Bisnis

Solving Problems: Bilang Orang Desa Tak Terdampak Penguatan Dolar AS, Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis ke Prabowo

Solving Problems: Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis untuk Prabowo Mengatasi Ketidakpahaman tentang Penguatan Dolar AS Solving Problems - JAKARTA

Desk Bisnis
Published Mei 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Solving Problems: Celios Tawarkan Kursus Ekonomi Gratis untuk Prabowo

Mengatasi Ketidakpahaman tentang Penguatan Dolar AS

Solving Problems – JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM – Penguatan dolar AS terhadap rupiah memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap sektor ekonomi Indonesia. Bhima Yudhistira, ekonom dari Center of Economics and Law Studies (Celios), mengkritik pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut masyarakat desa tidak terlalu terganggu oleh pelemahan rupiah. Menurut Bhima, kurangnya pemahaman tentang dinamika nilai tukar asing bisa mengakibatkan kesalahan kebijakan moneter. “Solving Problems bukan hanya soal ketidakseimbangan ekonomi, tetapi juga tentang penyesuaian pandangan politik dengan realitas pasar,” jelasnya dalam wawancara dengan Tribunnews.com, Senin (18/5/2026).

“Bila pemerintah mengabaikan pengaruh dolar AS, risiko terhadap rakyat akan semakin tinggi. Celios menawarkan kursus ekonomi gratis agar presiden memahami dinamika yang sebenarnya,” ujar Bhima, yang menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pengambil keputusan di tingkat nasional.

Masyarakat Desa: Tidak Terlepas dari Penguatan Dolar

Bhima menegaskan bahwa meskipun transaksi harian di desa dominan menggunakan rupiah, dampak pelemahan mata uang lokal tetap merambat. Pupuk impor, misalnya, menjadi salah satu kebutuhan vital bagi petani, dan harganya sangat bergantung pada kurs dolar. “Solving Problems harus dimulai dengan memahami bahwa desa tetap terdampak, terutama melalui kebutuhan sehari-hari yang dipengaruhi impor,” tambahnya. Hal ini menjelaskan mengapa Celios ingin memberikan pelatihan untuk membangun kesadaran tentang perubahan ekonomi global.

Menurut Bhima, penguatan dolar AS sejak awal tahun 2026 memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Pupuk, bahan pangan, dan bahan baku industri lokal semuanya terpaut pada kurs yang terus bergerak. “Solving Problems tidak bisa dihindari jika tidak ada strategi yang tepat. Kursus ekonomi ini bertujuan untuk mengeduksi presiden dan masyarakat tentang risiko yang mungkin terjadi jika kondisi ini terus berlanjut,” imbuhnya.

Kursus Ekonomi: Harapan untuk Stabilitas Ekonomi

Program kursus ekonomi yang ditawarkan Celios ini mengusung pendekatan praktis dan edukatif. Bhima menjelaskan bahwa materi yang disampaikan mencakup analisis kurs mata uang, inflasi, serta kebijakan moneter. “Solving Problems di bidang ekonomi memerlukan wawasan yang mendalam. Dengan mengajar langsung kepada presiden, Celios berharap bisa memberikan wawasan yang relevan untuk mengambil keputusan yang bijak,” katanya.

Program ini juga diharapkan bisa memberikan contoh bagaimana desa bisa mengelola ekonomi secara lebih efisien. Bhima menyoroti bahwa pedesaan menjadi “kampung halaman” bagi banyak masyarakat, sehingga perubahan ekonomi global tidak bisa dianggap sebagai isu yang terpisah. “Solving Problems di tingkat nasional harus dimulai dari penguasaan wawasan ekonomi oleh semua pihak, termasuk pemerintah,” tambahnya.

Pandangan Ekonom Lain: Stabilitas Rupiah Perlu Diperkuat

Menurut Yusuf Rendy Manilet, ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), penguatan dolar AS adalah bagian dari perubahan global yang tak bisa dihindari. Namun, kebijakan pemerintah harus siap mengantisipasi dampaknya. “Solving Problems terkait kurs dolar perlu disertai dengan langkah konkret, seperti menambah cadangan devisa atau menaikkan harga bahan impor secara bertahap,” jelas Yusuf.

Yusuf menambahkan bahwa masyarakat desa memiliki kebutuhan tersembunyi yang bisa terganggu jika penguatan dolar berlanjut. “Solving Problems di sektor pertanian, misalnya, memerlukan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi pasar internasional. Jika tidak, biaya produksi akan meningkat, dan kenaikan harga bahan pangan akan merugikan petani dan konsumen,” ujarnya.

Langkah Strategis untuk Meminimalkan Dampak

Sebagai solusi, Celios menyarankan pemerintah memperkuat sistem keuangan lokal dan menstimulus produksi dalam negeri. “Solving Problems melalui penguatan dolar AS memerlukan kombinasi antara regulasi dan kesadaran masyarakat. Jika hanya mengandalkan penyesuaian moneter, dampaknya akan terasa lebih berat di tingkat masyarakat bawah,” tegas Bhima.

Bhima juga menyoroti pentingnya kebijakan yang berkelanjutan, seperti subsidi untuk bahan impor atau peningkatan ekspor. “Solving Problems harus melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat desa, agar tidak ada pihak yang terabaikan dalam proses penyesuaian ekonomi. Kursus ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif,” katanya.

Leave a Comment