.28 WITA, kemudian mengangkut ketiga korban kembali menuju Labuan Bajo. Seluruh tahapan operasi dilaksanakan oleh Basarnas bersama Potensi SAR yang telah berkoordinasi sejak dini hari.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan keterangan resmi terkait jalannya operasi. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk mengevakuasi para korban diambil setelah asesmen medis di lapangan menunjukkan bahwa penanganan lanjutan hanya mungkin dilakukan di fasilitas rumah sakit yang memadai.

“Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi tiga korban, salah satunya seorang anak perempuan berusia 5 tahun,” ujar Syafii dalam keterangan tertulis.

Syafii juga menyampaikan harapan agar seluruh personel yang terlibat dalam penanganan pascagempa tetap menjaga kesiapsiagaan penuh. Ia menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah masyarakat yang terdampak, khususnya di wilayah-wilayah yang aksesnya terbatas.

“Mari kita pastikan Basarnas bersama Potensi SAR selalu hadir untuk masyarakat terdampak, khususnya di wilayah Manggarai Timur, Manggarai, dan Nagekeo,” tegasnya.

Tanya Jawab Seputar Evakuasi Medis Pascagempa

Apakah evakuasi udara dilakukan untuk semua korban gempa?

Bukan semua korban. Evakuasi udara diprioritaskan bagi mereka yang mengalami cedera berat dan tidak dapat ditangani di fasilitas kesehatan terdekat, terutama di wilayah dengan akses darat yang sulit. Dalam kasus Manggarai Timur, ketiga korban memiliki fraktur dan dislokasi yang memerlukan penanganan ortopedi segera.

Bagaimana masyarakat dapat melaporkan kebutuhan evakuasi medis?

Warga atau perangkat desa dapat menghubungi Posko SAR setempat atau nomor darurat Basarnas. Informasi yang diperlukan meliputi lokasi korban, jenis cedera, dan kondisi akses jalan. Tim akan melakukan asesmen cepat sebelum menentukan moda evakuasi yang paling aman dan cepat.

Apakah anak-anak mendapat prioritas dalam operasi penyelamatan?

Ya. Dalam setiap operasi SAR, kelompok rentan termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil ditempatkan pada prioritas tertinggi. Dalam penerbangan kali ini, anak perempuan berusia lima tahun mendapat pendampingan khusus dari tim medis selama seluruh durasi penerbangan.

Leave a Comment