Parapuan

Main Agenda: Universitas Prasetiya Mulya Perkenalkan “Prasmul New Look” di Kampus BSD

Inisiasi Transformasi Pendidikan: Prasmul Luncurkan Wajah Baru di BSD Main Agenda - Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) secara resmi meluncurkan inisiatif

Desk Parapuan
Published Mei 26, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Inisiasi Transformasi Pendidikan: Prasmul Luncurkan Wajah Baru di BSD

Main Agenda – Universitas Prasetiya Mulya (Prasmul) secara resmi meluncurkan inisiatif terbarunya, “Main Agenda Prasmul New Look,” dalam acara bertajuk “Re-inventing Collaborative Learning in New Look” yang diadakan di Kampus BSD pada hari Sabtu, 23 Mei 2026. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk para pembina kampus, dosen, dan mahasiswa. Pembukaan berlangsung dinamis dengan penampilan Tari Manuk Dadali dari Sasikirana Dance, yang menggambarkan semangat kerja sama, keberagaman budaya Indonesia, serta harapan untuk pendidikan yang lebih maju.

Simbol Kolaborasi dalam Pembaruan Visi Pendidikan

Tarian tersebut menjadi simbol penting dalam menyampaikan komitmen Prasmul untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berorientasi inovasi. Dalam sambutannya, Djisman Simandjuntak, Chairman of the Board of Executives Prasmul, menyatakan bahwa “Main Agenda Prasmul New Look” bertujuan membentuk individu yang tidak hanya berakademik unggul tetapi juga kreatif, kolaboratif, dan siap bersaing secara global. Menurut Djisman, pendidikan modern harus bergerak cepat untuk menyesuaikan dinamika dunia yang terus berubah.

“Perubahan dunia bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya. Karena itu, perguruan tinggi harus terus berevolusi agar tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga manusia yang mampu memberi makna bagi masa depan bangsanya,” ujar Djisman.

Acara ini juga menampilkan pemutaran video perbandingan transformasi fasad kampus, yang menunjukkan wajah baru Universitas Prasetiya Mulya. Konsep ini menjadi simbol lingkungan belajar yang lebih modern, dinamis, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pembaruan ini bukan hanya terbatas pada penampilan fisik kampus, tetapi juga mencakup inisiatif-inisiatif yang mengikuti “Main Agenda Prasmul New Look” dalam memperkuat kolaborasi internasional.

Visi Pendidikan Masa Depan yang Selaras dengan Teknologi

Franky Oesman Widjaya, Chairman of the Board of Trustees, menegaskan bahwa transformasi Prasmul mencakup lebih dari penampilan fisik kampus. Ia menjelaskan bahwa “Main Agenda Prasmul New Look” mencerminkan visi untuk membangun pendidikan masa depan yang selaras dengan teknologi dan kebutuhan industri global. Dengan wajah baru ini, Prasmul ingin menjadikan kampus sebagai pusat pengembangan ide, dialog, dan inovasi lintas disiplin ilmu.

“Pendidikan masa depan bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga bagaimana institusi mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna lewat kolaborasi, kreativitas, dan konektivitas global,” ungkap Franky.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Prasmul melibatkan mitra seperti Universitas Indonesia, Peking University, dan universitas-universitas lainnya. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan akademik, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa, serta penguatan pendidikan berbasis teknologi dan AI. Seminar bertajuk “Rapid Strategic Adaptation Under the Explosive Growth of AI” menjadi bagian dari “Main Agenda Prasmul New Look,” dengan pembicara Prof. Stella Christie, Dr. Muhamad Yopan, dan Dr. Agung Alfiansyah yang memberikan perspektif tentang pergeseran industri dan pendidikan.

Edwind A. Satyabrata, Executive Vice Chairman of the Board of Executives, menambahkan bahwa fasad baru kampus merepresentasikan filosofi pembelajaran terbuka dan berbasis inovasi. “Main Agenda Prasmul New Look” juga berfokus pada pengintegrasian sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mendukung inisiatif strategis. Pembaruan ini diharapkan memberikan dampak signifikan dalam menghadirkan pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

“New Facade Concept bukan sekadar desain arsitektur baru, tetapi simbol keterbukaan dan keberanian untuk berubah,” jelas Edwind.

Sebagai penutup, prosesi pemotongan pita diikuti oleh jajaran Komite Dewan Pembina yang terdiri dari Franky Oesman Widjaya, Edwin Soeryadjaya, Jusuf Wanandi, Djisman Simandjuntak, Edwind A. Satyabrata, dan Gandi Sulistiyanto Soeherman. Acara ini menjadi tanda dimulainya babak baru Prasmul sebagai institusi pendidikan tinggi yang lebih inovatif dan terhubung global. “Main Agenda Prasmul New Look” diharapkan menjadi dasar untuk mempercepat transformasi kampus dalam era digital yang terus berkembang.

Leave a Comment