Pengabdian Satu Dekade Berakhir dalam Insiden di Muliama
Beritahitam.com – Dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan meninggal dunia saat menjalankan tugas pelayanan pertanian di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026. Pria berusia 35 tahun itu merupakan aparatur sipil negara pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya dan telah mengabdi di Papua selama sekitar 10 tahun.
Kepergian Alfonsius membawa duka mendalam bagi keluarganya di Maumere, Nusa Tenggara Timur. Ia meninggalkan istri, anak, kedua orang tua, serta delapan saudara. Putra asli Maumere tersebut pulang ke kampung halamannya bukan setelah menuntaskan masa pengabdian, melainkan dalam keadaan meninggal akibat insiden penembakan ketika bekerja untuk masyarakat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.15 WIT. Alfonsius berada dalam rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya yang menjalankan kegiatan penyaluran bantuan pangan dan bibit ternak bagi warga setempat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tugas pelayanan di sektor pertanian dan peternakan yang dijalankan para pegawai dinas.
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Meninggal
Selain Alfonsius, dua pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya turut kehilangan nyawa dalam kejadian tersebut. Ketiganya berada dalam satu rombongan saat insiden berlangsung di Kampung Muliama.
Korban pertama adalah Aprida Rapi atau AR, 49 tahun, yang menjabat Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak pada bagian perut dan meninggal di lokasi kejadian.
Alfonsius, yang juga dikenal dengan inisial AAM, mengalami luka tembak di bagian belakang kepala serta tangan kiri. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban ketiga, Willi Mbuik atau WB, berusia 24 tahun, mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan. Ia sempat dibawa ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Lima orang lain dalam rombongan tersebut berhasil selamat. Setelah kejadian, mereka mengamankan diri di Puskesmas Muliama.
Muliama dan Tantangan Pelayanan di Wilayah Pegunungan
Distrik Muliama merupakan satu dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya. Wilayah ini berada pada ketinggian sekitar 1.780 meter di atas permukaan laut, dengan luas 337,83 kilometer persegi dan jumlah penduduk 8.328 jiwa.
Jarak Distrik Muliama dari Kota Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, sekitar 21 kilometer melalui jalur darat. Meski jaraknya tidak terlalu jauh secara angka, kegiatan pelayanan publik di wilayah pegunungan tetap membutuhkan kesiapan, koordinasi, dan pendampingan yang baik, terutama ketika petugas membawa bantuan untuk masyarakat.
Penyaluran pangan dan bibit ternak memiliki arti penting bagi warga penerima manfaat karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar serta penguatan aktivitas peternakan. Dalam konteks inilah Alfonsius dan rekan-rekannya menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintah daerah.
Masih Memikirkan Korban Gempa Flores
Beberapa jam sebelum insiden yang merenggut nyawanya, Alfonsius masih menaruh perhatian pada warga terdampak gempa bumi di Flores. Ia sempat menghubungi kakaknya, Henderikus Evenitus, melalui panggilan WhatsApp.
Komunikasi tersebut menjadi salah satu kenangan terakhir keluarga terhadap Alfonsius. Di tengah tugasnya yang jauh dari Maumere, ia masih memikirkan keadaan masyarakat di kampung halamannya.
Perhatian itu menggambarkan keterikatan Alfonsius dengan keluarga dan daerah asalnya, meskipun sebagian besar masa kerjanya dijalani di Papua Pegunungan. Selama satu dekade, profesinya sebagai dokter hewan membawanya terlibat dalam pelayanan pemerintahan di bidang pertanian dan peternakan.
Duka bagi Keluarga dan Masyarakat Jayawijaya
Wafatnya Alfonsius bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Mehan di Maumere. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga kehilangan seorang pegawai yang menjalankan pengabdian di Dinas Pertanian, sementara masyarakat kehilangan tenaga pelayanan yang turut mendukung kegiatan peternakan di daerah tersebut.
Tragedi di Muliama meninggalkan tiga nama pegawai yang gugur ketika menjalankan pekerjaan: Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Willi Mbuik. Ketiganya berada dalam tugas yang berorientasi pada penyaluran bantuan bagi warga.
Bagi keluarga Alfonsius, perjalanan pulangnya ke Maumere menjadi peristiwa yang sangat berat. Setelah bertahun-tahun berada jauh dari tanah kelahirannya demi menjalankan tugas sebagai ASN, dokter hewan itu kembali dalam suasana duka. Pengabdiannya di Papua kini dikenang melalui pekerjaan yang ia jalankan hingga akhir hayatnya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Perjalanan Hidup Dokter Hewan Alfonsius Putra?
Perjalanan Hidup Dokter Hewan Alfonsius Putra is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Perjalanan Hidup Dokter Hewan Alfonsius Putra matter?
Perjalanan Hidup Dokter Hewan Alfonsius Putra matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

