Chika Jessica Tegaskan Keputusan Belum Menikah Merupakan Pilihan Pribadi
Beritahitam.com – Di usia 38 tahun, Chika Jessica masih menjalani kehidupannya tanpa status pernikahan. Situasi tersebut belakangan kerap dikaitkan dengan kondisi kesehatan ibundanya yang sedang menjalani pengobatan. Namun, Chika menegaskan bahwa dua hal itu tidak seharusnya dipertautkan.
Aktris bernama lengkap Sisca Jessica itu menyampaikan bahwa dirinya belum menikah bukan karena mengabaikan kehidupan asmara demi merawat sang ibu. Baginya, keputusan dan perjalanan pribadi tersebut merupakan kehendaknya sendiri, bukan akibat dari keadaan keluarga.
“Sebenarnya aku sedih sih kalau misalkan ada orang bicara itu. Please dong, jangan gitu, itu kan kemauan aku sendiri,”
Pernyataan itu disampaikan Chika saat berada di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Ia merasa perlu meluruskan anggapan yang berkembang agar publik tidak menilai status pernikahannya melalui kondisi kesehatan ibunda.
Status Pernikahan dan Kondisi Ibu Bukan Satu Kesatuan
Chika memandang kesehatan ibunya serta urusan jodoh sebagai dua bagian hidup yang berbeda. Sang ibu tengah menghadapi ujian kesehatan, sementara dirinya belum dipertemukan dengan pasangan yang tepat. Keduanya ia terima sebagai bagian dari jalan hidup yang sedang dijalani.
Perempuan kelahiran Bandung, 25 April 1988, itu menyebut perjalanan hidupnya saat ini sebagai takdir. Ia tidak menampik bahwa ada masa ketika rencana pernikahan terasa lebih dekat, tetapi kenyataan hidup membawa arah lain.
“Udah takdir juga kayaknya aku belum nikah, terus Mamaku dikasih sakit juga, belum dikasih jodoh, ya ternyata jalannya tuh takdirnya,”
Bagi Chika, belum menikah tidak sama dengan menutup peluang untuk membangun hubungan. Ia tetap membuka diri pada kemungkinan hadirnya seseorang dalam hidupnya. Hanya saja, pandangannya terhadap hubungan kini lebih matang dan tidak lagi sekadar berorientasi pada kedekatan tanpa tujuan jelas.
Pandangan ini menunjukkan bahwa status lajang tidak selalu dapat disederhanakan sebagai akibat dari satu persoalan tertentu. Pilihan hidup seseorang bisa dipengaruhi banyak pertimbangan personal, termasuk kesiapan, kecocokan, arah hubungan, dan keinginan untuk membangun masa depan yang lebih pasti.
Target Menikah di Usia 25 Tahun Sudah Terlewati
Chika juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah memiliki target untuk menikah pada usia 25 tahun. Seperti banyak rencana pribadi, target tersebut akhirnya tidak berjalan sesuai bayangan awal. Kini ia menghadapi kenyataan itu dengan santai, tanpa menjadikannya beban.
“Ada (target nikah), umur 25. Cuman sekarang udah expired, ya. Gua udah 38,”
“Jadi kayak oke, usiaku sudah menginjak kepala orang lain,”
Ungkapan tersebut menggambarkan cara Chika memandang usia dan rencana hidup dengan humor. Meski target masa lalu telah terlewati, ia tidak memperlihatkan keinginan untuk terburu-buru memasuki pernikahan hanya karena usia.
Usia memang sering menjadi perhatian dalam pembicaraan tentang pernikahan, terutama bagi perempuan di dunia hiburan. Namun, Chika memilih tidak menjadikan tekanan sosial sebagai alasan untuk mengambil keputusan besar. Ia tampak ingin memastikan bahwa hubungan yang dijalani benar-benar sejalan dengan harapan jangka panjangnya.
Pernikahan, dalam pandangannya saat ini, bukan sekadar pencapaian yang harus diraih pada rentang usia tertentu. Ada kebutuhan untuk menemukan pasangan yang tepat serta membangun komitmen yang memiliki arah jelas. Sikap ini membuatnya semakin selektif ketika menjalin kedekatan dengan seseorang.
Ingin Hubungan yang Langsung Serius
Chika menilai dirinya kini berada pada fase yang berbeda dibandingkan ketika masih lebih muda. Jika bertemu dan dekat dengan seseorang, ia tidak ingin hubungan itu berjalan tanpa kepastian. Ia berharap kedekatan tersebut dapat segera diarahkan pada keseriusan menuju pernikahan.
“Aku sudah di fase yang kalau menikah ya sekarang kalau kenal orang dekat penginnya langsung serius,”
Keinginan tersebut bukan berarti Chika menutup ruang bagi proses mengenal satu sama lain. Namun, ia ingin setiap hubungan memiliki tujuan yang sama sejak awal. Dengan demikian, waktu dan perasaan yang diberikan kepada seseorang tidak berhenti pada hubungan yang tidak memiliki masa depan.
Sikap Chika juga menempatkan pernikahan sebagai pilihan yang lahir dari kesiapan pribadi, bukan sekadar respons terhadap komentar orang lain. Ia menyadari bahwa hidupnya berjalan dengan ritme tersendiri, sementara kondisi keluarga dan urusan pasangan tidak perlu dibaca sebagai satu sebab-akibat.
Di tengah perhatian publik terhadap kehidupan pribadinya, Chika memilih menyampaikan batas yang tegas. Ia ingin status belum menikah dipahami sebagai bagian dari pilihannya dan proses hidup yang sedang ditempuh. Ketika waktu yang tepat datang dan ia bertemu dengan pasangan yang memiliki keseriusan yang sama, Chika berharap hubungan itu dapat melangkah ke arah pernikahan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kerap Dikaitkan Kondisi Ibunda Chika Jessica?
Kerap Dikaitkan Kondisi Ibunda Chika Jessica is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kerap Dikaitkan Kondisi Ibunda Chika Jessica matter?
Kerap Dikaitkan Kondisi Ibunda Chika Jessica matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

