Jubir Gerindra: Kunjungan Prabowo ke Eropa Memperkuat Diplomasi dan Investasi
Latest Program memperkuat peran Prabowo Subianto dalam meningkatkan hubungan internasional Indonesia. Juru bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengatakan kunjungan Presiden Prabowo ke beberapa negara Eropa bertujuan membangun kemitraan strategis, menarik investasi, serta memastikan keberlanjutan kepentingan nasional di panggung global. Menurut Sugiat, pandangan yang menilai perjalanan luar negeri sebagai pengeluaran berlebihan justru tidak melihat dampak jangka panjang yang bisa diperoleh dari langkah tersebut.
“Latest Program ini menggambarkan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam seperti nikel serta keunggulan geopolitik dalam mendukung keamanan ekonomi dan politik negara,” ujar Sugiat dalam wawancara eksklusif dengan media, Rabu (27/5/2026).
Tujuan Strategis Kunjungan
Kunjungan Prabowo ke Prancis, Austria, dan Hungaria menjadi bagian dari Latest Program yang dirancang untuk memperkuat kerja sama bilateral. Sugiat menegaskan bahwa fokus utama adalah menegaskan kedaulatan politik Indonesia sambil memanfaatkan peluang ekonomi yang terbuka. “Indonesia membutuhkan peran aktif dalam negosiasi global, terutama di era persaingan sumber daya yang semakin ketat,” tambahnya.
Dalam Latest Program, Prabowo juga menekankan pentingnya kebijakan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran di Eropa bertujuan membangun kemitraan untuk memastikan akses ke teknologi canggih, serta mendorong transisi energi berkelanjutan melalui investasi dalam industri kendaraan listrik. “Ini bukan sekadar kunjungan, tapi strategi jangka panjang untuk memastikan posisi Indonesia di peta dunia,” jelas Sugiat.
Negara-Negara yang Dituju
Prancis, sebagai negara dengan industri teknologi dan pertahanan terkemuka, menjadi prioritas pertama dalam Latest Program. Sugiat menyebut bahwa kemitraan dengan Prancis akan memperkuat pertukaran teknologi dan kolaborasi di bidang pertahanan. “Kunjungan ke Prancis bertujuan meningkatkan kepercayaan dalam ekspor komoditas nikel serta menegaskan peran Indonesia sebagai penyuplai utama bahan baku kendaraan listrik,” terangnya.
Austria, yang dikenal sebagai pusat manufaktur presisi, akan menjadi sasaran utama untuk menarik investor dalam bidang mesin dan otomotif. Sementara itu, Hungaria menjadi fokus karena perannya dalam pengembangan gigafactory baterai. Sugiat menjelaskan bahwa Indonesia ingin mengambil bagian dalam rantai pasok energi terbarukan di Eropa. “Dengan Latest Program, kita mencoba memastikan keterlibatan aktif dalam transformasi ekonomi global,” lanjutnya.
Sugiat juga menyoroti bahwa penguasaan sekitar 65 persen pasokan nikel global memposisikan Indonesia sebagai pihak yang tidak bisa diabaikan. Ia menekankan bahwa kunjungan ke Eropa bertujuan mengubah potensi ini menjadi keuntungan nyata. “Negara-negara di Eropa menginginkan ketersediaan bahan baku yang stabil, dan Indonesia bisa memenuhi kebutuhan mereka melalui Latest Program ini,” ujarnya.
Sebagai bagian dari Latest Program, kunjungan Prabowo juga dirancang untuk memperkuat ikatan dengan negara-negara Eropa dalam menghadapi tantangan geopolitik. Sugiat menilai bahwa peran Indonesia dalam pertukaran energi dan investasi menjadi lebih penting setelah beberapa negara memprioritaskan keberlanjutan ekonomi. “Kita ingin menjadi mitra yang tidak hanya tergantung pada kebijakan luar negeri, tapi juga memiliki pengaruh berdampak,” jelasnya.
Dengan Latest Program ini, pemerintahan Prabowo diharapkan bisa menciptakan ekosistem investasi yang menarik bagi negara-negara Eropa. Sugiat menegaskan bahwa keberhasilan kunjungan ini akan memperkuat kapasitas Indonesia dalam mendapatkan sumber daya dan peluang ekspor yang lebih besar. “Kita ingin membangun ketahanan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global,” pungkasnya.
