Metropolitan

Historic Moment: Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Kabur, Korban Pengantin Ternyata Lebih dari Satu

Historic Moment: Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Kabur, Korban Pengantin Lebih dari Satu Insiden Penipuan di Lingkungan Wedding Organizer Jakarta

Desk Metropolitan
Published Mei 26, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Historic Moment: Pemilik Wedding Organizer di Jakarta Timur Kabur, Korban Pengantin Lebih dari Satu

Insiden Penipuan di Lingkungan Wedding Organizer Jakarta Timur

Historic Moment – Dalam sebuah historic moment yang mengejutkan, pemilik perusahaan penyelenggara pernikahan Marwah Catering di Jakarta Timur, yang dikenal dengan layanan pernikahan premium, tercatat menghilang dari tempat kerjanya setelah menipu lebih dari satu pasangan pengantin. Insiden ini memicu reaksi cepat dari kepolisian, yang memulai penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana penipuan yang terjadi pada awal Mei 2026. Pelaku dikabarkan kabur setelah tidak memenuhi janji pengaturan acara pernikahan yang telah dipersiapkan selama berbulan-bulan.

“Pelaku tidak lagi berada di kantornya, dan ini menjadi fokus investigasi kami,” ungkap Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, saat memberikan keterangan kepada media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026). Pihak kepolisian masih berusaha menelusuri keberadaan pelaku serta memverifikasi fakta-fakta yang terkait dengan kehilangan uang korban.”

Penyelidikan Terhadap Perusahaan Penyelenggara Pernikahan

Kepolisian telah mengumpulkan keterangan dari enam saksi yang terlibat dalam penyelenggaraan acara pernikahan. Langkah ini dilakukan untuk memperjelas alur kejahatan serta mengungkap rincian transaksi antara pelaku dengan para korban. Dalam proses penyidikan, tim investigasi juga mengecek keterlibatan penyedia gedung acara untuk melihat apakah ada komunikasi yang mengarah pada kecurangan.

Penyelidikan ini mencakup beberapa pasal yang berhubungan dengan tindak pidana penipuan. “Sementara ini, kasus dianalisis sebagai penipuan karena pelaku tidak melaksanakan janji pembayaran atau layanan yang dijanjikan,” terang Andaru. Selain itu, penyidik juga sedang memeriksa dokumentasi transaksi dan kontrak yang terkait dengan penyelenggaraan acara pernikahan.

“Kami sedang menunggu laporan tambahan dari dua pasangan pengantin lainnya yang akan melapor lebih lanjut,” tambah Andaru. Dalam laporan yang diterima, jumlah korban diperkirakan mencapai minimal tiga pasangan. Kerugian total yang dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah, dengan satu korban melaporkan kerugian sekitar Rp50 juta, dua korban lainnya Rp70 juta, dan satu korban lainnya Rp80 juta.”

Polres Metro Jakarta Timur telah membuka posko pengaduan khusus untuk menerima laporan dari masyarakat. Selain itu, pihak kepolisian juga memastikan bahwa setiap korban akan mendapatkan penanganan yang transparan dan profesional. “Kami menjamin proses penyelidikan akan berjalan maksimal agar fakta-fakta kejahatan terungkap secara jelas,” kata Andaru. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Deteksi Awal dan Penyebaran Informasi ke Masyarakat

Kasus ini mulai dikenal secara luas setelah acara pernikahan digelar di Islamic Center Bekasi pada Sabtu (23/5/2026). Pengantin yang terlibat melaporkan bahwa biaya yang telah mereka bayar tidak terpenuhi. Peristiwa tersebut menjadi viral di berbagai media sosial, menarik perhatian banyak orang yang memperhatikan layanan wedding organizer di Jakarta Timur.

Dalam historic moment ini, Marwah Catering tidak hanya menjadi penyelenggara acara pernikahan, tetapi juga menjadi pelaku penipuan yang menargetkan pasangan yang memiliki anggaran besar. Dugaan kejahatan ini terungkap setelah beberapa korban mengungkapkan bahwa kontrak dan pembayaran telah dilakukan, namun layanan tidak sesuai dengan janji yang diberikan. “Kami sedang berusaha mengidentifikasi pelaku dan menelusuri apakah ada keterlibatan pihak lain,” jelas Andaru.

Penyidikan terus berlangsung, dengan rencana untuk memperluas cakupan investigasi ke pihak-pihak terkait seperti vendor, pembantu, dan klien lainnya. “Kami ingin memastikan bahwa historic moment ini tidak hanya menjadi kejadian tunggal, tetapi menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan para penyelenggara pernikahan lainnya,” pungkas Andaru. Dengan adanya laporan ini, kepolisian berharap dapat memperketat pengawasan terhadap bisnis wedding organizer di wilayah Jakarta Timur.

Leave a Comment