GIIAS 2026 Hadirkan 6 Merek Baru, Ini Daftar Merek yang Dibocorkan
GIIAS 2026 Akan Kedatangan Enam Merek Baru – Jakarta (TRIBUNNEWS.COM) – Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 akan menjadi ajang yang ditunggu-tunggu industri dan konsumen di Indonesia. Dalam konferensi pers terbaru, disebutkan bahwa GIIAS 2026 akan menghadirkan enam merek kendaraan baru yang diprediksi akan menarik perhatian besar. Pameran ini akan berlangsung dari 30 Juli hingga 9 Agustus 2026 di ICE BSD Tangerang, dengan peran penting dari kehadiran merek-merek ini dalam memperkaya pilihan produk dan teknologi yang ditampilkan.
Perkenalan Merek Baru di GIIAS 2026
Menurut informasi yang diungkapkan oleh Abiyoso Witono, Project Manajer GIIAS 2026, pada konferensi pers di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026, keenam merek tersebut berasal dari berbagai segmen pasar. Merek baru yang akan hadir antara lain BAW, Changan, Farizon, iCAR, Can-am, dan Leapmotor. Merek-merek ini dipilih karena memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan industri otomotif, terutama di bidang kendaraan listrik dan hybrid.
“Kehadiran enam merek baru ini menunjukkan komitmen Gaikindo untuk mengeksplorasi inovasi di sektor otomotif Indonesia,” ujar Anton Komonty, Ketua Harian dan Ketua Penyelenggara Gaikindo.
Salah satu merek yang diunggulkan adalah Farizon, yang merupakan produsen kendaraan niaga listrik dari Tiongkok. Merek ini telah memperkenalkan diri sebelumnya di Gaikindo Jakarta Auto Week 2026, dan kini akan menampilkan peran lebih dominan dalam GIIAS 2026. Keberadaan merek ini memberikan peluang baru bagi konsumen yang mencari kendaraan berkelanjutan dengan biaya operasional rendah.
Penambahan Merek dan Ekspektasi Pemangku Kepentingan
Berdasarkan data yang diterima oleh panitia hingga Mei 2026, total merek yang akan mengikuti GIIAS 2026 mencapai 60, dengan 41 merek kendaraan penumpang, 6 merek kendaraan niaga, 4 industri karoseri bus, dan sejumlah merek sepeda motor. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena kehadiran enam merek baru yang diprediksi akan meningkatkan daya tarik pameran.
“Kemungkinan jumlah peserta masih akan bertambah, terutama seiring peningkatan minat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” tambah Abiyoso Witono.
Di samping merek baru, GIIAS 2026 juga akan didukung oleh lebih dari 130 merek industri pendukung, seperti produsen aksesoris dan produk aftermarket. Sponsor platinum untuk acara ini meliputi Astra Credit Companies, TAF, serta OLX mobbi sebagai official trade in partner. Keberadaan industri pendukung ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman pengunjung, baik dalam hal fasilitas maupun layanan.
Hyundai, salah satu peserta utama, juga menyiapkan empat model baru yang akan menjadi sorotan utama dalam GIIAS 2026. Merek asal Korea Selatan ini memberikan janji akan menampilkan kejutan menarik bagi pengunjung pameran. Selain itu, sejumlah merek ternama seperti Toyota dan Honda akan kembali dengan model terbaru yang menunjukkan perkembangan teknologi terkini. Dengan demikian, GIIAS 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tetapi juga pusat inovasi dalam industri otomotif.
BAW, merek kendaraan penumpang yang baru masuk ke pasar Indonesia, akan menampilkan model-model yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan transportasi yang lebih efisien. Changan, perusahaan asal Tiongkok yang terkenal dengan produknya di segmen mobil listrik, juga menyiapkan teknologi terkini yang akan dihadirkan dalam GIIAS 2026. Dukungan dari pihak penyelenggara dan pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting dalam kesuksesan kehadiran merek-merek baru ini.
iCAR dan Leapmotor, dua merek yang berasal dari Tiongkok, akan memperkenalkan produk unggulan mereka dalam GIIAS 2026. Kehadiran mereka diharapkan dapat menarik perhatian pecinta kendaraan listrik dan teknologi futuristik. Can-am dan Farizon, yang berfokus pada segmen kendaraan niaga, akan memberikan pilihan yang lebih beragam bagi pengusaha transportasi. Dengan kehadiran enam merek baru ini, GIIAS 2026 akan menjadi acara yang lebih dinamis dan komprehensif, mencerminkan perkembangan industri otomotif nasional.
