Regional

Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang, Anggota Dewan Alami Kekerasan hingga Dibawa ke RS

Kericuhan-terjadi-di-DPRD-Kabupaten-Malang-Jumat-1192026-berujung-dugaan-kekerasan

Kericuhan di Gedung DPRD Kabupaten Malang Berujung Pemeriksaan Medis Anggota Dewan

Beritahitam.com – Suasana di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur, memanas pada Jumat sore, 11 September 2026. Insiden itu berakhir dengan anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok, menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kanjuruhan serta membuat laporan dugaan kekerasan ke Polres Malang.

Zulham mengaku mengalami luka pada bagian mulut, kepala sisi kiri, dan bagian atas kepala setelah terlibat dalam kericuhan. Pemeriksaan medis dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatannya, termasuk melalui visum dan CT scan karena ia memiliki riwayat vertigo.

Polemik Akses Bendungan Lahor

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 WIB ketika Hadi Wiyono alias Dur datang ke kantor DPRD Kabupaten Malang. Kedatangannya berkaitan dengan penyampaian surat berisi permintaan agar akses Bendungan Lahor dibuka selama 24 jam.

Persoalan tersebut memicu protes karena pembahasan di DPRD dinilai belum bergerak cepat. Zulham menyebut dua anggota dewan dari daerah pemilihan terkait, yakni Dofic dan Alayk Mubarrok, mendapat penugasan untuk menangani isu itu.

“Intinya memprotes, kenapa DPRD lambat. Anggota DPRD dapil sana yang ditugasi itu Mas Dofic sama Mas Alayk Mubarrok karena dapil sana,” kata Zulham saat dikonfirmasi.

Permintaan pembukaan akses Bendungan Lahor menjadi inti pembicaraan dalam pertemuan tersebut. Namun, suasana diskusi yang awalnya berlangsung di dalam gedung disebut terus memanas. Dalam situasi itu, Zulham mengaku diminta Ketua DPRD Kabupaten Malang untuk membantu menenangkan pihak-pihak yang terlibat.

Upaya Meredakan Situasi

Zulham menuturkan bahwa dirinya turun setelah diminta membantu meredakan ketegangan. Ia menyatakan tidak memiliki perdebatan langsung pada awal kejadian, tetapi situasi berubah ketika tudingan terhadap Dofic disampaikan dengan emosi.

“Kemudian karena diskusinya agak panas, saya diminta turun sama Ketua untuk mereda. Saya turun. Sama saya awalnya nggak ada debat apapun, baru emosi ketika yang bersangkutan ini nuduh-nuduh Mas Dofic sambil marah-marah,” bebernya.

Pertukaran pendapat kemudian tidak lagi berlangsung sepenuhnya di dalam gedung. Perdebatan berlanjut ke area luar, sementara Zulham mengaku mencoba mengajak semua pihak kembali menyelesaikan masalah secara tenang melalui pembicaraan.

Dalam keterangannya, ia menyebut niatnya adalah menghentikan pertengkaran dan membawa pembahasan kembali ke ruang dialog. Namun, ia mengaku menerima kata-kata kasar sebelum terjadi kontak fisik.

“Niat saya melerai, ayo diselesaikan di dalam dengan kepala dingin. Orangnya terus marah, ngumpat ke saya. Langsung saya nada tinggi. Saat itu juga kepalanya dibenturkan ke saya,” jelasnya.

Zulham juga menyatakan dirinya tidak membalas secara fisik. Ia mengaku mengalami beberapa benturan selama kericuhan berlangsung dan menyebut jumlahnya sekitar tujuh kali, meski ia tidak memastikan angka tersebut secara pasti.

“Karena saya enggak melawan, saya kan diam. Akhirnya, monggo kalau memang mau niatnya ndak demokratis saya persilakan, gitu loh. Mau niatnya berkelahi ya silakan, saya dipukuli ndak apa-apa. Ini akhirnya 7 kali kalau ndak salah benturan itu,” sambungnya.

Visum dan CT Scan di RSUD Kanjuruhan

Setelah kejadian, Zulham mendatangi Polres Malang untuk melaporkan dugaan kekerasan yang dialaminya. Langkah itu diikuti pemeriksaan di RSUD Kanjuruhan. Visum diperlukan untuk mendokumentasikan kondisi luka yang ia alami setelah insiden tersebut.

Dokter juga melakukan CT scan mengingat Zulham memiliki riwayat vertigo. Ia menyebut pemeriksaan lanjutan itu penting untuk memastikan tidak ada dampak serius dari benturan di kepala.

Usai pemeriksaan, Zulham mengaku disarankan menjalani rawat inap untuk observasi. Saran tersebut berkaitan dengan luka dan sejumlah benjolan pada bagian kepala yang dinilai perlu dipantau lebih lanjut.

“Rawat inap karena luka di kepala samping yang menurut dokternya berbahaya. Ini benjolan banyak, ya benjol semua, sakitlah. Intinya beberapa benjolan,” sambungnya.

Peristiwa ini menempatkan perhatian pada pentingnya menjaga ruang dialog publik tetap aman, terutama ketika pembahasan menyangkut kebutuhan masyarakat dan kebijakan akses fasilitas umum. Perbedaan pandangan dalam penyampaian aspirasi dapat menjadi bagian dari proses demokrasi, tetapi penyelesaiannya tetap membutuhkan komunikasi yang terkendali.

Penanganan laporan di Polres Malang serta hasil pemeriksaan medis akan menjadi bagian penting untuk memperjelas rangkaian kejadian. Sementara itu, kondisi kesehatan Zulham menjadi perhatian setelah ia mengaku mengalami luka di mulut dan beberapa bagian kepala.

Frequently Asked Questions

What is Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang Anggota?

Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang Anggota is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang Anggota matter?

Kericuhan di DPRD Kabupaten Malang Anggota matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *