Meeting Results: AKP Deky Diduga Terima Uang Rp65 Juta dari Bandar Narkoba Ishak untuk Sertijab dan Tahun Baru
Meeting Results – Informasi tentang meeting results menyoroti kasus dugaan korupsi yang melibatkan AKP Deky Jonathan Sasiang, mantan Kasat Reserse Narkoba Polres Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar skema dimana AKP Deky diduga meminta uang dari jaringan bandar narkoba Ishak untuk membantu proses sertijab dirinya dan menciptakan momentum dalam perayaan tahun baru. Dalam meeting results ini, ditemukan bukti bahwa pemberian uang tunai bertahap terjadi antara para tersangka dan AKP Deky.
Konteks Penyelidikan
Kasus ini memicu kejutan saat Mery Christine, calon istri dari Ishak, ditangkap bersama Marselus Vernandus, yang berperan sebagai perantara. Dalam meeting results, Marselus menyatakan bahwa AKP Deky berperan sebagai pihak yang menghubungkan Mery dengan Ishak. “Dalam meeting results, kami mendapatkan keterangan bahwa AKP Deky meminta uang sebesar Rp5 juta untuk mendukung kegiatan dinas dan hubungan dengan Ishak,” kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Berdasarkan penyelidikan yang intensif, terungkap bahwa AKP Deky meminta dana tambahan sebesar Rp50 juta setelah satu bulan pertemuan awal. Alasan yang diberikan adalah untuk mempercepat proses sertijab, sehingga bisa memperoleh keuntungan dalam pengelolaan kasus narkoba. “Meeting results menunjukkan bahwa AKP Deky terus menerima kontribusi dana untuk memenuhi kebutuhan administratif di luar tugasnya,” tambah Brigjen Eko.
Salah satu tindakan yang diduga memanfaatkan momentum tahun baru adalah permintaan uang sebesar Rp15 juta. “Pada akhir bulan Desember, AKP Deky kembali menawarkan kesempatan untuk memperoleh dukungan dana melalui meeting results,” jelas penyidik. Hal ini mengindikasikan bahwa pemberian uang tunai disusun sebagai bagian dari skema yang mencakup kegiatan dinas dan kejadian besar seperti pergantian tahun.
“Dalam meeting results, AKP Deky juga dianggap menggunakan posisinya untuk mengatur alur kasus narkoba, termasuk menargetkan jumlah laporan tahunan yang diharapkan,” terang Brigjen Eko.
Penyidik menemukan bukti digital berupa pesan suara yang memperkuat meeting results. Dalam pesan tersebut, AKP Deky terlihat meminta Marselus untuk merancang kasus agar target laporan tahunan tercapai. “Meeting results menunjukkan bahwa AKP Deky tidak hanya menerima dana, tetapi juga menyusun strategi untuk mempercepat investigasi,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba.
Dalam proses penyelidikan, para tersangka dijelaskan bahwa AKP Deky berperan sebagai pihak yang menjembatani komunikasi antara bandar besar Ishak dan calon istri Mery. “Meeting results menunjukkan bahwa upeti ini dipasang sebagai alat untuk memperoleh keuntungan selama masa tugasnya,” jelas penyidik. Selain itu, ditemukan bahwa akhir tahun menjadi waktu strategis untuk menyerahkan dana lebih besar kepada AKP Deky.
