Rusia Hujani Kyiv 600 Drone dan Rudal Oreshnik, UE Tuduh Permainan Senjata Nuklir
Meeting Results dari Pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB mengungkap serangan besar yang dilancarkan Rusia terhadap Kyiv dengan 600 unit drone dan rudal Oreshnik. Serangan yang berlangsung semalaman pada Sabtu menewaskan minimal empat warga dan merusak sekolah serta bangunan perumahan. Kota Bila Tserkva, berjarak sekitar 80 kilometer dari ibu kota Ukraina, menjadi lokasi utama peluncuran rudal hipersonik berkecepatan tinggi tersebut.
Strategi Serangan Rusia dan Reaksi UE
Menurut Angkatan Udara Ukraina, serangan ini mencakup kombinasi serangan udara, laut, dan darat. Meski sebagian besar drone dan rudal berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Ukraina, sekitar 19 rudal masih mendarat di sasaran. Dalam pesan Telegram-nya, Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa beberapa fasilitas air bersih menjadi korban, dengan tiga rudal mengarah ke area tersebut.
“Mereka melakukan serangan semata-mata terhadap rakyat kami — terhadap ingatan, sejarah, dan segala hal yang membentuk kehidupan manusia yang normal,” tulis Zelensky di X. Pernyataan ini muncul setelah pertemuan darurat yang membahas peluncuran rudal Oreshnik sebagai bagian dari strategi perang Rusia.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengecam penggunaan rudal Oreshnik dalam serangan ini sebagai “taktik menakut-nakuti secara politik dan permainan nuklir yang sembrono.” Rudal hipersonik ini memiliki jangkauan hingga 5.600 kilometer dan telah digunakan tiga kali sebelumnya, yaitu di Dnipro pada November 2024, Lviv awal tahun ini, dan kini di Kyiv. Serangan ini menjadi bagian dari dinamika pertempuran yang terus meningkat dalam Meeting Results terbaru.
Kebutuhan Rudal Pertahanan Udara Ukraina
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran sedang berjuang keras untuk menolong warga dan memperbaiki kerusakan akibat serangan. “Ini adalah malam yang mengerikan bagi Kyiv,” katanya dari lokasi kejadian. Klitschko mengonfirmasi dua kematian di kota tersebut, sementara pejabat lokal menambahkan dua korban tambahan, menegaskan bahwa serangan ini mengguncang infrastruktur kota.
Meeting Results yang diumumkan juga menyoroti kekurangan sistem pertahanan udara Ukraina. Angkatan Udara Ukraina mengklaim telah menghancurkan 549 drone dan 55 rudal, namun sekitar 19 rudal masih mendarat. Zelensky menegaskan bahwa stok rudal Patriot AS terus berkurang akibat penggunaannya melawan serangan drone dan rudal Iran. Ini menimbulkan kekhawatiran akan keberlanjutan pertahanan Ukraina.
“Saya percaya Eropa harus mampu memproduksi sendiri semua yang dibutuhkan untuk bertahan dari segala serangan balistik dan senjata lainnya,” katanya kepada para pemimpin Eropa dalam Meeting Results. Pernyataan ini menekankan kebutuhan dukungan dari luar negeri untuk mengatasi ancaman rudal Oreshnik yang semakin intens.
Kementerian Pertahanan Rusia mengakui peran Oreshnik dalam serangan terhadap Kyiv, menyebut langkah tersebut sebagai balasan atas serangan drone Ukraina ke asrama mahasiswa di Starobilsk, Luhansk. Serangan itu menewaskan 21 orang dan melukai 42 korban. Ukraina membantah klaim Rusia, menyatakan bahwa serangan itu ditujukan pada unit komando drone elit Rusia.
Analisis dari Meeting Results menunjukkan bahwa penggunaan rudal Oreshnik oleh Rusia memicu perdebatan internasional. Sementara Uni Eropa menuduh Rusia bermain-main dengan senjata nuklir, Ukraina menekankan bahwa serangan tersebut adalah bagian dari upaya untuk mempersempit kekuatan militer Rusia. Kebutuhan akan rudal pertahanan udara terus menjadi isu utama dalam diskusi global.
